Senin, 16 September 2019 - 05:44:04 WIB
Penangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 44 kali

Baca Juga:Pemkab Indramayu Bangun MCK Plus di Desa BodasMencoba Kabur Saat Diringkus, Gembong Curanmor Terkapar DidorOrang Tua Murid SDN 05 Pagi Kedaung Kaliangke Resah Menunggu Status AnakProyek Parkir RSUD Sidoarjo Diduga Ada Permainan

Pangkep, Jaya Pos

Penangkapan salah satu pegawai Lembaga Pemasyarakatan (LP), Amrullah oleh pihak kepolisian diduga tidak sesuai prosedural dan direkayasa.
Bermula korban dihubungi Arul yang merupakan tahanan dirutan Pangkep dengan dalih meminta tolong kepada Amrullah untuk menitipkan barang.

Dalam keterangannya, Amrullah menyampaikan bahwa sekitar pukul 13.00 wib dirinya masuk untuk bekerja. Pada saat itu Liman (pemilik Narkoba) menelepon Amirullah meminta menunggu sebelum masuk kantor dan Arul yang memberikan arahan ketika sudah sampai di alamat yang ditentukan.

Pada saat itu, Arul mengarahkan agar pergi ke pertamina kemudian masuk kedalam perumahan untuk bertemu dengan seseorang menggunakan motor berwarna merah. Beberapa saat kemudian datanglah seorang yang menggunakan sepeda motor lalu berhenti ditikungan jalan.

Setelah bertemu, penghantar barang tersebut bertanya kepada Amrullah, apakah anda yang mau dititipkan barangnya Liman? lalu dijawab iya. Barang yang diberikan tersebut sebuah bungkusan warna merah yang sudah dililit dengan lakban warna putih. Tanpa diketahui isi dalam bungkusan tersebut Amirullah ditinggal pergi tanpa mengetahui siapa yang menghantarkan barang tersebut pasalnya menggunakan masker serta helm.

Selanjutnaya Amirullah langsung masuk ke dalam rumahnya dengan mengantongi barang tersebut dalam celana bagian kanan karena pada saat itu ada tamu di rumah­nya. Kemudian meninggalkan rumah guna menuju ke kantor rutan untuk persiapan jaga malam pada saat korban naik mobil barang titipan tersebut disimpan dijok mobil sebelah kanan dekat tempat duduk sopir.

Namun ditengah perjalanan, tepatnya dijalan poros mks-pare, Kampung Lembang, korban diberhentikan polisi serta diminta untuk turun dari kendaraan. Polisi langsung mempertanyakan apakah ada barang titipan yang dibawa? Korban pun menjawab ada pak, namun tidak tahu apa isi dalamnya tersebut karena tidak pernah dibuka.

Selanjutnya polisi me­minta agar korban menjawab kooperatif bahwa dirinya tidak membawa narkoba tetapi kalau barang titipan korban mengakui ada. Lalu korban menunjukkan batang tersebut kepada petugas. Kemudian petugsa langsung mengambilnya lalu di buka dan me­ngatakan bahwa itu narkoba. Setelah itu, Amirullah di suruh memegang barang tersebut untuk kemudian di foto oleh polisi yang menangkapnya. Kemudian langsung di bawah ke kantor polisi tepatnya di Polres Pangkep, untuk dilakukan introgasi terkait kepemilikan barang tersebut.

Menurut pengakuan Ami­rulloh, pada saat itu Kasat narkoba meminta dirinya untuk menunjukan pemilik barang tersebut. “Kalau pak haji bisa menunjukkan siapa yang punya dan bisa di tangkap, maka pak haji akan saya le­paskan, “ ujarnya menirukan.

Akhirnya Amirullah pun menjawab dan mengatakan bahwa yang punya barang tersebut adalah Liman yang ada di kota Makassar. Maka dirinya bersama petugas berangkat untuk mencari Liman. Selama dalam perjalanan ke Makassar, Amirullah tidak pernah berhenti berkomunikasi bersama Liman dan akhirnya Liman ditangkap di Makassar sekitar pukul 20.00 malam.

Liman mengakui bahwa barang tersebut adalah milik­nya, namun ia tidak me­ngetahui siapa yang membawa turun barang tersebut ke Pangkep.
Atas perbuatan Liman polisi menjerat dengan Pasal 114 dan Pasal 112 ayat 2 KUHP padahal selaku pemilik narkobanya sedangkan Amrullah dijerat Pasal 131 serta Pasal 132 KUHP. Kenapa Amrullah dijerat Pasal tersebut?diduga kuat disini pihak kepolisian ada kepentingan dibalik penangkapan tersebut. Padahal Amrullah hasil dari test urine dari BNN hasilnya negatif. (Borahimah)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59935)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (54221)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51781)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15275)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14547)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14358)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14068)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13626)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (13527)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9574)
Bedah JayaposPAD Dishub Bukittinggi Diduga Terjadi Kebocoran, Oknum ASN Tidak Beretika Perlu PembinaanBukittinggi, Jaya Pos Tingkat kebocoran sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi perparkiran di ...


Kasektor Citata Kramat Jati Diduga Lindungi Bangunan BermasalahProyek Jalan PUPR Lahat AmburadulPT DWK Diduga Produksi CPO Dioplos MikoTiang Oktagonal Segi 8 Bengkok, Dishub Surabaya Lakukan PembiaranKegiatan Pamsimas di Kabupaten Sidoarjo Diduga Mark UpPembangunan Gerai Pusat Oleh-Oleh Diduga Gunakan Bangunan LamaPendataan Dinas Sosial Bukittinggi Diduga Pilih Kasih Pada Warga Miskin
Laporan KhususPemkab Gumas Raih Penghargaan Dari Menkumham RIKuala Kurun, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Bagian ...


Menjelang Hari Jadi Kabupaten Indramayu Lantik WabupWalikota Padang Panjang Kembali Terima Penghargaan Pembina ProklimPemkab Bantaeng Raih Penghargaan STBM Award Tingkat NasionalJumaga Nadeak Kembali Dilantik Pimpin DPRD KepriPimpinan Tiga Daerah ke Bantaeng Ikuti Monev Bersama KPKHari Kesaktian Pancasila Pemkot Manado Gelar Upacara Bendera45 Anggota DPRD Labuhanbatu Periode 2019 - 2014 Dilantik