Selasa, 23 Oktober 2012 - 07:08:10 WIB
Tender Proyek Transmigrasi Ketapang Rp 9,4 Miliar Sarat KKNKategori: Kalimantan Barat - Dibaca: 615 kali

Baca Juga:Jembatan Gantung Melang Butuh RehabilitasiHarga SIM di Satpas Polres Bojonegoro Melambung TinggiKasus Pelecehan Seks Terhadap Anak Dibawah Umur MenghawatirkanPara Saksi Memberatkan H. Suparman, Hj Tottih Menunggu Putusan Bijak Hakim PN Jaktim

Ketapang, Jaya Pos

Proses tender proyek pembangunan rumah transmigrasi dan jamban keluarga (RTJK), serta pembangunan jalan, jembatan dan lahan senilai Rp9,4 Mi lyar, tahun anggaran 2012, yang dibuka di Desa Pelang, Kecamatan MHS, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.

Diduga keras sarat KKN, pasalnya pemenang tender proyek tersebut (PT. Marga Mulya-red) pada Tahun 2011 merupakan pelaksana proyek serupa di lokasi Desa Sei. Besar, Kecamatan MHS, Kabupaten Ketapang. Namun di dalam pelaksanaannya telah terjadi pelanggaran kasus tindak kejahatan kehutanan tentang Provisi Sumber Daya Hutan dan Dana Reboisasi (PSDH-DR) dengan bukti adanya 5 orang terpidana atas kasus tersebut, artinya PT. Marga Mulya bermasalah di tahun 2011.

Ironisnya di tahun anggaran 2012, PT. Marga Mulya bisa menjadi pemenang tender proyek serupa. Nara sumber Jaya Pos mengatakan, bahwa proses tender proyek tersebut diduga tidak objektif dan ada indikasi KKN, sebelum pengumuman pemenang lelang diumumkan, pihak PT. Marga Mulya seolah – olah sudah mengetahui bahwa pihaknyalah yang akan menjadi pemenang tender.

“Proses tender proyek itu sudah jelas – jelas sarat KKN, apalagi di dalam pengumuman lelang pihak panitia tidak mencantumkan salah satu persyaratan, bahwa peserta lelang harus didampingi sebuah perusahaan pemegang izin pemanfaatan kayu (IPK), karena material yang digunakan sebagian besar bahan kayu. Buktinya, proyek tahun lalu bermasalah dengan PSDH-DR. Tapi, kenapa yang jadi tumbal hanya pekerja kayu saja, sementara kontraktor sebagai penadahnya lepas dari jeratan hukum, dan sepertinya pihak PT. Marga Mulya sudah tahu sebelumnya bahwa dialah yang akan menjadi pemenang lelang,” ungkap nara sumber yang tidak mau disebutkan namanya kepada Jaya Pos.

Sementara isu yang berkembang di beberapa kalangan masyarakat Kabupaten Ketapang, bahwa salah satu dari pihak pemilik PT. Marga Mulya mempunyai hubungan keluarga dengan orang Ditjen Transmigrasi di Jakarta, jika hal itu benar, kemungkinan besar peluang KKN akan terjadi.

Proyek RTJK di Desa Pelang dilaksanakan melalui Satuan Kerja Dinsosnakertrans Kabupaten Ketapang, dengan menggunakan  dana yang bersumber dari APBN  murni  tahun anggaran 2012, yang dilaksanakan oleh PT. MARGA MULYA dengan metode pelaksanaan dikontrakkan, melalui kontrak nomor :SPK.12/STKT/APBN/TP.O6/KTP/2012, tanggal 07 Mei 2012, limit masa kontrak selama dua ratus sepuluh hari kalender.

Kepala Dinas Sosnakertrans Kabupaten Ketapang, Joko Prastowo ketika dikonfirmasi oleh Jaya Pos via pesan singkat (sms), (04/10), tentang siapa panitia lelang dan metode lelang yang digunakan didalam proses lelamg proyek tersebut, sama sekali tidak memberikan komentar. Beberapa kalangan masyarakat Kabupaten Ketapang minta agar pihak Inspektorat Jenderal Transmigrasi Jakarta melakukan pemeriksaan terhadap proyek tersebut mulai dari proses tender hingga pelaksanaannya. Hardi


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (72901)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (61070)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52825)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (20882)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16409)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15675)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15317)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (15013)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14840)Sanksi Tegas Menanti PNS yang Nambah Libur (11395)
Bedah JayaposKasus Suap, JPU Ketapang Tuntut Mantan Politikus PDI-P 1,5 Tahun PenjaraKetapang, Jaya Pos Perjalanan kasus suap dan gratifikasi yang menyeret mantan Ketua DPRD Ketapang, ...


KPU Pandeglang DidemoDinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Ciptakarya dan Penataan Ruang Kota Surabaya DipolisikanTambang Mas Liar Menjamur Lagi Di BengkayangKejati Kalteng Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek Penggantian Jembatan di KapuasSoal Hibah Gubernur 7 M Untung Bisa Dijerat TPPUKetua Kelompok Budi Karya Leniyanti Diduga Palsukan Data AnggotaBuntut Dugaan Penyelewengan Anggaran Pada Humas Mojokerto, Semakin Terkuak Dengan Adanya Jumpa Pers
Laporan KhususDesa Klambir Lima Kebon Adakan Pemilihan BPDHamparan Perak, Jaya Pos Desa Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang mengadakan pemilihan ...


BumNag Sumpur Kudus Maju Dengan Segudang PrestasiDPRD Sampaikan Laporan Pansus Atas LKPJ Bupati Muba TA 2019Membangun Masa Depan Kabupaten Bogor Dengan PancakarsaFachrori Launching Calendar of Event Upaya Promosikan Wisata JambiDPRD Muba Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati TA 2019Menpan RB Tjahjo Kumolo: MPP Pekanbaru Terbaik di IndonesiaSahirah Dzakyyah Memilih Ponpes Darul Ulum Untuk Pendidikannya