Selasa, 16 Oktober 2012 - 13:04:19 WIB
Proses Pemilihan Kades Sritanjung Tarempa, Kemenangan Fadli Diduga Tidak Sah Kategori: Kepri - Dibaca: 529 kali

Baca Juga:Guru Yang Lulus Sertifikas di Pungli Oleh Kepala UPTD RejotanganPerpustakaan SMAN 2 Kota Sukabumi Miliki 4.700 Koleksi Judul BukuBeberapa Pejabat Mencari Untung Dibalik Prona GratisKebanggan Mencari Kades Baru, Diharapkan Dapat Membangun Desa Lebih Baik

Anambas-Jaya Pos

Seiring diberlakukannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah yang didalamnya tercakup pula peraturan tentang desa, maka mulai muncul harapan bahwa desa didudukkan sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki hak dan asal usul dalam system Pemerintahan Negara Republik Indonesia yang berdemokrasi, dipraktekkan secara musyawarah dan mufakat atau prinsip kekeluargaan yang bersumber pada kepribadian dan pandangan hidup bangsa Indonesia.  

Salah satu bentuk dari demokrasi di tingkat desa yaitu pemilihan Kepala Desa  yang merupakan wujud dari pelaksanaan demokrasi langsung.

Disamping itu, selain mencakup Perda KKA Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Pemilihan Kepala Desa, kehadiran Badan  PerwakilanDesa (BPD) mempunyai peranan atau kedudukan yang pentingya itu membuat peraturan desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, serta melakukan pangawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa, dalam hal ini proses Pilkades (PemilihanKepalaDesa) di desaSritanjung, Tarempa Kabupaten  Kepulauan Anambas.

Tapi sayang, pemilihan yang sekilas tampak berdemokrasi itu, diduga hanya sebuah kamuflase.

Kuat dugaan, dalam pemilihan Kepala Desa tersebut terjadi “kecurangan” hingga menghadirkan seorang Kepala Desa terpilih yang kabarnya tidak memenuhi persyaratan sesuai Perda No.13 Tahun 2011.  

Sudah lebih dua pekan, Fadly menjadi pemenang dalam pemilihan calon kepala desa Sritanjung Tarempa, KKA yang  diselenggarakan disebuah gedung Sekolah Dasar  yang sangat sederhana.

Pria yang kesehariannya berstatus sebagai PTT (PegawaiTidaktetap-Red) di Bagian Umum ini menang dengan 156 suara, setelah mengalahi dua orang saingannya, Rudi yang mendapatkan 77 suara dan Ronald mendapat 128 suara.

Sekilas prosedur kemenangan Fadly terlihat mulus, sebaliknya, rumor yang diterima dari beberapa sumber mengatakan,  dari awal pendaftaran pencalonan KepalaDesa, Fadly sudah menyalahi prosedur (persyaratan-Red).

“Awalnya yang mendaftar menjadi calon kepala desa itu ada tiga orang, yakni, calon pertama bernama Lifinus, Kedua, Rudi dan ketiga Ronald. Namun saat mendekati hari pemilihan, Lifinus menyatakan mengundurkan diri.

Dan anehnya, pada saat Lifinus mengundurkan diri, pihak panitia memulangkan kelengkapan persyaratan pencalonan  tersebut kepada orang yang bersangkutan, termasuk uang kurang lebih satu juta sebagai salah satu syarat mengikuti pemilihan.

Padahal, didalam aturan mainnya, jika ada peserta yang sudah  mendaftarkan (mencalonkan-Red) diri dan kemudian batal mengikuti pemilihan tersebut, maka persyaratan yang telah diserahkan kepihak panitia tidak bisa dikembalikan.

Tapi ini malah sebaliknya.  muncullah calon pengganti (menjadi calon ketiga-Red) bernama Fadly.Si pengganti inipun kehadirannya sempat dipertanyakan dalam forum pemilihan, sebab beliau mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa tidak sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam prosedur persyaratan pemilihan kepala desa.

Bukan Cuma itu, saat mendaftar dia juga tidak melampirkan surat ijin yang ditanda tangani langsung oleh atasannya  tempat dimana diabekerja,” tutur sumber Jaya Pos yang tidak ingin dicantumkan namanya, Jumat lalu disalah satu rumah makan yang ada dibilangan Tarempa KKA.
 

Adil dan berdemokrasi tidak luput dari peranan Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa tersebut, namun Michael sebagai Ketua panitia pelaksana pemilihan yang kesehariannya juga tercatat sebagai petugas Satpol PP, saat hendak ditemui Jaya Pos selalu tidak ada  ditempat.
“Pak Michael dinas malam, Dia jarang masuk pagi. Kalau mau ketemu beliau, coba nanti malam,” tutur salah seorang petugasSatpol PP yang saat itu sedang bertugas.
Sementara, Kabag Umum, Alfian saat dihubungi  rekan media Jaya Pos melalui   ponselnya mengaku belum pernah menandatangani surat ijin sebagai bukti Dia telah mengizinkan Fadly untuk mengikuti pemilihan Kepala Desa.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              “Saat itu saya sedang tidak ada di Anambas. Jadi sampai saat ini saya belum menandatangani surat ijin untuk beliau,” tutur Alfian dari balik ponsel.

Pengakuan yang diutarakan Alfian sebagai atasan Fadly yang kini menjadi pemenang dalam pemilihan kepala desa Sritanjung Tarempa merupakan salah satu bukti bahwa pencalonan Fadly dari awal sudah melanggar aturan main.

Jadi, apakah terpilihnya sosok Fadly bias dinyatakan sah ? Itu hanya publik yang bias menjawab.@devi-Leep


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66750)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60963)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52723)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18451)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16292)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15556)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15270)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14963)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14726)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10937)
Bedah JayaposMurkayani S, Terdakwa Penipuan CPNS Dituntut 2 Tahun 6 Bulan PenjaraPekanbaru, Jaya Pos Kasus penipuan yang menjerat Murkayani yang sudah berlangsung 6 tahun lalu, yaitu pada ...


Diduga Gunakan Dana Desa FiktifDiduga Honor Pencegahan Karhutla Tahun 2019 di Ketapang DisunatKejati Babel Usut Dugaan Penyimpangan Pembelian Biji TimahProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas NegaraDiduga Lakukan Pungli, Kepala Desa Dan Panitia PTSL Dilaporkan Ke Kejari PandeglangDiduga Belum Kantongi IMB, Pembangunan Tower Pemancar Dari Ratelindo Berjalan Mulus
Laporan KhususKPP Pratama Bukittinggi Bersinergi dengan Pemko PadangpanjangPadangpanjang, Jaya Pos Walikota Padangpanjang Fadly Amran BBA Datuak Paduko Malano menerima tamu dari ...


Desa Sukamulya Maju Dan Berkembang Pesat Berkat Kepemimpinan H. NawawiOrmas LACAK Mengajak Masyarakat Mengawal Terus Anggaran Negara Dalam Pemberantasan KorupsiKerajinan Ijuk Panumbangan Tembus Pasar Tanah AirKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanDPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas MubaSiap Tanggap Bencana, Kodim 0711 Pemalang Menamam Rumput VertiverPemkab Gumas Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan Rancangan RKPD 2021