Senin, 12 Agustus 2019 - 05:51:10 WIB
Limbong Mulana Marga TertuaKategori: Sumatera Utara - Dibaca: 498 kali

Baca Juga:Puluhan Miliar Dana Tunjanan Sertifikasi Ratusan Guru Diduga DiselewengkanHUT HARIAN JAYA POS KE-VProses Pemilihan Kades Sritanjung Tarempa, Kemenangan Fadli Diduga Tidak Sah Guru Yang Lulus Sertifikas di Pungli Oleh Kepala UPTD Rejotangan

Catatan: Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) - Bagian ke Enam Belas

Wartawan Jaya Pos

Menurut silsilah (tarombo) Batak bahwa marga itu kebanyakan berawal dari sebuah nama. Akan tetapi tidak semua nama itu menjadi marga, hanya beberapa generasi diatas.

Lalu timbul pertanyaa, kenapa Limbong dan Sagala disebut-sebut marga tertua? Penulis berpendapat bahwa marga Limbong dan Sagala, walaupun dimana berada selalu memakai marga itu sendiri, tidak bercabang seperti marga-marga lain, demikian juga marga Sagala tetap marga Sagala. Dan setiap garis keturunan memiliki ciri khas masing-masing.

Limbong Mulana misalnya, parbitibiti dinibirna parpustaha ditolonanna, artinya secara umum mampu menguraikan kata-kata sehingga yang mendengarnya mudah mengerti dan tertarik hingga terpikat.

Lalu muncul pula pertanyaan, kenapa marga Limbong tidak memakai kata Raja? Sementara saudara-saudaranya selalu memakai raja di belakang marganya? Misalnya Tuan Saribu Raja, Sagala Raja, Silau Raja. Tapi, Limbong hanya memakai istilah Mulana. Apapula pengertian Mulana ini, penulis mencoba memberi pemahaman walaupun pemahaman ini barang kali tidak berkenan di hati pembaca karena tulisan ini erat hubungannya dengan logika.

Ketika Limbong Mulana mengalami remaja, dirinya yang pertama melontarkan kata-kata senonoh terhadap abangnya Raja Bias Nias, yang konon ceriteranya Limbong Mulana secara gamblang mengatakan hal-hal yang tidak baik. “Kita bersusahpaya bekerja di ladang tapi hanya diberi nasi jagung sementara abang kita yang cacat ini tidak ada pekerjaannya selalu diberi nasi putih (indahan pita), ayo kita siksa abang kita ini.”

Rupanya tanpa disadari, ibundanya si Boru Basobolon mendengar perkataan si Limbong. Itulah dasarnya Raja Bias-bias diantar ke salah satu gua di curaman perbukitan Gunung Pusuk Buhit, yang dibawahnya ada batu berbentuk mirip cawan dan siberi nama batu cawan.

Air yang berlabuh di batu cawan tersebut itulah yang disebut Aek Batu Sawan. Situs ini ramai dikunjungi warga namun tak seorang yang berani masuk ke dalam gua tersebut.

Kita kembali tentang cerita Limbong Mulana. Atas dasar itulah, ibundanya Si Boru Sibasobolon tidak memakai istilah Raja di belakang Limbong, tapi harus memakai Mulana. Karena Limbong lah yang memulai perkataan itu sehingga ibundanya Si Boru Basobolon bertindak dan mengantar anak kesayangannya ke Gua Batu Gordang.

Pengertian bias-bias pada suku Batak adalah suatu kebencian terhadap orang lain. Nama itu diganti pada sejarah perjalanan Raja yang sakti menjadi Raja Biak-biak agar keturunan Marga Limbong tidak ikut mewarisi kesalahan tersebut.

Oleh karena itu, disarankan kepada seluruh marga Limbong dimanapun berada, jangan ikut-ikutan membawa bawa nama Ompung kita yang sakti ini jika tidak diilhami.

Penulis berani menceritakan ini karena dia sendirilah pelaku acara sakral Mandudu (Mandunhdang) di daerah kaki Gunung Pusuk Buhit yang dikategorikan Parhasundutan.

Jadi, penulis nenyimpulkan bahwa kata Mulana pada Limbong adalah memulai sebuah sejarah awal kesaktian Raja Siangkangan yang mengalami pesakitan dengan perjalanan yang cukup panjang namun sang Raja mampu melewati semua hingga dia didaulat sebagai Raja di delapan penjuru mata angin (Desa Naualu) dan berkaitan dengan Raja Naualu yatu personil Gondang Sabangunan yang terdiri dari Partaganing, Panggordangi, Parsarune, Pandoali, Parongung Oloan, Parogung Ihutan, Parogung Panggora, dan Pangkesegi.

Itulah sekilas pemahanan tentang marga Limbong. Jika memang ada diantara kita yang lebih tahu tentang sejarah ini, penulis akan memperbaikinya. Namun, penulis sebagai pelaku bukan sekedar pendengar, apa yang didengarnya akan disampaikan atau diutarakan, dan apa yang dilihatnya akan ditulis. Akan tetapi tidak semua yang dilihat diketahui nanun yang ditulis pasti diketahui.(***)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59646)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51496)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49435)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14978)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14075)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13806)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13302)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11865)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9275)
Bedah JayaposMaladministrasi Pelayanan Mutasi Kendaraan di Samsat Kota Bekasi Semakin ParahBekasi, Jaya Pos Pelayanan mutasi kendaraan di Samsat Kota Bekasi sarat dengan maladministrasi, dimana ...


Punya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorPengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres