Senin, 22 Oktober 2012 - 07:59:49 WIB
Ujian Paket C Diduga Ajang Cari UntungKategori: Pendidikan - Dibaca: 405 kali

Baca Juga:Tata Ruang Lingkungan Hidup Jaksel Petieskan Disposisi WalikotaHarga Bawang Anjlok Petani Cibogor MenjeritBupati Labuhan Batu Dilaporkan ke KPKPetani Gula Butuh Bantuan Pemkab

Garut, Jaya Pos

Pelaksanaan Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket C yang dilaksanakan di Kabupaten Garut periode II tahun 2012 di beberapa lokasi sekolah, terutama gedung SLTPN 2 Tarogong Kidul disinyalir jadi ajang cari untung saja.

Dari hasil investigasi di lapangan, dari 1.051 peserta ujian keseluruhan peserta memiliki lembar jawaban, serta dengan leluasanya membawa alat komunikasi dalam melaksanakan jian Nasional Kejar Paket. Ironis, dengan terpangpangnya aturan tata tertib pelaksanaan ujian di setiap ruangan serta dengan temuan dari berbagai perilaku tidak sehat untuk mendapatkan ijazah kesetaraan.

Menurut pengakuan peserta ujian paket C bahwa mereka untuk ujian mengeluarkan biaya sebesar Rp 1,5 juta untuk mendapatkan ijazah, Rp 150 ribu untuk info jawaban soal sedangkan Rp 50 ribu tidak tahu untuk apa. Sehingga, peserta ujian menyetorkan uang jumlahnya Rp 1,7 juta kepada panitia ujian. Kendati demikian mereka tetap semangat mengikutinya dengan berharap mendapat ijazah untuk dapat dimanfaatkan guna menunjang dalam pekerjaan.

Ketika ditanya masalah kesulitan dalam pengisian, mereka mengaku tidak begitu susah. “Ya engga lah, karena ga usah mikir tinggal memindahkan jawaban dari lembar jawaban. Kalo harus mikir mana bisa pada usia begini bukan memikirkan belajar tapi memikirkan bagaimana menyelamatkan dapur,” celotehnya.

Berbagai kecurangan diindikasikan bahwa pelaksanaan Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Paket C yang dilaksanakan Kabupaten Garut tidak berjalan dengan baik.

Menurut salah satu peserta yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, dirinya mendapatkan lembar jawaban dari berbagai pihak termasuk oknum pengawas dan panitia pelaksana. Menurutnya, dari hari pertama pelaksanaan ujian dirinya beserta peserta yang lain setiap masuk ruang ujian sudah dibekali lembar  jawaban. Bahkan menurut pengakuannya, tidak pernah mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelompok PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang dilaksanakan di tingkat kecamatan.

Sisi lain menurut sumber, dirinya cukup membayar Rp 1,7 juta bisa mengikuti ujian kesetaraan tanpa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) dan diyakini bisa lulus serta mendapatkan izajah. Yang penting, namanya terdaftar dalam kegiatan ujian begitupun yang tidak hadir sama akan lulus dan mendapat ijazah.

Sementara Kabid PMF Yana Kuswandi mengakui, pihaknya telah menjalankan program sesuai mekanisme dan masalah kebocoran jawaban dijamin tidak terjadi karena ketatnya pengawalan. Namun ketika diperlihatkan lembar contekan serta data temuan wartawan yana mengindikasikan ada secara politis untuk menjatuhkan dirinya, stetmen kabid yang seharusnya menyikapi permasalahan malah dinilai ngawur yang memperlihatkan di linglukp dinas pendidikan banyak unsur saling menjatuhkan dan menyuruh wartawan untuk mengungkap semua temuanya itu.

Kadisdik garut saat diminta tanggapan terkait permasalahan paket C mengaku belum mendapatkan laporan dari bawahanya. Hartono


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (72067)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (61052)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52806)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (20560)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16391)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15656)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15308)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (15005)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14830)Sanksi Tegas Menanti PNS yang Nambah Libur (11323)
Bedah JayaposKasus Suap, JPU Ketapang Tuntut Mantan Politikus PDI-P 1,5 Tahun PenjaraKetapang, Jaya Pos Perjalanan kasus suap dan gratifikasi yang menyeret mantan Ketua DPRD Ketapang, ...


KPU Pandeglang DidemoDinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Ciptakarya dan Penataan Ruang Kota Surabaya DipolisikanTambang Mas Liar Menjamur Lagi Di BengkayangKejati Kalteng Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek Penggantian Jembatan di KapuasSoal Hibah Gubernur 7 M Untung Bisa Dijerat TPPUKetua Kelompok Budi Karya Leniyanti Diduga Palsukan Data AnggotaBuntut Dugaan Penyelewengan Anggaran Pada Humas Mojokerto, Semakin Terkuak Dengan Adanya Jumpa Pers
Laporan KhususDesa Klambir Lima Kebon Adakan Pemilihan BPDHamparan Perak, Jaya Pos Desa Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang mengadakan pemilihan ...


BumNag Sumpur Kudus Maju Dengan Segudang PrestasiDPRD Sampaikan Laporan Pansus Atas LKPJ Bupati Muba TA 2019Membangun Masa Depan Kabupaten Bogor Dengan PancakarsaFachrori Launching Calendar of Event Upaya Promosikan Wisata JambiDPRD Muba Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati TA 2019Menpan RB Tjahjo Kumolo: MPP Pekanbaru Terbaik di IndonesiaSahirah Dzakyyah Memilih Ponpes Darul Ulum Untuk Pendidikannya