Rabu, 11 September 2019 - 06:14:10 WIB
K3 Paling Jorok, Pasar Baso Butuh Perhatian PemerintahKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 24 kali

Baca Juga:Tender Proyek Transmigrasi Ketapang Rp 9,4 Miliar Sarat KKNJembatan Gantung Melang Butuh RehabilitasiHarga SIM di Satpas Polres Bojonegoro Melambung TinggiKasus Pelecehan Seks Terhadap Anak Dibawah Umur Menghawatirkan

Bukittinggi, Jaya Pos

Pasar Baso merupakan pasar tradisio­nal di Kab. Agam, Sumatera Barat. Kondisi Pasar Baso saat ini menyedihkan dan memprihatinkan. Pasalnya, dengan luas pasar le­bih kurang 3 hektar, kondisi pasar merupakan pasar “terjorok” di Sumatera Barat dan juga lusuh serta atapnya sudah banyak yang bolong- bolong sehingga beberapa lorong pasar tidak dapat berfungsi sebagai layaknnya pasar.

Pantauan dilapangan, bangunan Pasar Baso sampai saat ini masih terlihat bangunan lama, hanya beberapa lorong saja yang sudah dilakukan re­novasi itupun masih memanfaatkan bangunan atau tonggak yang lama, hanya saja dipoles dengan cat/pernis agar terlihat baru. Mestinya, tonggak yang lama sudah harus diganti dengan tonggak permanen.

Tidak saja bangunan pasar yang lusuh, saluran pembuangan limbah juga tersumbat sehingga aliran limbah tidak lancar dan mengakibatkan bau busuk yang sangat menyengat di sekitar lokasi pasar tersebut. Pada umumnya, semua saluran pembungan di dalam pasar selalu tersumbat dan terjadinya tumpukan sampah yang mengakibatkan genangan air limbah.

Belum lagi sampah-sampah pasar yang tidak terawasi dengan baik. Sampah pasar yang selalu menumpuk dan merusak lingkungan terhadap kesehatan karena sarana pengangkutan mobil sampah yang tidak tersedia. Jika sampah pasar mau dibuang, harus menunggu kendaraan sampah (DLH) dari Lubuk Basung sekitar dua jam perjalanan dari Lubuk Basung ke wilayah pasar Baso.

Demikian disampaikan Kepala Pasar didampingi Sekretarisnya Edwin, ST saat menjawab pertanyaan wartawan saat diwancarai, Kamis (6/9).
Kondisi Pasar Baso yang memprihatikan dan pasar “terjorok” di Sumbar ini juga diakui oleh para pedagang, salah satunya Gindo.

Dirinya merasa miris melihat kondisi Pasar Baso yang jorok karena di depan tokonya ada saluran pembungan limbah yang selalu tersumbat sampah- sampah didalamnya, sehingga menyengat hidung. “Terpaksa karena disitulah satu-satunya tempat mengantungkan nasib anak dan istri saya,” ujarnya.

Menurut Edwin, ST. Bagindo, Pasar Baso perlu perhatian dari Pemkab Agam karena pasar tradisional yang sangat luas jika dibandingkan dengan pasar tradisional yang ada di daerah lain di Sumbar.

“Namun nasib Pasar Baso yang menyedihkan, sementara Pasar Baso merupakan empat nagari yang memilikinya yakni Nagari Tabek Panjang , Nagari Simarasok , Nagari Koto Tinggi dan Nagari Padang Tarok. Pasar Baso yang memiliki 172 kios, 900 lapak, dengan income PAD lebih kurang 15-20 juta per bulannya. Dengan kondisi Pasar Baso yang memprihatinkan, banyak lis/lapak yang kosong. Ada dua lorong yang tidak berfungsi, yakni los sayur dan kuliner,” ungkapnya.

“Bahkan Pasar Baso saat ditinjau oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi, Zaky tiga bulan lalu, menilai K3nya paling jorok, padahal luas Pasar Baso paling besar di Sumbar,” tutupnya. (Yet/Is)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59701)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52465)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51552)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15043)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14310)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14134)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13852)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13359)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12427)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9332)
Bedah JayaposPembangunan Infrastruktur di Kabupaten Dharmasraya Disinyalir Ada KongkalikongDharmasraya, Jaya Pos Pembangunan yang sudah selesai maupun yang tengah berjalan di Kabupaten Dharmasraya ...


Eksekusi bergaya premanisme, Hendra Laporkan ACC Finance ke BPSK Bukittinggi Kasus Tanah Kas Desa RancaudikTerkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RAB
Laporan KhususBupati H Ade Sugianto Melantik Direktur Operasional Pd BPR Artha Galunggung Kabupaten TasikmalayaTasikmalaya, Jaya Pos Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto, S. IP melantik Direktur Operasional PD Bank ...


Pemdes Sukaramai Jalin Kerjasama Dengan Praktisi Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Tentang PerikaKetua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliPolsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik