Sabtu, 07 September 2019 - 06:27:08 WIB
Oknum Aparat Desa Danau Lancang Diduga Hendak Garap Lahan Warga Hingga Pengrusakan TanamanKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 456 kali

Baca Juga:Para Saksi Memberatkan H. Suparman, Hj Tottih Menunggu Putusan Bijak Hakim PN Jaktim Dinkes KKA Pupuk Calon Masa Depan Yang SehatDijanjikan Jadi Model Siswi SMA Rela Difoto BugilAir PDAM Terpaksa Digilir

Pekanbaru, Jaya Pos

Lembaga Swadaya Masyarakat Independen Pembawa Suara Pemberantas Korupsi Kolusi dan Kriminal Ekonomi RI (IPSPK3-RI) Dony Manalu, menyebut akan menggiring kasus dugaan tindak pidana pengrusakan tanaman yang dilakukan secara bersama. menurutnya, setelah beberapa kali dilakukan mediasi untuk perdamaian atas kasus pengrusakan pohon sawit tersebut di hadapan aparat Desa Danau Lancang juga pihak Polsek Tapung Hulu, namun tidak ada titik penyelesaian, sehingga pada 6 Mei 2019 kasus ini dilaporkan ke Polres Kampar.

Untuk mengetahui kronologis kejadian, pihak polres Kampar melakukan pe­ninjauan Tempat Kejadian Perkara (TKP) hingga berupaya memediasi agar persete­ruan bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Sejumlah pelaku penumbangan pohon sawit milik Marsudin Nainggolan diduga atas perintah oknum RT/RW Desa Danau Lancang Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar. Awal kejadian pada Juni 2018, diketahui masalah komplit tampal batas hingga berujung penumbangan pohon sawit sebanyak 212 pokok milik Marsudin Nainggolan, warga Desa Danau Lancang Kec Tapung Hulu Kab Kampar.

Terjadinya perselisihan tampal ba­tas, Benget Manullang sepadan Marsudin ­Nainggolan, tidak senang karena ukuran luas tanah yang ia beli tidak sesuai. Sementara diketahui, lahan yang dibeli Benget Manullang dari Tampubolon hanya ber­alaskan patok berbatasan dengan Marsudin Nainggolan, tanpa melakukan pengukuran (ibarat beli ku­cing dalam karung).

Merasa tidak senang de­ngan kelebihan lahan Marsudin, akhirnya Benget melakukan berbagai cara hingga memanfaatkan aparat Desa Danau Lancang Kec Tapung Hulu.

Sementara aparat desa Marmula Pandiangan selaku RT membuat sejumlah surat pernyataan dan surat kesepakatan yang diduga sudah direkayasa sedemikian rupa. Pasalnya, isi surat tidak sesuai fisik dan kejadiannya termasuk pemalsuan tanda tangan Marsudin.

Surat yang ditandatangani oleh Marsudin Nainggolan bukan atas kesepakatan keluarga besarnya, melainkan para oknum manfaatkan situasi, dimana Marsudin Nainggolan yang sudah lanjut usia (80 tahun), tentu harus dilakukan pendampingan oleh keluarga besar.

Pengukuranpun dilakukan oleh aparat Desa Danau Lancang Marmula Pandiangan (sebagai RT), Manres Nainggolan (RW), dan Suryadi (Kadus). Menganggap lahan Marsudin berlebih dengan batas sungai sebelah barat seluas 1,3 ha, sehingga aparat desa memutuskan bahwa tanah milik Marsudin Nainggolan yang lebih harus dikembalikan ke desa.

Marsudin yang tak kunjung menyerahkan lahan kebun sawit miliknya yang disebut lebih ke desa, lalu sejumlah aparat desa diduga melakukan tindakan perintah eksekusi pengrusakan kebun sawit tersebut menggunakan mesin singso tanpa memberitahukan sebelumnya kepada pemiliknya.
Dari informasi yang diperoleh Jaya Pos di lapangan, dimana pada 22 sd 24 Maret 2019, pohon sawit milik Marsudin sudah rata dengan tanah.

Marsudin baru mengetahui dari tetangganya keesolkan harinya (25/3) bahwa sawit miliknya sebanyak 212 pokok sudah diratakan dengan tanah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Melihat sawitnya sudah pada tumbang, Marsudin merasa shok dan geram atas perbuatan para pelaku.

Sementara empat orang pelaku diduga merupakan suruhan aparat desa, yang melakukan penumbangan sawit milik Marsudin di Jl Km 39, RT 03, RW 03, Dusun lV Desa Danau Lancang Kec Tapung Hulu Kab Kampar di atas lahan yang dipersengketakan diantaranya Tukiman warga Desa Danau lancang, Purwoto warga Desa Danau lancang, dan Adeng dan Sukadi warga Desa Danau Lancang.

Menurut informasi, sebelum penumbangan, salah satu pelaku sempat menanyakan kepada RT, atas alasan apa sehingga sawit tersebut ditumbangi, dan oleh RT menjawab bahwa akan ditanami kembali bibit sawit muda.

Terkait masalah ini, pihak Polres Kampar telah berupaya melakukan mediasi dengan menghadirkan pihak desa Marmula Pandiangan, Manres Nainggolan dan Benget Manullang selaku sepadan Marsudin Nainggolan, (30/8/19). Marsudin Nainggolan bersama keluarga besarnya juga turut hadir didampingi Dony Manalu SH selaku kuasa hukum.

Awal mediasi, Rista Nainggolan (anak Marsudin Nainggolan) menceritakan kronologi kejadian, asal-usul lahan serta sejumlah surat pernyataan yang dibuat oleh oknum aparat desa. “Saya menganggap surat pernyataan yang dibuat oleh Pak RT adalah rekayasa alias persekongkolan. Bagaimana para oknum agar bisa menguasai lahan kami,” sebut Rista saat mediasi di ruangan Tipikor Polres Kampar.

Menurut Rista, masalah lahan sudah selesai, namun ia meminta agar masalah peng­rusakan kebun sawit milik mereka diselesaikan, setidaknya diganti rugi.

Sementara, Dony Manalu SH, kuasa hukum Marsudin berjanji akan menggiring kasus ini ke tingkat pengadilan, untuk mengungkap siapa saja otak pengrusakan sawit tersebut.

Terakhir disebut-sebut ada dugaan keterlibatan Kades Danau Lancang terkait masalah ini, sehingga belum bisa diputuskan untuk segera dilakukan ganti rugi. “Kalau kami tidak bisa memastikan, harus koordinasi dulu sama pak kades,” jawab Manres Nainggolan Rw 03.

Dirinya pun meminta waktu untuk menginformasikan hal ini kepada kades. Lalu, pihak Polres Kampar memberikan waktu dua minggu untuk penyele­saian selanjutnya.(Dh/Dm)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (74206)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (61100)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52846)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (20996)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16436)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15703)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15327)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (15022)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14924)Sanksi Tegas Menanti PNS yang Nambah Libur (11556)
Bedah JayaposKasus Suap, JPU Ketapang Tuntut Mantan Politikus PDI-P 1,5 Tahun PenjaraKetapang, Jaya Pos Perjalanan kasus suap dan gratifikasi yang menyeret mantan Ketua DPRD Ketapang, ...


KPU Pandeglang DidemoDinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Ciptakarya dan Penataan Ruang Kota Surabaya DipolisikanTambang Mas Liar Menjamur Lagi Di BengkayangKejati Kalteng Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek Penggantian Jembatan di KapuasSoal Hibah Gubernur 7 M Untung Bisa Dijerat TPPUKetua Kelompok Budi Karya Leniyanti Diduga Palsukan Data AnggotaBuntut Dugaan Penyelewengan Anggaran Pada Humas Mojokerto, Semakin Terkuak Dengan Adanya Jumpa Pers
Laporan KhususDesa Klambir Lima Kebon Adakan Pemilihan BPDHamparan Perak, Jaya Pos Desa Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang mengadakan pemilihan ...


BumNag Sumpur Kudus Maju Dengan Segudang PrestasiDPRD Sampaikan Laporan Pansus Atas LKPJ Bupati Muba TA 2019Membangun Masa Depan Kabupaten Bogor Dengan PancakarsaFachrori Launching Calendar of Event Upaya Promosikan Wisata JambiDPRD Muba Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati TA 2019Menpan RB Tjahjo Kumolo: MPP Pekanbaru Terbaik di IndonesiaSahirah Dzakyyah Memilih Ponpes Darul Ulum Untuk Pendidikannya