Kamis, 04 Juli 2019 - 06:39:58 WIB
Ketua LSM FPR Minta Kejari Kapuas Serius Tangani Kasus Dugaan Korupsi Proyek RPUKategori: Kalimantan Tengah - Dibaca: 71 kali

Baca Juga:Kabid Perkim Kab Pandeglang Segera Tegur PemborongFasum Fasos Diserobot, Diharapkan Walikota Jaksel Buka MataPelanggaran Pembangunan Hotel De 'Java Dibiarkan, Diduga Orang Penting BerperanPenertiban Tambang Liar Parmout Terus Digiatkan

Kuala Kapuas, Jaya Pos

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Pemuda Reformasi (FPR) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), Maseran Mahmud meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Kapuas serius menangani kasus dugaan korupsi terhadap proyek pembangunan Rumah Potong Unggas (RPU) senilai Rp 3,5 miliar, yang berlokasi di Jl Lintas Kapuas-Mandomai

Pasalnya, kasus dugaan korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri Kuala Kapuas tersebut, hingga kini proses hukumnya menggantung, tanpa kejelasan sehingga menjadi perhatian dan dipertanyakan masyarakat Kapuas.

“Hal ini penting agar masyarakat dan Dinas Pertanian tidak dirugikan. Disamping itu juga agar lembaga kejaksaan tidak tercoreng, karena dinilai lamban melaksanakan proses hukum. Sebab masalah ini sudah diketahui publik,” ucap Maseran Mahmud sebagaimana dirilis tewenews.com.

Bahkan menurut Maseran Mahmud, publik juga sudah tahu atas penetapan status tersangka oleh pihak kejaksaan dan masyarakat hingga kini terus menunggu sejauhmana proses hukum yang dilakukan oleh pihak Kejari Kapuas. “Jika ada ditemukan tersangka lainnya dalam pengembangan kasus ini maka kiranya bisa diproses sesuai ketentuan,” tutur Maseran Mahmud.

Sebagaimana diberitakan Jaya Pos, meski belum menetapkan tersangka, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kapuas, menyatakan terus melakukan penyidikan terhadap proyek pemba­ngunan Rumah Potong Unggas (RPU) dan IPAL di Kapuas, dengan meminta keterangan saksi dan ahli. Hal itu diungkapkan, Kasi Pidana Khusus Syahrul Arif Hakim, saat dikonfirmasi Jaya Pos via Whatsapp, Kamis (14/3) lalu.

Pemeriksaan saksi dan ahli tersebut merupakan rangkaian penyidikan yang dilakukan pihak Kejari Kapuas sejak Juli 2018. Atas dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pada proyek tersebut, yang hingga kini mangkrak, tidak dioperasikan.

Dikutip dari berita kaltengpos.co, Syahrul Arif Hakim membeberkan bahwa pihaknya melakukan penyelidikan terhadap proyek pembangunan RPU dan IPAL yang dikerjakan oleh pelaksana CV Dua Sahabat tersebut berawal dari laporan masya­rakat. Dan statusnya di tingkat ke tahap penyidikan, setelah ditemukan bahwa pelaksanaannya tidak sesuai petunjuk teknis (juknis) serta diduga ada kerugian negara.(Mandau)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59646)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51494)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49387)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14977)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14075)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13805)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13301)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11855)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9274)
Bedah JayaposPunya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorSumber, Jaya Pos Seakan tak pernah jera, sejumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon diduga ...


Pengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?Kasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka Baru
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres