Jumat, 19 Juli 2019 - 06:56:12 WIB
Jejaring Kemitraan Pengajar BIPA di GumasKategori: Pendidikan - Dibaca: 33 kali

Baca Juga:HUT Harian Jaya Pos Ke-V, Dilaksanakan Di PUTRI DUYUNG Taman Impian Jaya Ancol JakartaKepala Imigrasi Blitar Legalkan Calo dan Berkas PalsuPengusaha Bangun Rumah, Bongkar Tembok Pembatas Lapangan BolaWarga Jakpus Gantung Harapan Kepada Gubernur Baru

Kuala Kurun, Jaya Pos

Balai Bahasa Kalimantan Tengah (Kemendikbud) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mengadakan sosialisasi Jejaring Kemitraan Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Aula Tampung Penyang Kaula Kurun, Jumat (5/7).

Kegiatan sosialisasi, yang kali pertama diadakan bagi pelajar BIPA untuk mengenal bahasa Indonesia sebagai lambang identitas nasional Indonesia itu, dibuka oleh Kapala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gunung Mas, yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas Indra Yustina.

Dalam sambutannya saat membuka sosialisasi, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas Indra Yustina mengatakan, sosialisasi tersebut bertujuan agar pelajar BIPA memahami bahasa Indonesia secara lingustik, (ejaan fonologi, morfologi, sintaksis, dan kosakata). Sehingga pelajar BIPA mampu menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai ragam, baik secara reseptif maupun produktif. Serta mampu mengapresiasi sastra Indonesia dalam berbagai bentuknya (prosa, puisi, drama, syair lagu).

“Dengan kegiatan ini, juga diharapkan nantinya akan terbentuk Asosiasi BIPA di Kabupaten Gunung Mas, Asosiasi ini bisa menyediakan pengajar bahasa Indonesia untuk penutur asing. Sehingga pada akhirnya bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa internasional antar bangsa terutama di dunia kerja,” katanya.

Sementara itu, dalam sosialisasi tersebut, Kepala Balai Bahasa Kalimantan Tengah, Wayan Tama mengajak peserta di semua sektor, baik itu di bidang pariwisata, kebudayaan agar berupaya dalam menangani masalah-masalah orang asing yang bekerja di Indonesia, memberikan pemahaman kepada mereka, agar menguasai bahasa Indonesia supaya tidak terjadi masalah yang disharmonisasi.

“Saat ini pengajaran Bahasa Indonesia mulai dilirik dan diminati oleh warga negara lain, terutama yang berada di zona Asia-Pasifik. Saat ini lebih dari 22 negara menjadikan BI sebagai bahasa kedua mereka,” ucapnya.

Dikatakannya, sebagai sebuah sistem, bahasa Indonesia harus dipandang sebagai salah satu kesatuan yang utuh. Oleh karena itu, bahan ajar tata bahasa diintegrasikan dengan bahan ajar aspek lain, begitu juga sistem tulis (ejaan). Aspek belajar bahasa lisan (menyimak dan berbicara) serta aspek belajar bahasa tulis (membaca dan menulis) dilakukan secara terintegrasi pula. “Di dalam negeri untuk menguatkan bahasa Indonesia bagi pekerja orang asing, di berbagai negara kita sudah melakukan kegiatan yang sama mendirikan lembaga-lembaga yang mengajarkan bahasa Indonesia itu di luar negeri,” tuturnya.

Keterkaitan pihak terkait para pemangku kepentingan, kata dia semestinya bisa terlibat. Di wilayah kabupaten, minimal Bupati bisa bekerja sama membuat semacam regulasi, setiap pekerja asing yang bekerja di wilayah kabupaten, wajib tersertifikasi tentang penguasaan bahasa Indonesia.

“Langkah pertama untuk menindaklanjuti kegiatan sosialisasi ini adalah adanya payung hukum, setelah payung hukum itu, kita mencari data base pendataan di Gunung Mas, dimana wilayah orang asing itu banyak yang akan kita garap. Kalau sudah terbagun data base, kami akan mendirikan asosiasi, dari asosiasi kami akan menjaring kerja sama, sehingga tidak susah-puyah harus datang ke Kabupaten Gunung Masm tinggal melakukan monitoring,” pungkasnya.(Mandau)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59646)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51496)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49435)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14978)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14075)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13806)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13302)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11865)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9275)
Bedah JayaposMaladministrasi Pelayanan Mutasi Kendaraan di Samsat Kota Bekasi Semakin ParahBekasi, Jaya Pos Pelayanan mutasi kendaraan di Samsat Kota Bekasi sarat dengan maladministrasi, dimana ...


Punya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorPengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres