Kamis, 20 Juni 2019 - 07:10:52 WIB
Guru Ngaji di Subang Mengeluh, FKGN Potong Honor Guru Ngaji Hingga Ratusan Juta RupiahKategori: Pendidikan - Dibaca: 88 kali

Baca Juga:Jajang Rahmat Anak yang MalangHUT HARIAN JAYA POS KE- VSMPN 42 Surabaya Alergi Wartawan , Diduga Selewengkan Dana BOS dan Jual Buku BSEDugaan Korupsi Rp4,4 M, Jaksa Akan Panggil Pejabat Disdik Kab Tangerang

Subang, Jaya Pos

Korupsi dan koruptor setiap waktu tumbuh dan berkembang sehingga Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang selama ini ada hanya nampak seperti upaya menawarkan air asin di laut yang bakal sia-sia.

Begitupun kendati sudah ada Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) di Kabupaten Subang, oknum pengurus organisasi yang mengklaim berbasis religius yakni Forum Komunikasi Guru Ngaji (FKGN) tak mambuat ciut nyalinya.

Faktanya belakangan oknum pengurus FKGN baik di tingkat kecamatan hingga kabupaten melakukan pemotongan insentif/honor anggotanya mencapai puluhan juta bahkan hingga ratusan juta rupiah. Padahal mereka (anggota-Red) merasa keberatan dan mengeluh.

Dari ribuan anggota yang tergabung di FKGN yang mendapat insentif/honor untuk semester I (Januari-Juni 2019) belum lama ini, bila dipotong Rp. 150 ribu/anggota dari seluruhnya Rp. 600 ribu/anggota, maka ke empat saku baju seragam safari yang dipakai oknum FKGN itu tidak akan mampu menampung uang haram itu.

Menurut keterangan berbagai sumber, kejadian ini telah lama berlangsung di setiap tahunnya, bahkan yang lebih konyol, modus pungli itu terhadap anggota (Guru Ngaji) diminta menyetor terlebih dahulu uang potongannya, sehingga ketika menerima honor/insentif jumlahnya utuh.

Hanya mereka tidak berani buka mulut. Pasalnya bila kedapatan anggota yang membocorkan kasus ini akan dicoret dari keanggotaan forum, sehingga terancam nasibnya. “Maka itu kami minta Tim Saber Pungli segera mencokok oknum FKGN yang telah memotong hak-hak kami,” pinta mereka.

“Bagaimana mungkin bisa sukses jargon Jawara Daya yang gadang-gadang Bupati Subang, H. Ruhimat dan Wa­kil Bupati Subang, Agus Masykur Rosadi (Jimat-Akur) di bidang keagamaan dan pendidikan yang merupakan ikon menuju Subang Jawara (Jaya, Istimewa, Sejahtera), bila saja masih ada pihak-pihak yang mencoreng pemerintahan Jimat-Akur,” ujar mereka penuh tanya.

Sejumlah guru Ngaji di wilayah Pantura dan Subang tengah (Kec.Ciasem, Sukasari, Blanakan, Pamanukan, Compreng, Binong, Pagaden dan Cipunagara) yang berhasil diwawancarai Jaya Pos mengaku kebanyakan merasa keberatan bila dipotong sebesar itu.

“Belakangan ini kami mendapat insentif/honor seba­nyak satu semester terhitung Januari – Juni 2019. Namun besaran potongan dirasa memberatkan, insentif/honor itu sangat diandalkan untuk nambah-nambah memenuhi kebutuhan belanja hari Raya Idul Fitri,” tutur mereka.

Sejumlah koordinator Desa (Kordes) FKGN yang berhasil dihubungi Jaya Pos diantaranya Amil Enting membenarkan bila pihaknya mengkoordinir potongan honor guru Ngaji untuk selanjutnya disetor ke kordinator kecamatan (Korcam) Ust.Odang selaku Ketua FKGN Kec. Binong.

Menurut Enting, dari keterangan pengurus FKGN tk. kecamatan dan kabupaten menyebut, bila uang hasil potongan itu dipergunakan untuk iuran anggota, operasional FKGN tk. kecamatan dan kabupaten dan sebagian lagi untuk membiayai arisan haji umroh anggota. Ketua FKGN Kabupaten Subang, Hj. Imas saat ingin dikorfirmasi di kediamannya di Jln. Cagak, belum berhasil ditemui.

Aktivis Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi – RI (GNPK-RI) Kab. Subang, Eswanto menyatakan keprihatinan mendalam. Menurutnya, setiap pungutan yang tanpa ada payung hukumnya disebut pungli dan setiap pungli termasuk bagian dari korupsi.

Pihaknya mendesak kepada Tim Saber Pungli segera turun tangan untuk menyelidiki kasus yang diduga melanggar hukum itu. “Beri hukuman setimpal bila terbukti bersalah di hadapan meja hijau nanti,” tandasnya.(@bh)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59929)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (54183)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51775)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15269)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14541)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14352)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14064)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13613)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (13470)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9566)
Bedah JayaposPAD Dishub Bukittinggi Diduga Terjadi Kebocoran, Oknum ASN Tidak Beretika Perlu PembinaanBukittinggi, Jaya Pos Tingkat kebocoran sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi perparkiran di ...


Kasektor Citata Kramat Jati Diduga Lindungi Bangunan BermasalahProyek Jalan PUPR Lahat AmburadulPT DWK Diduga Produksi CPO Dioplos MikoTiang Oktagonal Segi 8 Bengkok, Dishub Surabaya Lakukan PembiaranKegiatan Pamsimas di Kabupaten Sidoarjo Diduga Mark UpPembangunan Gerai Pusat Oleh-Oleh Diduga Gunakan Bangunan LamaPendataan Dinas Sosial Bukittinggi Diduga Pilih Kasih Pada Warga Miskin
Laporan KhususPemkab Gumas Raih Penghargaan Dari Menkumham RIKuala Kurun, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Bagian ...


Menjelang Hari Jadi Kabupaten Indramayu Lantik WabupWalikota Padang Panjang Kembali Terima Penghargaan Pembina ProklimPemkab Bantaeng Raih Penghargaan STBM Award Tingkat NasionalJumaga Nadeak Kembali Dilantik Pimpin DPRD KepriPimpinan Tiga Daerah ke Bantaeng Ikuti Monev Bersama KPKHari Kesaktian Pancasila Pemkot Manado Gelar Upacara Bendera45 Anggota DPRD Labuhanbatu Periode 2019 - 2014 Dilantik