Selasa, 16 Oktober 2012 - 13:04:19 WIB
Proses Pemilihan Kades Sritanjung Tarempa, Kemenangan Fadli Diduga Tidak Sah Kategori: Kepri - Dibaca: 396 kali

Baca Juga:Guru Yang Lulus Sertifikas di Pungli Oleh Kepala UPTD RejotanganPerpustakaan SMAN 2 Kota Sukabumi Miliki 4.700 Koleksi Judul BukuBeberapa Pejabat Mencari Untung Dibalik Prona GratisKebanggan Mencari Kades Baru, Diharapkan Dapat Membangun Desa Lebih Baik

Anambas-Jaya Pos

Seiring diberlakukannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah yang didalamnya tercakup pula peraturan tentang desa, maka mulai muncul harapan bahwa desa didudukkan sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki hak dan asal usul dalam system Pemerintahan Negara Republik Indonesia yang berdemokrasi, dipraktekkan secara musyawarah dan mufakat atau prinsip kekeluargaan yang bersumber pada kepribadian dan pandangan hidup bangsa Indonesia.  

Salah satu bentuk dari demokrasi di tingkat desa yaitu pemilihan Kepala Desa  yang merupakan wujud dari pelaksanaan demokrasi langsung.

Disamping itu, selain mencakup Perda KKA Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Pemilihan Kepala Desa, kehadiran Badan  PerwakilanDesa (BPD) mempunyai peranan atau kedudukan yang pentingya itu membuat peraturan desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, serta melakukan pangawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa, dalam hal ini proses Pilkades (PemilihanKepalaDesa) di desaSritanjung, Tarempa Kabupaten  Kepulauan Anambas.

Tapi sayang, pemilihan yang sekilas tampak berdemokrasi itu, diduga hanya sebuah kamuflase.

Kuat dugaan, dalam pemilihan Kepala Desa tersebut terjadi “kecurangan” hingga menghadirkan seorang Kepala Desa terpilih yang kabarnya tidak memenuhi persyaratan sesuai Perda No.13 Tahun 2011.  

Sudah lebih dua pekan, Fadly menjadi pemenang dalam pemilihan calon kepala desa Sritanjung Tarempa, KKA yang  diselenggarakan disebuah gedung Sekolah Dasar  yang sangat sederhana.

Pria yang kesehariannya berstatus sebagai PTT (PegawaiTidaktetap-Red) di Bagian Umum ini menang dengan 156 suara, setelah mengalahi dua orang saingannya, Rudi yang mendapatkan 77 suara dan Ronald mendapat 128 suara.

Sekilas prosedur kemenangan Fadly terlihat mulus, sebaliknya, rumor yang diterima dari beberapa sumber mengatakan,  dari awal pendaftaran pencalonan KepalaDesa, Fadly sudah menyalahi prosedur (persyaratan-Red).

“Awalnya yang mendaftar menjadi calon kepala desa itu ada tiga orang, yakni, calon pertama bernama Lifinus, Kedua, Rudi dan ketiga Ronald. Namun saat mendekati hari pemilihan, Lifinus menyatakan mengundurkan diri.

Dan anehnya, pada saat Lifinus mengundurkan diri, pihak panitia memulangkan kelengkapan persyaratan pencalonan  tersebut kepada orang yang bersangkutan, termasuk uang kurang lebih satu juta sebagai salah satu syarat mengikuti pemilihan.

Padahal, didalam aturan mainnya, jika ada peserta yang sudah  mendaftarkan (mencalonkan-Red) diri dan kemudian batal mengikuti pemilihan tersebut, maka persyaratan yang telah diserahkan kepihak panitia tidak bisa dikembalikan.

Tapi ini malah sebaliknya.  muncullah calon pengganti (menjadi calon ketiga-Red) bernama Fadly.Si pengganti inipun kehadirannya sempat dipertanyakan dalam forum pemilihan, sebab beliau mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa tidak sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam prosedur persyaratan pemilihan kepala desa.

Bukan Cuma itu, saat mendaftar dia juga tidak melampirkan surat ijin yang ditanda tangani langsung oleh atasannya  tempat dimana diabekerja,” tutur sumber Jaya Pos yang tidak ingin dicantumkan namanya, Jumat lalu disalah satu rumah makan yang ada dibilangan Tarempa KKA.
 

Adil dan berdemokrasi tidak luput dari peranan Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa tersebut, namun Michael sebagai Ketua panitia pelaksana pemilihan yang kesehariannya juga tercatat sebagai petugas Satpol PP, saat hendak ditemui Jaya Pos selalu tidak ada  ditempat.
“Pak Michael dinas malam, Dia jarang masuk pagi. Kalau mau ketemu beliau, coba nanti malam,” tutur salah seorang petugasSatpol PP yang saat itu sedang bertugas.
Sementara, Kabag Umum, Alfian saat dihubungi  rekan media Jaya Pos melalui   ponselnya mengaku belum pernah menandatangani surat ijin sebagai bukti Dia telah mengizinkan Fadly untuk mengikuti pemilihan Kepala Desa.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              “Saat itu saya sedang tidak ada di Anambas. Jadi sampai saat ini saya belum menandatangani surat ijin untuk beliau,” tutur Alfian dari balik ponsel.

Pengakuan yang diutarakan Alfian sebagai atasan Fadly yang kini menjadi pemenang dalam pemilihan kepala desa Sritanjung Tarempa merupakan salah satu bukti bahwa pencalonan Fadly dari awal sudah melanggar aturan main.

Jadi, apakah terpilihnya sosok Fadly bias dinyatakan sah ? Itu hanya publik yang bias menjawab.@devi-Leep


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (111951)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (80379)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (10641)Masyarakat Tapanuli Tengah Demo Didepan Kantor KPK Minta Ketua KPK Tangkap Bonaran Situmeang (7139)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (6339)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (5834)Harian JAYA POS (5662)Demo di Kantor Bupati Tapteng, Minta Bonaran Situmeang Segera Ditangkap (5352)Demo di Jakarta dan Tapteng Desak Tangkap Bonaran Situmeang (5344)Merasa Ditelantarkan Mawar Ungkap Kedekatannya Dengan Bupati Mappi (4616)
Bedah JayaposJudi Togel Marak Di Tapanuli Tengah, Agar Aman Diduga Oknum Polisi Terima UpetiSibolga, Jaya Pos Peredaran judi toto gelap (togel) di wilayah Kecamatan Badiri Kabupaten Tapanuli Tengah ...


Persediaan Obat Kemoteraphy di RS Persahabatan 2 Minggu KosongTerlantarkan Hingga Meninggal Dunia dan Gelapkan Hak Karyawannya, PT LIH Tidak BerperikemanusiaanHampir Dua Tahun Sebagai Tersangka Asun Belum DiadiliKasubdit III Direskrim Umum Poldasu Diduga Bekingi Bandar Togel Kota SiantarDugaan Penyelewengan Dana Hibah Rp 6 M Untuk Nelayan Tahap Pengumpulan DataPengawasan PU Binamarga Sulsel Disorot Pekerjaan Jalan Pekkae Barru Soppeng Acak-Acakan?TI Rajuk Sungai Bulu Ajang ATM Oknum Aparat Petinggi Polda Babel Bungkam
Laporan KhususMengenali Gejala Awal Penyakit JantungSehat, Jaya PosJantung adalah sebuah otot yang memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam suatu serangan jantung ...


HUT HARIAN JAYA POS KE VI DI GHITTARI COTTAGE PUNCAK BOGORHUT HARIAN JAYA POS KE VI DI GHITTARI COTTAGE PUNCAK BOGORHUT Harian Jaya Pos KE-VIHUT Harian Jaya Pos KE-VI" Kabarkan Kebaikan dan Kesalehan Indonesia, Kritis Terhadap Kekeliruan dan Kesalahan Bangsa "Pemahaman Hukum Kontrak Bagi Aparatur Pemerintahan Sangat PentingOKI Akan Jadi Penopang Lumbung Pangan Nasional