Selasa, 16 Oktober 2012 - 13:04:19 WIB
Proses Pemilihan Kades Sritanjung Tarempa, Kemenangan Fadli Diduga Tidak Sah Kategori: Kepri - Dibaca: 441 kali

Baca Juga:Guru Yang Lulus Sertifikas di Pungli Oleh Kepala UPTD RejotanganPerpustakaan SMAN 2 Kota Sukabumi Miliki 4.700 Koleksi Judul BukuBeberapa Pejabat Mencari Untung Dibalik Prona GratisKebanggan Mencari Kades Baru, Diharapkan Dapat Membangun Desa Lebih Baik

Anambas-Jaya Pos

Seiring diberlakukannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah yang didalamnya tercakup pula peraturan tentang desa, maka mulai muncul harapan bahwa desa didudukkan sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki hak dan asal usul dalam system Pemerintahan Negara Republik Indonesia yang berdemokrasi, dipraktekkan secara musyawarah dan mufakat atau prinsip kekeluargaan yang bersumber pada kepribadian dan pandangan hidup bangsa Indonesia.  

Salah satu bentuk dari demokrasi di tingkat desa yaitu pemilihan Kepala Desa  yang merupakan wujud dari pelaksanaan demokrasi langsung.

Disamping itu, selain mencakup Perda KKA Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Pemilihan Kepala Desa, kehadiran Badan  PerwakilanDesa (BPD) mempunyai peranan atau kedudukan yang pentingya itu membuat peraturan desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, serta melakukan pangawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa, dalam hal ini proses Pilkades (PemilihanKepalaDesa) di desaSritanjung, Tarempa Kabupaten  Kepulauan Anambas.

Tapi sayang, pemilihan yang sekilas tampak berdemokrasi itu, diduga hanya sebuah kamuflase.

Kuat dugaan, dalam pemilihan Kepala Desa tersebut terjadi “kecurangan” hingga menghadirkan seorang Kepala Desa terpilih yang kabarnya tidak memenuhi persyaratan sesuai Perda No.13 Tahun 2011.  

Sudah lebih dua pekan, Fadly menjadi pemenang dalam pemilihan calon kepala desa Sritanjung Tarempa, KKA yang  diselenggarakan disebuah gedung Sekolah Dasar  yang sangat sederhana.

Pria yang kesehariannya berstatus sebagai PTT (PegawaiTidaktetap-Red) di Bagian Umum ini menang dengan 156 suara, setelah mengalahi dua orang saingannya, Rudi yang mendapatkan 77 suara dan Ronald mendapat 128 suara.

Sekilas prosedur kemenangan Fadly terlihat mulus, sebaliknya, rumor yang diterima dari beberapa sumber mengatakan,  dari awal pendaftaran pencalonan KepalaDesa, Fadly sudah menyalahi prosedur (persyaratan-Red).

“Awalnya yang mendaftar menjadi calon kepala desa itu ada tiga orang, yakni, calon pertama bernama Lifinus, Kedua, Rudi dan ketiga Ronald. Namun saat mendekati hari pemilihan, Lifinus menyatakan mengundurkan diri.

Dan anehnya, pada saat Lifinus mengundurkan diri, pihak panitia memulangkan kelengkapan persyaratan pencalonan  tersebut kepada orang yang bersangkutan, termasuk uang kurang lebih satu juta sebagai salah satu syarat mengikuti pemilihan.

Padahal, didalam aturan mainnya, jika ada peserta yang sudah  mendaftarkan (mencalonkan-Red) diri dan kemudian batal mengikuti pemilihan tersebut, maka persyaratan yang telah diserahkan kepihak panitia tidak bisa dikembalikan.

Tapi ini malah sebaliknya.  muncullah calon pengganti (menjadi calon ketiga-Red) bernama Fadly.Si pengganti inipun kehadirannya sempat dipertanyakan dalam forum pemilihan, sebab beliau mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa tidak sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam prosedur persyaratan pemilihan kepala desa.

Bukan Cuma itu, saat mendaftar dia juga tidak melampirkan surat ijin yang ditanda tangani langsung oleh atasannya  tempat dimana diabekerja,” tutur sumber Jaya Pos yang tidak ingin dicantumkan namanya, Jumat lalu disalah satu rumah makan yang ada dibilangan Tarempa KKA.
 

Adil dan berdemokrasi tidak luput dari peranan Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa tersebut, namun Michael sebagai Ketua panitia pelaksana pemilihan yang kesehariannya juga tercatat sebagai petugas Satpol PP, saat hendak ditemui Jaya Pos selalu tidak ada  ditempat.
“Pak Michael dinas malam, Dia jarang masuk pagi. Kalau mau ketemu beliau, coba nanti malam,” tutur salah seorang petugasSatpol PP yang saat itu sedang bertugas.
Sementara, Kabag Umum, Alfian saat dihubungi  rekan media Jaya Pos melalui   ponselnya mengaku belum pernah menandatangani surat ijin sebagai bukti Dia telah mengizinkan Fadly untuk mengikuti pemilihan Kepala Desa.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              “Saat itu saya sedang tidak ada di Anambas. Jadi sampai saat ini saya belum menandatangani surat ijin untuk beliau,” tutur Alfian dari balik ponsel.

Pengakuan yang diutarakan Alfian sebagai atasan Fadly yang kini menjadi pemenang dalam pemilihan kepala desa Sritanjung Tarempa merupakan salah satu bukti bahwa pencalonan Fadly dari awal sudah melanggar aturan main.

Jadi, apakah terpilihnya sosok Fadly bias dinyatakan sah ? Itu hanya publik yang bias menjawab.@devi-Leep


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (113016)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (81945)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (14331)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (10061)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (8185)Masyarakat Tapanuli Tengah Demo Didepan Kantor KPK Minta Ketua KPK Tangkap Bonaran Situmeang (8019)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (7397)Harian JAYA POS (6568)Demo di Kantor Bupati Tapteng, Minta Bonaran Situmeang Segera Ditangkap (6379)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (6301)
Bedah JayaposDiduga Proyek Bermasalah 3 LSM Laporkan ke KPKBantaeng, Jaya Pos Kegiatan reklamasi proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga ...


Kejaksaan Akan Usut Dugaan Korupsi PDAM TirtaweningProyek peningkatan Sistem Lalu Lintas Kapal di Dumai, Publik Pertanyakan Bentuk Proyek dan KeberadaaAhli Waris Keluarga Tiga Menteng, Menuntut Pembayaran Ganti Rugi Lahan SDN No 14 dan 41Putihkan 5.000 Ha Sawit Ilegal Milik PT. BGA Group, Pejabat Ketapang Diisukan Terima Fee Rp 40 M52 unit Perumahan Dibangun PT Erminta Diduga Tanpa IMBButuh Perhatian Kapoldasu, Pemerasan dan Perampokan Marak di JalinsumDiduga Manager PT. PAL Main dengan Mafia Tanah
Laporan KhususJokowi - JK deklarasikan kemenangannya di Sunda KelapaJakarta, Jaya Pos Setelah Komisi Pemilihan Umum Pusat Jakarta, Selasa Malam, menetapkan Joko Widodo dan ...


"Ida Hinadenggan ni Angka na Sarohai"Tradisi Budaya Mudik Tradisi Mudik Bagi Kaum PerantauQuck Count dari Berbagai Lembaga Survei, Pasangan Jokowi-JK Unggul SementaraKelompok Tani Pribumi Kalbar Dukung Jokowi-JK Jadi Presiden RIGerakan Batak Bersatu Dukung Jokowi-JKBudaya Adat Totokng Simpang Pasir Dukung Jokowi-JKPuisi Gejolak Asmara & Kaca Oleh: Sarah Engeline Joseph.