Rabu, 03 Juli 2019 - 07:02:58 WIB
Bupati Trenggalek Pastikan Penetapan Lokasi Bendungan Bagong Bisa DimulaiKategori: Jawa Timur - Dibaca: 78 kali

Baca Juga:Fasum Fasos Diserobot, Diharapkan Walikota Jaksel Buka MataPelanggaran Pembangunan Hotel De 'Java Dibiarkan, Diduga Orang Penting BerperanPenertiban Tambang Liar Parmout Terus DigiatkanHati-hati Rentenir Berkedok Koperasi Makin Merajalela

Trenggalek, Jaya Pos

Menyusul selesainya Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) antara berbagai pihak terkait dengan warga desa di rencana lokasi pembangunan Bendungan Bagong, maka penetapan lokasi salah satu proyek strategis nasional di Trenggalek tersebut sudah bisa segera dimulai.

Sesuai perencanaan, Bendungan Bagong akan dibangun di wilayah yang mencakup tiga desa yaitu Desa Winong, Desa Sumurup dan Desa Sengon yang berada dibawah otoritas Kecamatan Bendungan.

“Penetapan lokasi itu untuk menjamin hak-hak warga yang terkena dampak. Supaya jangan sampai mereka terkena spekulan atau lainnya. Makanya, penetapan lokasinya dilakukan oleh Ibu Gubernur,” kata Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, Minggu (23/6).

“PKM sudah kita gelar, program itu sudah terlaksana pada Sabtu (22/6) dan tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaannya. Sedangkan penetapan lokasi biasanya akan terlaksana dalam satu sampai dua pekan setelah PKM. Habis itu, dokumen pertanahan dari seluruh warga terdampak harus mulai disiapkan,” sebutnya.

Baru kemudian, menurutnya, tim appresial bergerak, menghitung bukan hanya bangunannya, tapi juga kerugian meterial dan nonmaterial. “Pokoknya semua dihitung dalam skema ganti-untung,” imbuhnya.

Namun, masih menurut Gus Ipin panggilan akrab dari Bupati, penentuan nilai kompensasi bakal dihitung verdasarkan prakiraan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

“Penggantian nilai kompensasi obyek, tetap berdasarkan aturan yang ada. Namun dipastikan, tidak ada yang akan dirugikan,” tandasnya.

Terkait masalah ganti-rugi, disemua program proyek pemerintah rata-rata merupakan salah satu hal yang dikhawatirkan warga terdampak. Akan tetapi, disaat pihak terkait benar-benar mampu memfungsikan diri sesuai tugasnya secara umum wargapun bisa mendukung proyek pembangunan itu.

Sebagaimana juga disampaikan Camat Bendungan, Nur Kholiq terkait hubungannya dengan pembangunan Bandungan Bagong tersebut. “Pada intinya warga setuju terhadap proses pembangunan bendungan. Namun harapannya kompensasi terhadap mereka layak untuk membangun hunian lagi, serta mampu menompang kehidupan ke depan selama adaptasi di tempat yang baru,” urai Nur Kholiq.

Ada beberapa hal yang menjadi atensi permintaan warga, salah satunya fasilitas tempat tinggal untuk satu lingkungan seperti sebelumnya. Alasannya, mereka telah nyaman hidup berdampingan bersama selama bertahun-tahun dalam satu wilayah.

“Pada prinsipnya warga tidak menghalangi jalannya pembangunan bendungan. Semua mendukung, mungkin hanya masalah komunikasi dalam sosialisasi sebelumnya saja, warga merasa kurang bisa menyampaikan aspirasinya,” pungkasnya. (HWi)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59646)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51494)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49391)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14977)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14075)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13805)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13302)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11856)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9274)
Bedah JayaposMaladministrasi Pelayanan Mutasi Kendaraan di Samsat Kota Bekasi Semakin ParahBekasi, Jaya Pos Pelayanan mutasi kendaraan di Samsat Kota Bekasi sarat dengan maladministrasi, dimana ...


Punya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorPengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres