Rabu, 24 Oktober 2012 - 07:22:20 WIB
LSM Komnas Akan Laporkan Kepala Puskesmas Tulangan ke KejakasaanKategori: Jawa Timur - Dibaca: 545 kali

Baca Juga:YBS Peringati HUT Nabi Khong Hu ChuKaraoke Tanpa Izin Diduga Marak di Kediri, Polsek Ngadiluwih Tak Berdaya MenertibkannyaPBB P2 di Bogor Dapat Dilakukan Secara OnlineKelompok Mulyasari Mukti Selamatkan Sapi Betina Bunting

Sidoarjo, Jaya Pos

Tindakan arogan yang ditunjukkan oleh Kepala Puskesmas Tulangan dalam menghalangi wartawan dan LSM untuk melakukan tugasnya sebagai control social  disikapi secara serius oleh ketua Komnas (Komunitas Nasionalis) Sidoarjo.

Menurut Suryanto, tindakan yang dilakukan oleh Kepala Puskesmas Tulangan ini benar – benar keterlaluan dan merugikan awak media dan LSM. Dalam waktu, pihaknya akan segera melayangkan surat laporan ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan 335 dan juga diduga kuat melanggar UU Pers No 40 tahun 1999.

Adapun tindakan yang dianggap arogan yakni perintah yang dikeluarkan kepala Puskesmas kepada anak buahnya agar mengusir wartawan yang sedang berusaha mengambil gambar proyek pembangunan Puskesmas Tulangan  yang diduga kuat telah terjadi kecurangan yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana dengan  memasang besi yang tidak sesuai dengan spektek yang seharusnya.

Sedangkan kontraktor pelaksana dari proyek ini adalah  PT Tunggal Jaya Raya yang beralamat di Jalan Wates II /4 Sidoarjo  NPWP 02.211.228.8-641.000 dengan harga penawaran  Rp.2.605.500.000;00. Menurut keterangan yang diperoleh Jaya Pos bahwa PT Tunggal Jaya Raya  ini adalah milik dari H Wandi yang dikelola oleh H. Dedy, anaknya.

Anehnya, dalam pembangunan proyek ini kenapa yang menghalangi wartawan adalah kepala puskesmas. Menurut Suryanto ini adalah bentuk –bentuk persekongkolan antara pejabat dan pengusaha  dan diduga kuat kepala Puskesmas Tulangan telah menerima sesuatu dari kontraktor pelaksana sehingga mau saja dijadikan  alat untuk mengghalang- halangi wartawan untuk melakukan tugasnya.

Masih menurut Suryanto, bahwa sikap arogan yang ditunjukkan oleh Kepala Puskesmas Tulangan ini benar – benar anti demokrasi  karena  media adalah salah satu pilar demokrasi apabila menghalaingi media untuk melakukan tugasnya bisa diartikan orang tersebut adalah anti demokrasi dan ini tentu tidak sesuai dengan semangat reformasi. Hal ini jelas telah melanggar UU Pers no 40 tahun 1999 yang berbunyi “ barang siapa yang menghalang- halangi tugas jurnalistik dikenakan kurungan 2 tahun penjara atau denda sebesar Rp. 500.000.000;00 (lima ratus juta rupiah).

Lebih jauh lagi, Suryanto meminta  kepada Jaya Pos agar turut membubuhkan tanda tangan laporan ke Kejari Sidoarjo hal ini amatlah penting guna pembelajaran bagi para pejabat yang suka berbuat arogan dan pamer kekuasaan dengan mengerahkan orang- orangnya / bawahanya untuk memuluskan langkahnya dalam menutupi kejahatanya, dan tentunya hal ini bertentangan dengan UU RI no 28 tahun   1999 tentang penyelenggara Negara yang bersih dan bebas dari KKN  pasal 5 ayat 4. Zein


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (72072)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (61052)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52806)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (20561)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16391)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15656)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15308)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (15005)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14830)Sanksi Tegas Menanti PNS yang Nambah Libur (11324)
Bedah JayaposKasus Suap, JPU Ketapang Tuntut Mantan Politikus PDI-P 1,5 Tahun PenjaraKetapang, Jaya Pos Perjalanan kasus suap dan gratifikasi yang menyeret mantan Ketua DPRD Ketapang, ...


KPU Pandeglang DidemoDinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Ciptakarya dan Penataan Ruang Kota Surabaya DipolisikanTambang Mas Liar Menjamur Lagi Di BengkayangKejati Kalteng Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek Penggantian Jembatan di KapuasSoal Hibah Gubernur 7 M Untung Bisa Dijerat TPPUKetua Kelompok Budi Karya Leniyanti Diduga Palsukan Data AnggotaBuntut Dugaan Penyelewengan Anggaran Pada Humas Mojokerto, Semakin Terkuak Dengan Adanya Jumpa Pers
Laporan KhususDesa Klambir Lima Kebon Adakan Pemilihan BPDHamparan Perak, Jaya Pos Desa Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang mengadakan pemilihan ...


BumNag Sumpur Kudus Maju Dengan Segudang PrestasiDPRD Sampaikan Laporan Pansus Atas LKPJ Bupati Muba TA 2019Membangun Masa Depan Kabupaten Bogor Dengan PancakarsaFachrori Launching Calendar of Event Upaya Promosikan Wisata JambiDPRD Muba Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati TA 2019Menpan RB Tjahjo Kumolo: MPP Pekanbaru Terbaik di IndonesiaSahirah Dzakyyah Memilih Ponpes Darul Ulum Untuk Pendidikannya