Sabtu, 17 Agustus 2019 - 06:28:22 WIB
Gugatan PMH, BPN Jaktim Terbitkan Sertifikat Bodong Jadi Sertifikat ASliKategori: Jakarta - Dibaca: 126 kali

Baca Juga:Menanti Lepasnya Topeng Kadiskominfo Anambas, Lagi-lagi, Borok Lama KS TerkuakJamkesda dan Jampersal di Inhu Tak Jelas, Kepala Dinas Kebakaran JenggotPolsek Cengkareng Diduga Paksakan Kasus ke Ranah HukumEskavator Senilai Rp 1,3 Miliar Milik Dinas PU Ketapang Terkubur

Jakarta, Jaya Pos

Sidang gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dengan nomor perkara 243/pdt.G/2019/PN Jaktim kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN Jakarta Timur.

Kaiman bin Siar yang diwakili Patuan Angie Nainggolan selaku Kuasa Hukum sebagai pihak Penggugat dan Siti Bakhriatin Cs ahli waris Rosoeis serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Timur selaku pihak tergugat.

Patuan Angie Nainggolan, selaku kuasa hukum penggugat menyampaikan bahwa pihaknya dalam gugatan ini menarik BPN Jaktim pasalnya mengeluarkan nomor baru atas sertifikat yang notabene di tempat asalnya Kabupaten Bekasi tidak ada filenya.

Kemudian, dia memperlihatkan contoh duplikat surat tanah tersebut yang dikeluarkan pada tahun 1975 dinilai tidak layak. Akan tetapi, menurut Patuan dari kesimpulan para ahli di bidangnya terdapat kejanggalan dan tidak sesuai prosedur.

“Semacam ini kan, sertifikat ini kan tahun 1975 yang mana di dalamnya sudah kita bahas dengan para ahli juga, dimana di dalamnya banyak yang aneh-aneh, tidak sesuai undang-undang pembuatannya,” jelas Patuan saat ditemui Jaya Pos di Rawamangun Jakarta Timur, Rabu (14/8).

Patuan juga mempersoalkan, disamping rekayasa, apa dasarnya BPN Jaktim mengganti nomor sertifikat? Ini kan nomor 177, file nya tidak ada di tempat asalnya (BPN Kabupaten Bekasi). “Lalu kenapa BPN Jaktim mengganti nomornya? Caranya bagaimana, sementara ini bodong, tidak ada filenya, lalu didaftarkan dan dihidupkan disini, diganti nomornya,” bebernya dengan menunjukan sertifikat bodong.

Dirinya bahkan mempertanyakan dasar BPN Jaktim menerbitkan itu, karena dari logo saja mungkin sudah bisa dibedakan tahunnya, begitu juga lambangnya.

Pihak kuasa hukum menggugat BPN Jaktim, karena pengguna sertifikat atas nama Siti Bakhriatin Cs, dan yang bersangkutan mempergunakannya.
Patuan juga mengaku merasa aneh, sebab girik yang dipalsukan dipergunakan untuk jual-beli tanah itu. Sehingga yang jadi persoalan, kalau dia punya sertifikat, kenapa diadakan jual-beli dengan girik?

“Saya rasa tidak ada lagi alasan majelis hakim tidak memenangkan perkara (saya) ini. BPN Jaktim juga harus bertanggung jawab kenapa bisa sampai menimbulkan sertifikat baru, nomor baru dengan dasar yang tidak jelas,” tegasnya.

Patuan beranggapan, BPN Jaktim adalah biang kerok yang menimbulkan masalah, maka dalam hal ini BPN Jaktim sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan saat ini sedang dalam proses penyidikan dan penyelidikan.

Sementara pihak BPN Jaktim saat dikonfirmasi melalui Kasubag TU, Edison mengarahkan ke pengadilan, karena sudah bukan role-nya. “Silahkan ke Pengadilan karena sudah bukan kewenangan BPN lagi. Kan yang berperkara diluar BPN dan BPN hanya mengeluarkan sertifikat,” singkatnya.(@d2)
 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66893)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60966)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52725)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18462)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16293)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15558)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15273)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14966)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14728)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10946)
Bedah JayaposKasus YP Galuh Kini di Polda, KPK Diminta MensupervisiBandung, Jaya Pos Dugaan korupsi dana bantuan/hibah Gubernur Jawa Barat (Jabar) kepada Yayasan Pendidikan ...


Proyek Peningkatan Jalan Utama BPTP Babel Diduga MenyimpangMurkayani S, Terdakwa Penipuan CPNS Dituntut 2 Tahun 6 Bulan PenjaraDiduga Gunakan Dana Desa FiktifDiduga Honor Pencegahan Karhutla Tahun 2019 di Ketapang DisunatKejati Babel Usut Dugaan Penyimpangan Pembelian Biji TimahProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas Negara
Laporan KhususEmpat Tahun Pimpin Tanah Datar, Duet Irdinansyah Tarmizi dan Zuldafri Darma Bertabur PrestasiTanah Datar, Jaya Pos Sudah banyak hal yang diperbuat duet ini untuk Tanah Datar maju, sejahtera dan ...


MTQ OKI Ke 29, Syiar Al QurKPP Pratama Bukittinggi Bersinergi dengan Pemko PadangpanjangDesa Sukamulya Maju Dan Berkembang Pesat Berkat Kepemimpinan H. NawawiOrmas LACAK Mengajak Masyarakat Mengawal Terus Anggaran Negara Dalam Pemberantasan KorupsiKerajinan Ijuk Panumbangan Tembus Pasar Tanah AirKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanDPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas Muba