Minggu, 18 Agustus 2019 - 06:34:29 WIB
APBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 103 kali

Baca Juga:Semua Anggota DPR Ikut Main ProyekMenanti Lepasnya Topeng Kadiskominfo Anambas, Lagi-lagi, Borok Lama KS TerkuakJamkesda dan Jampersal di Inhu Tak Jelas, Kepala Dinas Kebakaran JenggotPolsek Cengkareng Diduga Paksakan Kasus ke Ranah Hukum

Sidoarjo, Jaya Pos

Kepala Desa Pademonegoro Ispriyanto diduga cenderung tertutup dan memonopoli dalam pengelolaan Anggaran Dana Desa. Hal ini ditegaskan oleh salah satu ketua RT di Desa Pademo Negoro yang tidak mau namanya disebutkan.

Dari penelusuran jaya pos, ditemukan ketidak transparanan pengelolaan Dana Desa seperti pada penyertaan modal dari Dana Desa ke Bumdes. Pemdes Pademonegoro menyertakan modal sebesar Rp. 200 juta pada tahun anggaran 2017 dan Rp. 200 juta pada tahun 2018.

Bumdes sebesar Rp 400 juta ini dibelanjakan untuk merealisasikan pembangunan kolam pancing desa, yakni “Gajah Oling ” dengan lebar kolam 8 m dan panjang 12 m. Dalam pembangunan kolam ini, bendahara Bumdes Muryanto dan Ketua Bumdes Tiyo hanya sebagai pelaksana saja, karena setelah mengambil uang dari bank, dana tersebut langsung diminta oleh Kepala Desa Ispriyanto bahkan buku tabunganpun juga ikut dibawa.

Dari pantauan dilokasi, fisik kolam pancing saat ini sudah rusak parah karena kolam tidak direncanakan dengan baik dan hanya dibuat dari kerangka batang bambu yang kemudian dilapisi oleh asbes. Dalam pembangunan kolam pancing yang memakan dana sebesar Rp. 400 juta ini, diduga sebagian dana masuk kantong Kepala Desa Ispriyanto.

Ketika dikonfimasi, Ispriyanto mengatakan bahwa dirinya sebagai pengawas Bumdes yang membelanjakan seluruh material untuk pembangunan kolam pancing tersebut.

“Saya sebagai pengawas Bumdes memang yang membelajakan seluruh matetial untuk pembangunan kolam pancing ini, tapi yang membayar tetaplah bendahara Bumdes Muryanto,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi terkait pembangunan tempat pembakaran sampah yang dinilai oleh warga Desa Pademo Negoro gagal kontruksi, Kepala Desa Ispriyanto menjelaskan bahwa pihak desa hanya membayar Rp. 125 juta kepada pihak rekanan yang mengerjakan kontruksi incenerator pembakaran sampah di sebelah kolam pancing desa.

Namun keterangan Ispriyanto ini bertolak belakang dengan data APBDes yang di upload di sistem Informasi Desa, karena dalam APBDes Pademonegoro dialokasikan dana pembangunan pembakaran sampah ini senilai Rp. 88 juta. Dan pada tahun anggaran 2018, Desa Pademonegoro mengalokasikan kembali Anggaran senilai Rp. 28 juta untuk pemeliharaan tempat pembakaran sampah.

Hal inilah yang dipertanyakan oleh warga masyarakat RT 1 bahwa bila incenerator pembakaran sampah yang tidak berfungsi ini saja menghabiskan Rp. 125 juta dan masih ditambah lagi Rp 28 juta. “Itu kan pemborosan mas,” ungkap warga RT 1 RW 4 ini kepada jaya pos.

Terpisah, Ketua LSM WAR (Wadah Aspirasi Rakyat) Ir Didik Wahono, SH MSi yang dimintai komentarnya terkait hal tersebut mengatakan bahwa dirinya akan melakukan investigasi atas kegagalan pembangunan di Desa Pademonegoro.

“Saya akan memimpin langsung tim untuk melakukan Investigasi atas kegagalan pembangunan di Desa Pademonegoro, karena kuat dugaan kami bahwa sebagian besar Dana Desa yang dikucurkan negara ke desa ini bocor dan masuk ke kantong kepala desa,” pungkas Didik. (ZEIN)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59701)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52465)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51552)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15042)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14310)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14134)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13852)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13359)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12427)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9332)
Bedah JayaposPembangunan Infrastruktur di Kabupaten Dharmasraya Disinyalir Ada KongkalikongDharmasraya, Jaya Pos Pembangunan yang sudah selesai maupun yang tengah berjalan di Kabupaten Dharmasraya ...


Eksekusi bergaya premanisme, Hendra Laporkan ACC Finance ke BPSK Bukittinggi Kasus Tanah Kas Desa RancaudikTerkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RAB
Laporan KhususBupati H Ade Sugianto Melantik Direktur Operasional Pd BPR Artha Galunggung Kabupaten TasikmalayaTasikmalaya, Jaya Pos Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto, S. IP melantik Direktur Operasional PD Bank ...


Pemdes Sukaramai Jalin Kerjasama Dengan Praktisi Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Tentang PerikaKetua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliPolsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik