Senin, 22 Oktober 2012 - 12:38:43 WIB
Para Saksi Memberatkan H. Suparman, Hj Tottih Menunggu Putusan Bijak Hakim PN Jaktim Kategori: Jakarta - Dibaca: 408 kali

Baca Juga:Dinkes KKA Pupuk Calon Masa Depan Yang SehatDijanjikan Jadi Model Siswi SMA Rela Difoto BugilAir PDAM Terpaksa DigilirUjian Paket C Diduga Ajang Cari Untung

Jakarta - JayaPos

Sudah lebih setahun nasib wanita gaek berusia 62 tahun ini di gantung dalam perkara dugaan pemalsuan keterangan akta otentik di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Dari raut wajahnya yang sering kali kelelahan dalam menghadapi jalannya persidangan atas dirinya tampak terlihat dari kasat mata.Sesekali, Hj. Tottih, yang akrab disapa Ema kini mengusap keringat yang ada di wajah dan lehernya dengan sehelai saputangan anduk persegiempat. Meski lelah mengikuti persidangan, Emak masih setia menunggu putusan bijak dari tim majelis hakim atas kasus yang menjerat dirinya sampai kemeja hijau. Di satusisi, Emak percaya dan yakin, di akhir persidangan nanti akan membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah atas tuduhan H. Suparman sebagai pelapor perkara ini, dan itu juga didukung oleh keterangan para saksi yang tidak tidak dapat membuktikan bahwa dirinya telah melakukan keterangan palsu atas akta otentik seperti yang dituduhkan pelapor.
 

 
Seperti yang diberitakan Jaya Posterdahulu (setahun yang lalu-Red), terdakwaHj. TottihdidakwaJakasPenuntutUmum (JPU-Red) SyahrilSyakur (kini sudah dipindahtugaskan-Red) mengatakan bahwa Hj. Tottih pada bulan Maret 2003 bertempat di Jl. Raya Hankam RT. 001/02 No. 20, Kel. CegerKec.Cipayung, Jakarta Timur telah menyuruh memasukkan keterangan palsu kedalam suatu akte otentik mengenai sesuatu hal yang kebenarannya harus dinyatakan oleh akta itu, dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain, seolah-olah keterangan sesuai dengan kebenaran, sehingga pemakaian itu dapat  menimbulkan kerugian.
 
“Perbuatan itu dilakukan terdakwa dengan cara, terdakwa telah menyuruh H. Nasir (alm) untuk memasukkan keterangan ke dalam foto kopi  Kartu Keluarga nomor: 0954099904067 nomorseri 138134 B atas nama keluarga Hj. Totih yang sebelumnya tertulis ayah kandung terdakwa bernama H. Tohir dan ibu Hj. Sainah untuk diganti dengan nama ayah kandung H. Asmat. Kemudian H. Nasir (alm) mengubah H. Tohir menjadi H. Asmat dengan cara menghapus nama ayah kandung yaitu H. Tohir pada foto kopi kartu keluarga milik terdakwa tersebut kemudian diganti dengan atas nama H. Asmat,”ujar Syahril Syakur yang kini kedudukannya digantikan PrinukaArrom selaku JPU atas kasus tersebut.
 
Dalam isi dakwaan yang dibacakan JPU di hadapan Majelis Hakim yang diketuai, Suharjono, SH Majelis Hakim menjelaskan foto kopi kartu keluarga yang telah diubah, isinya seolah-olah benar terdakwaa adalah anak kandung H. Asmat,  kemudian digunakan oleh terdakwa untuk mengurus akte kelahiran keSuku  DinasKependudukan dan Catatan Sipil Kotamadya Jakarta Timur sehingga terbit Akte Kelahiran no. 2.229 formulir no. 1920 atas nama Hj. Totih, kemudian terdakwa mengaku sebagia anak kandung H. Asmat untuk menguasai sebidang tanah milik H. Asmat dengan nomor girik 614 persil 38 kelas 28 di Jl. Raya PasarKecapi No. 2 Kel. JatiRahayu, PondokGede B (sekarangKec. PondokMelati-Red).Disamping itu pula, Hj. Totih juga telah menerima sisa pembayaran penjualan sebidang tanah sebesar Rp. 77 juta dan juga terdakwa menggunakan akte tersebut untuk menggugat ahli waris sah dari H. Asmat di Pengadilan Agama Bekasi. “Bahwa atas perbuatan terdakwa, saksi korban Fredy bin TanuAdiHarja  Syahril yang menjatuhkan terdakwa dengan pasal 263 ayat (2).
 
Saksi-saksipun dihadirkan untuk membuktikan kebenaran dakwaan yang dibacakan oleh JPU terdahulu, Syahrijal Syakur.Dalam kesaksiannya dihadapan Majelis Hakim dan JPU Prinuka Arrom serta tim kuasa hukumHj. Tottih, Muswidah and Marune Hutabarat,  Freddy mengaku tidak memiliki hubungan keluarga dengan Hj. Tottih.

“Saya kenal dengan bu Hj. Totih, tapi tidak ada hubungan keluarga dengan dia. Dalam kasus ini saya hanya tahu bu Hj. Totih terkena kasus pemalsuan akte kelahiran dan kartu keluarga. Tapi saya tidak tahu mengapa dia memalsukan akte kelahiran. Di akte kelahiran, Hj. Totih anaknya H. Tohir. Dan saya tahu Hj. Totih anaknya H. Tohir juga dari akte,” ujar Freddy dengan suara agak lantang.
 
Namun di sela-sela kesaksiannya, Freddy meralat kesaksiannya sesaat setelah hakim ketua meragukan keterangan saksi. “Maksud saya, Bu Hj. Totih bukan anaknya H. Asmat. Jadi keterangan yang ada di akte bahwa Hj. Totih adalah anaknya H. Asmat itu tidak benar. Karena H. Asmat tidak punya anak,”ungkap Freddy.
 
Pada kesempatan itu, majelis hakim juga meperlihatkan  akte kelahiran  Hj. Totih  yang dijadikan barang bukti  kepada Freddy dan disaksikan oleh Jaksa Prinuka dan Muswhida, kuasa hukum Hj. Totih. Namun menurut pengakuan saksi Freddy, akte kelahiran yang dilihatnya sebelum Hj Totih menjadi tersangka tidak sama dengan akte kelahiran yang ditunjukkan oleh majelis hakim dipersidangan.“Akte kelahiran palsu yang saya lihat di pak haji. Sementara akte kelahiran yang ada di persidangan, sebelumnya saya tidak pernah mellihatnya pak. Menurut saya terdakwa anaknya H. Tohir dan Ibu Sainah. Saya tahu dari akte dan pak haji juga yang kasih tahu,”aku  Freddy.Sementara saat ditanya majelis hakim siapa sosok pak haji yang sering disebutnya dalam setiap kalimat pengakuannya, saksi yang mengaku mengenyam pendidikan sampai ke jenjang SLTA ini mengatakan Haji yang dimaksudnya itu adalah Haji Suparman. “Saya tahu semua permasalahan tanah ini dari H. Suparman, terus saya juga di suruh ngaku sebagai ahli waris dari H. Anah yang tidak lain adalah adik dari H. Asmat,” tegas Freddy, anak dari Hj. Anah yang juga sempat ikut melaporkan Hj. Tottih ke Polsek Cipayung, Jakarta Timur karena telah merasa dirugikan oleh Hj. Tottih sehingga tidak dapat menguasai tanah yang diwariskan  oleh H. Asmat.
 
Selain itu, saksi Freddy juga mengaku telah mengalami kerugian sebesar 77 juta dari hasil penjualan tanah yang menurut pengakuan saksi, uangnya diterima oleh terdakwa Hj. Totih.Namun lagi-lagi di persidangan pengakuan saksi Freddy itu terbongkar. Ternyata yang menerima uang  penjualan atas tanah yang sedang direbutkan tersebut adalah saksi Freddy yang juga dibantu oleh Sinan, Nyak Puna, Eddy Sudiono, bahkan hasil penjualannya melebihi 77 juta. “Memang uang hasil penjualan tenah itu saya yang menerima. Tapi saya tidak sendiri, ada Sinan, Nyak Puna, dan juga Eddy Sudiono, mereka juga ikut menerima uang hasil penjualan. Tapi kwitansinya ada pada pak H. Suparman,” ucap Freddy.
Usai sidang,kuasa hukum Hj. Tottih, Muswhida mengaku, sosok Suparman yang kerap disebut oleh Freddy saat kesaksian, sebelumnya juga telah dilaporkan oleh terdakwa Hj. Totih atas kasus pemalsuan data. “Jadibukanhanya H. Suparman yang kami laporkan,melainkan Freddy juga ikut terseret karena telah memberikan keterangan palsu.
 
Dalam keterangannya, Muswidah menjelaskan putusan Pengadilan Agama Bekasi No.271/Pdt.G/2005/PA tertanggal 5 April 2005 dalam isi gugatan yang di buat oleh pengacara Sahrudin SH selaku kuasa hukumdari H.Soeparman dengan mengatas namakan ahli waris Bian bin Akur untuk menggugat Minah anak tiri Asmat bin Bian guna menguasai tanah seluas 956 M milik peninggalan Alm Asmat bin Bian.

Kemudian atas putusan tersebut Hj Totih binti asmat mengajukan perlawanan terhadap putusan pengadilan agama Bekasi No.271/Pdt.G/2005/PA .Bksi tertanggal 5 April 2005 dengan memakai jasa pengacara Suryati Ananda dengan putusan No.461/Pdt.G/2005PA.Bksi yang di putus 9 Februari 2006 dandihadiri ibu kandung Hj.Totih sendiri, Ibu Sainah selaku saksi. Dalam kesaksiannya Hj. Sainah membenarkan bahwa Hj.Totih adalah anak kandungnya hasil dari pernikahannya dengan H. Asmat bin Bian.Dan yang menjadi wali nikah Hj. Ttotih itu sendiri H.Asmat bin Bian.
 
Demi mempertahankan tuduhannya, H. SUparman juga menghadirkan saksi-saksi, yakni, Sutato, Suhadi, Payu dan Sachir.Namun di persidangan dan dihadapan majelis hakim, semua saksi tersebut ternyata tidak mengetahui usul Hj.Totih, bahkan siapa orang tuanya pun mereka banyak yang tuidak mengetahui.
 
Berdasarkan dari keterangan saksi-saksi yang tidak singkron dan tidak terbukti atas laporan yang dituduhkan kepada Hj. Tottih, ditambah lagi bukti selembar Foto Copy Kartu Keluarga yang didalamnya ada coretan tulisan tangan diternbitkan oleh kelurahan Ceger No.0954099904067 seri 138134 yang diberikan H. Suparman dan diperkuat lagi oleh putusan dari pengadialan agama bekasi No.461/Pdt.G/2005/PA.Bksi  menyatakan Hj Totih terbukti secara syah Anak dari H Asmat bin bian dan berhak atas tanah peninggalan Alm Asmatbin bian seluas 956 M dan membatalkan putusan No.271/Pdt.G/2005/PA.Bksi,   maka sudah sepantasnyalah pihak majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur dapat memberikan putusan yang bijaksana kepada H. Tottih, yang dalam hal ini diduga telah menjadi korban atas tuduhan dan fitnahan dari H. Suparman.

Sementara usai sidang, Muswidah mengatakan, dakwaan yang ditujukan kepada kliennya merupakan cacat hukum.“Soalnya, pada tahun 2006 di Pengadilan Agama Bekasi, keabsahan status Hj. Totih sebagai anak kandung dari H. Asmat sudah dinyatakan dan diakui.Kemudian Fredy mengajukan banding.Namun lagi-lagi Hj. Totih mendapat kemenangan di PengadilanTinggi Bandung tahun 2007. H. Totih pun diputus murni sebagai anaknya H. Asmat. Jadi sekarang ini, apa yang mendasari pihak pelapor untuk mengajukan gugatan terhadap klien kami, sementara bukti-bukti yang diajukan kepersidangan saat ini adalah sudah pernah diputuskan di persidangan sebelumnya. Dan yang lebih mengherankan lagi, kok bisa-bisanya pihak penyidik melanjutkan perkara ini sampai kekejaksaan?Tapi saya   yakin kebenaran pasti akan terungkap,” ucap Muswida optimis. @dede



0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (74125)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (61097)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52843)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (20991)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16432)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15697)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15325)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (15019)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14915)Sanksi Tegas Menanti PNS yang Nambah Libur (11540)
Bedah JayaposKasus Suap, JPU Ketapang Tuntut Mantan Politikus PDI-P 1,5 Tahun PenjaraKetapang, Jaya Pos Perjalanan kasus suap dan gratifikasi yang menyeret mantan Ketua DPRD Ketapang, ...


KPU Pandeglang DidemoDinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Ciptakarya dan Penataan Ruang Kota Surabaya DipolisikanTambang Mas Liar Menjamur Lagi Di BengkayangKejati Kalteng Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek Penggantian Jembatan di KapuasSoal Hibah Gubernur 7 M Untung Bisa Dijerat TPPUKetua Kelompok Budi Karya Leniyanti Diduga Palsukan Data AnggotaBuntut Dugaan Penyelewengan Anggaran Pada Humas Mojokerto, Semakin Terkuak Dengan Adanya Jumpa Pers
Laporan KhususDesa Klambir Lima Kebon Adakan Pemilihan BPDHamparan Perak, Jaya Pos Desa Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang mengadakan pemilihan ...


BumNag Sumpur Kudus Maju Dengan Segudang PrestasiDPRD Sampaikan Laporan Pansus Atas LKPJ Bupati Muba TA 2019Membangun Masa Depan Kabupaten Bogor Dengan PancakarsaFachrori Launching Calendar of Event Upaya Promosikan Wisata JambiDPRD Muba Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati TA 2019Menpan RB Tjahjo Kumolo: MPP Pekanbaru Terbaik di IndonesiaSahirah Dzakyyah Memilih Ponpes Darul Ulum Untuk Pendidikannya