Kamis, 11 Oktober 2012 - 20:06:05 WIB
Guru Yang Lulus Sertifikas di Pungli Oleh Kepala UPTD RejotanganKategori: Jawa Timur - Dibaca: 282 kali

Baca Juga:Perpustakaan SMAN 2 Kota Sukabumi Miliki 4.700 Koleksi Judul BukuBeberapa Pejabat Mencari Untung Dibalik Prona GratisKebanggan Mencari Kades Baru, Diharapkan Dapat Membangun Desa Lebih BaikKapolsek Pulau Buaya Siap Sosialisasikan Lurah dan Kepling

Tulungagung,  Jaya Pos.

Mengacu pemberitaan terkait UPTD rejotangan pada beberapa edisi yang lalu sampai sekarang ini belum ada tindakan yang jelas dari Dinas Pendidikan maupun inspektorat,  ini membuat para korban pungli jadi resah.

 “Kemarin sempat diperiksa inspektorat dan sudah dipanggil Dinas pendidikan, tetapi kenyataannya kasus ini seperti dilupakan, kenapa orang kecil selalu ditindas apakah para Pemilik kebijakan Pendidikan akan selalu menjadikan kami (para guru) sebagai sapi perahan mereka ? “ keluh salah satu guru yang kena pungli sertifikasi.

Dunia pendidikan tercoreng lagi akibat ulah oknum-oknum di UPTD Rejotangan, dengan melakukan punguntan terhadap para guru yang lulus sertifikasi tahun 2012.

Guru yang telah lulus sertifikasi harus membayar sejumlah uang kepada oknum pengawas,  dengan rincian 600.000 untuk uang lobi, 2.500.000 untuk 5 pengawas, 270.000 untuk syukuran dan 150.000 untuk biaya operasional.

Ketika dikonfirmasikan kepada kepala UPTD Rejotangan menjelaskan,  bahwa tidak pernah ada pungutan kalau di kantor UPTD , dan setiap ada rapat di kantor juga tidak pernah ada pungutan seperti itu, ketika disinggung  keterangan dari nara sumber bahwa oknum pengawas UPTD Rejotangan,  Waras (Ka.UPTD)  menerangkan bahwa dirinya tidak tahu menahu atas pungutan yang dilakukan anak buahnya, dan ketika dikonfirmasi sangsinya apa kalau informasi pengawasnya melakukan penarikan? Waras seakan-akan menutup-nutupi atas apa yang dilakukan pengawasnya namun yang pada akhirnya memberikan jawaban,  akan diberikan sangsi kalau terbukti.

Ditempat terpisah,  salah satu pengawas Haryono dihubungi via telpon menerangkan bahwa kepala UPTD mengetahui kegiatan pungli sertifikasi tersebut.

Masih menurut narasumber, bahwa terjadi pengancaman pada salah seorang guru yang lulus sertifikasi oleh salah seorang pengawas “kalau lapor awas kamu”tidak hanya itu, ternyata waktu ditelusuri lebih lanjut dan kita datangi para Guru yang menjadi korban pungli menerangkan, bahwa Kepala UPTD Rejotangan Waras mengetahui kegiatan yang dilakukan oleh 2 pengawasnya, yaitu Haryono dan Suhasto .

Masih menurut narasumber,  kelihatannya Haryono dan Suhasto sudah ada kesepakatan bersama dengan Kepala UPTD Rejotangan Waras untuk melakukan pungutan kepada Guru yang lulus sertifikasi ,  dan pungli sertifikasi memang sudah direncanakan jauh jauh hari dengan alasan untuk melancarkan Sertifikasi , besaran nilai nominal yang wajib dibayar untuk memperlancar sertifikasi sebesar kurang lebih Rp 1.020.000 . (rif)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59646)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51496)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49435)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14978)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14075)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13806)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13302)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11865)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9275)
Bedah JayaposMaladministrasi Pelayanan Mutasi Kendaraan di Samsat Kota Bekasi Semakin ParahBekasi, Jaya Pos Pelayanan mutasi kendaraan di Samsat Kota Bekasi sarat dengan maladministrasi, dimana ...


Punya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorPengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres