Sabtu, 20 Juli 2019 - 08:00:30 WIB
Bongkar Dugaan Korupsi Mega Proyek Embung Gunung Mentas BelitungKategori: Kepulauan Babel - Dibaca: 271 kali

Baca Juga:PLTD Gardu Induk Dumai: Tingkat Kebisingan Mesin Mesti DiukurDisdik Gresik Terapkan Pendidikan Karakter Kepribadian PengajarHUT Harian Jaya Pos Ke-V, Dilaksanakan Di PUTRI DUYUNG Taman Impian Jaya Ancol JakartaKepala Imigrasi Blitar Legalkan Calo dan Berkas Palsu

Talud/dinding embung yang mengalami beberapa kali ambruk sulit untuk diperbaiki kembali, bahkan bisa dikatakan tidak bisa diperbaiki.

Bangka Belitung, Jaya Pos

Mega proyek prasarana air baku Gunung Mentas (Embung) Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang dilaksanakan selama 3 tahun dimulai dari tahun 2016 hingga tahun 2018 telah menghabiskan uang negara sebesar Rp 123 miliar sumber dana APBN.

Mega proyek milik Satker PJPA Babel ini sempat menghebohkan dan menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan lantaran pekerjaannya disinyalir tidak sesuai dengan spek, seperti ambruknya beberapa kali talud/dinding embung. Hal ini tentu mengidikasikan jika mega proyek prasarana air baku Gunung Mentas (Embung) Belitung sarat dengan penyimpangan dan sudah sepantasnya aparat penegak hukum membongkar dugaan korupsi mega proyek tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Jaya Pos menyebutkan bahwa mega proyek prasarana air baku Gunung Mentas (Embung) Belitung tidak selesai dikerjakan, sedangkan untuk talud/dinding embung yang mengalami beberapa kali ambruk sulit untuk diperbaiki kembali bahkan bisa dikatakan tidak bisa diperbaiki. Faktanya, hingga sekarang ambruknya talud/dinding embung tidak juga dapat diperbaiki.

“Proyek itu tidak selesai dikerjakan. Talud/dinding embung yang mengalami beberapa kali ambruk sulit untuk diperbaiki bahkan bisa dikatakan tidak bisa diperbaiki. Faktanya hingga sekarang belum juga diperbaiki,” tutur sumber yang minta namanya untuk tidak ditulis, beberapa waktu lalu.

Sementara, Kasatker PJPA Babel Joni tak menampik kalau talud/dinding embung mega proyek prasarana air baku Gunung Mentas (Embung) Belitung ada yang ambruk dan belum dilakukan perbaikan, namun dirinya berjanji akan segera melakukan perbaikan terhadap talud/dinding embung yang mengalami ambruk itu.

“Memang ada yang ambruk dan belum diperbaiki, rencananya minggu ini juga diperbaiki,” kata Joni ketika dihubungi melalui sambungan telepon, belum lama ini.

Diakuinya, mega proyek prasarana air baku Gunung Mentas (Embung) Belitung belum ke tahap FHO (serah terima barang-red) dikarenakan masih dalam masa pemeliharaan.“Kalau PHO sudah tapi FHO nya belum. ‘Kan masih masa pemeliharaan,” ungkap Joni sembari menyebut nomor teleponnya dalam pengawasan KPK.

Bersamaan dengan itu,Widy yang mengaku sebagai pagawai dari PT Fatimah mengungkapkan mega proyek prasarana air baku Gunung Mentas (Embung) Belitung tidak bisa beropersi disebabkan belum dibangunnya WTP (Weter Treatmen Plant) meskipun pelaksaanannya telah usai dikerjaakan.

“WTP atau tempat peng­olahannya belum dibangun. Proyek ini sudah selesai namun belum bisa beroperasi. Kalau saya dari pelaksana PT Fatimah Mas,” kata Widy saat ditemui di lokasi mega proyek prasarana air baku Gunung Mentas (Embung) Belitung.(Oby)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59646)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51494)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49387)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14977)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14075)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13805)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13301)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11855)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9274)
Bedah JayaposPunya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorSumber, Jaya Pos Seakan tak pernah jera, sejumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon diduga ...


Pengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?Kasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka Baru
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres