Minggu, 14 Juli 2019 - 06:44:50 WIB
Dua Desa di Trenggalek Jadi Sasaran TMMD Reguler Ke-105 Tahun 2019Kategori: Jawa Timur - Dibaca: 78 kali

Baca Juga:Pemberangkatan CJH Sulteng, Penerbangan Reguler Tidak TergangguKades Rimpian Lempar Tanggungjawab6 orang PSK Positif Terjangkit Menderita HIV75 Pemuda Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Trenggalek, Jaya Pos

Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) regu­ler yang merupakan program rutin dari Markas Besar (Mabes) TNI kembali digelar.

Untuk tahun 2019 ini TMMD telah memasuki periode ke-105. Untuk wilayah Kodam V Brawijaya, terbagi dalam lima daerah sasaran yaitu Kabupaten Banyuwangi, Sampang, Trenggalek, Blitar dan Bojonegoro. Sedangkan di Kabupaten Trenggalek, kegiatan terbagi menjadi 2 lokasi yakni Desa Sumurup dan Desa Dompyong, keduanya berada di Kecamatan Ben­dungan.

Kegiatan TMMD Ke-105 telah resmi dibuka oleh Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin dalam sebuah seremoni pembukaan di Lapangan Desa Surenlor, Kecamatan Bendungan dengan ditandai pemukulan gong pada Kamis (11/7).

Acara di hadiri oleh Danrem 081/DSJ, Kolonel Inf. Masduki, para perwira staf Kodam V Brawijaya, pejabat dari Lanud Iswahyudi, Dandim jajaran Korem 081/DSJ Madiun, jajaran Forkopimda Kabupaten Trenggalek, Kepala OPD Pemkab Trenggalek serta Muspika se-Kabupaten Trenggalek.

Menurut Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, TMMD bukan sekadar program rutin tahunan dari pusat untuk melakukan kegiatan fisik dan nonfisik di daerah, namun dengan makna lebih luas yang memiliki relevansi dan manfaat yang besar dari sisi komunikasi sosial, ekonomi masyarakat.
“Sesuai semangat undang-undang, dimana pembangunan daerah harus didukung oleh instansi lintas sektoral lain yang sejalan dengan program pemerintah Kabupaten Trenggalek,” ungkapnya.

Lanjut Gus Ipin (panggilan akrab Bupati Trenggalek), dengan mengusung tema “Membangun Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat”, TMMD ke-105 tahun 2019 ini diharapkan dapat meningkatkan sinergitas antar jajaran dan masyarakat.

“Tujuan utamanya jelas, untuk mewujudkan motto Trenggalek yang bersih, tertib, aman, sehat dan indah (berteman hati). Di Trenggalek ini harus mampu terwujud rasa persatuan serta nilai kebersamaan antar semua elemen,” harapnya.

Ditambahkannya, profesionalitas dan tanggung jawab TNI dalam melaksanakan TMMD tidak perlu diragukan. Hanya perlu dukungan moral dari semua pihak agar semua agenda kegiatan bisa berjalan sukses. Tahun ini, pihak Pemerintah Kabupaten Trenggalek menganggarkan sekitar Rp. 1,8 miliar untuk TMMD ini.

“Saya lihat dari segi hasil pekerjaan TMMD diberbagai daerah, untuk kualitas pekerjaannya bagus. Tanggung jawabnya juga sudah teruji dan terpercaya,” tandasnya.

Terpisah, Komandan Korem (Danrem) 081/DSJ, Kolonel Inf. Masduki menerangkan, TMMD merupakan wujud operasi bhakti TNI bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang dilakukan secara terpadu, lintas sektoral, antara TNI dengan Kementerian, Lembaga Non-Kementerian, Pemerintah Daerah dan komponen bangsa lainnya.

“Ini juga merupakan bagian dari wujud bhakti TNI dalam operasi selain perang yang bekerja sama dengan lembaga lain,” ujar mantan Staf Ahli Pangdam XVI/Pattimura Bidang Hukum dan Humaniter itu.

Dikatakannya, yang menjadi dasar dari program TMMD ini adalah UU Nomor 34 Tahun 2004, tentang TNI, UU Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, UU Pemerintahan Daerah Nomor 32 tahun 2004, Peraturan Presiden RI Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2005-2009 dan Surat Menteri Dalam Negeri RI tentang Pedoman Penyususan Anggaran APBD untuk Program TMMD, dan terakhir adalah SK Menhankam/Pangab tentang Pengesahan buku pola dasar konkritisasi Kemanunggalan TNI dan Rakyat dan Pola Operasional TNI ABRI Masuk Desa.

“Untuk payung hukum dan landasan konstitusional dari kegiatan TMMD ini sudah jelas semua, bahkan di sisi teknis juga terstruktur dan terukur,” sambungnya.

Menambahkan keterangan dari Danrem, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-105 Trenggalek, Letkol Inf. Dodik Novianto mengatakan, jika program ini dilaksanakan oleh TNI, Polri, Pemkab bersama dengan masyarakat dan dilakukan serentak di seluruh Indonesia guna mendukung akselerasi pembangunan nasional hingga ke pelosok daerah. Proses perencanaannya dilakukan bertahap, mengutamakan aspirasi dan kepenti­ngan masyarakat pedesaan dengan skala prioritas.

“Semua proses telah dilalui, kemudian diteliti dan dikaji bersama, dipadukan dengan program pemerintah daerah sehingga bisa singkron. Sedangkan untuk pelaksanaan TMMD itu sendiri akan berlangsung selama 30 hari, terhitung mulai tanggal 11 Juli – 10 Agustus 2019,” tambah pria ramah asli Jember ini.

Dikatakannya, pembangunan fisik berupa infrastruktur memang menjadi prioritas namun yang non-fisik juga tidak kalah penting. Semisal, penyuluhan mengenai wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, antisipasi berita hoax, teknologi pertanian dan peternakan, penanggulangan bencana, serta penyampaian informasi penting lainnya.

“Seperti tahun ini, sesuai dengan tema, kita buatkan penyuluhan untuk menangkal serta mengantisipasi berita hoaks, penguatan karakter serta wawasan kebangsaan. Tentunya semangat gotong royong, sinergitas juga nilai-nilai persatuan tetap yang diutamakan,” tegas Dansatgas. (HWi)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59646)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51494)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49389)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14977)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14075)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13805)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13302)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11856)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9274)
Bedah JayaposPunya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorSumber, Jaya Pos Seakan tak pernah jera, sejumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon diduga ...


Pengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?Kasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka Baru
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres