Senin, 08 Oktober 2012 - 07:37:56 WIB
Seorang Karyawan di PT Incasi Raya Pangean Tewas MengenaskanKategori: Sumatera Barat - Dibaca: 1280 kali

Baca Juga:Rawa Glodok Perlu Uluran TanganKabid Perkim Kab Pandeglang Segera Tegur PemborongFasum Fasos Diserobot, Diharapkan Walikota Jaksel Buka MataPelanggaran Pembangunan Hotel De 'Java Dibiarkan, Diduga Orang Penting Berperan

Dharmasraya, Jaya Pos

Kecelakaan kerja hingga menewaskan seorang karya­wan di PT Incasi Raya Pang­ean, Kabupaten Dharmasraya, bikin heboh warga sekitar. Korban bernama Wandi, 40, tewas dengan kondisi mengenaskan. Kepalanya retak dan belah dua lantaran velg trailer yang dikemudikan dengan jhon deere merk new Holland TD 90, merenggut nyawanya. Peristiwa tragis itu terjadi, Senin (1/10) yang lalu sekitar pukul 11.30 WIB di work shop perusahaan setempat.

Informasi yang dihimpun Jaya Pos menyebutkan, korban mulanya bermaksud menambah angin trailer yang dibawanya saban hari. Sebagai operator, ia hari itu berencana menambah angin ban trailer. Memang, semua karyawan mekanik di work shop dalam bekerja tak nampak dilengkapi fasilitas dan keselamatan pekerja. Begitu juga dengan Wandi, dia bekerja apa adanya. Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih, tiba-tiba ban tersebut meledak.

Bunyi dentuman memecah suasana pagi beranjak siang itu. Mendadak karyawan lainnya berhamburan menengok korban. Ban meledak, velg pun lepas dari posisinya. Sontak saja kepala dan kening korban telak melukainya. Darah pun bercucuran hebat. Tidak itu saja, kepala korban retak seketika. Rekan kerja berupaya menolongnya, tapi belum lagi sampai ke balai pengobatan perusahaan, korban menghembuskan nafas terakhirnya. “Benar-benar sadis,” tutur Edi dan beberapa rekan korban lainnya ketika ditemui pecan lalu.

Korban tercatat sebagai karyawan tetap di PT Incasi Raya Pangean, sebagai operator jhon deere kebun. Ia sudah belasan tahun mengabdi di perusahaan besar itu. Orangnya yang ramah dan baik serta suka bergaul, membuat kepergiannya menjadi duka mendalam.  Begitu juga dengan keluarga korban dan istrinya, terlihat trauma dan sepertinya tidak menerima kenyataan tersebut.

Pantauan di lapangan, pekerja dalam melakukan tugasnya, terutama sekali di work shop tidak dilengkapi alat pengaman sebagai safety. Malah, karyawan bekerja dengan system tradisional. Tidak ada helm pengaman, sarung tangan maupun baju pengaman untuk kerja.
Ini diakui Kepala Bagian Work Shop, Siregar, kalau kondisi ini tidak terbantahkan. Katanya, sebagai menejer di work shop, ia tidak bias berbuat apa-apa. “Sejak perusahaan ini berdiri yakni tahun 1988 sampai 2012, belum ada kelengkapan dan safety karyawan,” tegasnya.

Hal ini pula juga diakui Pimpinan Wilayah Barat PT Incasi Raya Pangean, Damris S.Ag. Menurutnya, itulah kondisi yang ada. Kesannya, nyawa karyawan tidak berharga, dan perusahaan lebih mementingkan target kerja dan keuntungan. Itu bisa menjerat perusahaan, apalagi undang-undang yang ada menyatakan karyawan mesti dilengkapi dalam pengamanan bekerja sebagai upaya keselamatan bekerja. UU tentang ketenagakerjaan sepertinya dikangkangi perusahaan yang konon diback-up orang-orang besar tersebut. “Silahkan wartawan mau tulis apa, memang itulah kondisinya,” tuturnya lagi.

Sebagai tanggungjawab perusahaan, korban sudah disantuni dan dikebumikan oleh keluarganya. Uang duka dan uang penguburan juga sudah disalurkan. Menurut Damris, segala hak dan kewajiban perusahaan atas musibah ini akan diberikan. Karena, merupakan tanggungjawab perusahaan. Namun, berapa besarnya, pihaknya, belum bisa menyebutkan. Sebab, ada ketentuan yang mengaturnya. “Yang jelas kita sudah santuni dan kebumikan korban. Ini murni kecelakaan kerja,” paparnya.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sosnakertrans) Kabupaten Dharmasraya, Harijono, ketika dikonfirmasi menyatakan, belum ada laporan tentang tewasnya karyawan PT Incasi Raya Pangean, dalam kecelakaan kerja. Malah, Harijono, kaget bukan kepalang. Ia juga mengakui kalau belum ada informasi yang menewaskan karyawan tersebut. “Saya belum terima laporannya. Ini baru saya tahu kalau wartawan konfirmasi masalah kecelakaan kerja itu,” sebutnya.

Sesuai catatan yang ada, musibah dan kecelakaan kerja di PT Incasi Raya Pangean, sudah ada 3 kasus kecelakaan kerja. Dua kasus kesetrum listrik. Sementara, yang berujung pada maut, baru ini kali pertama. Agaknya, kepemimpinan Damris, benar-benar tengah diuji. Atau bisa jadi kepemimpinannya diibaratkan bertangan panas. Oscal


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59701)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52465)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51552)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15042)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14310)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14134)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13852)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13359)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12427)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9332)
Bedah JayaposPembangunan Infrastruktur di Kabupaten Dharmasraya Disinyalir Ada KongkalikongDharmasraya, Jaya Pos Pembangunan yang sudah selesai maupun yang tengah berjalan di Kabupaten Dharmasraya ...


Eksekusi bergaya premanisme, Hendra Laporkan ACC Finance ke BPSK Bukittinggi Kasus Tanah Kas Desa RancaudikTerkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RAB
Laporan KhususBupati H Ade Sugianto Melantik Direktur Operasional Pd BPR Artha Galunggung Kabupaten TasikmalayaTasikmalaya, Jaya Pos Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto, S. IP melantik Direktur Operasional PD Bank ...


Pemdes Sukaramai Jalin Kerjasama Dengan Praktisi Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Tentang PerikaKetua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliPolsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik