Rabu, 24 Oktober 2012 - 08:27:43 WIB
Warga Desa Jaya Sari Pertanyakan Kualitas Jalan PNPMKategori: Banten - Dibaca: 495 kali

Baca Juga:Mall Ramayana Garut Langgar Jam kerja, Dinsosnakertrans Terkesan Main MataJuara LSS Tingkat Nasional SDN Suryakencana CBM TasyakuranKunjungan Plt Gubsu Ke Asahan Disambut Antusias Pedagang Pasar TradisionalSejumlah Petinggi Dishub Kab Pandeglang Diduga Bermain "Sabun"

Lebak, Jaya Pos

Sejumlah warga Desa Jaya Sari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak – Banten mempertanyakan pekerjaan fisik pembangunan jalan yang terletak di Kampung Leuwi Urug. Pasalnya, pengerasan jalan sepanjang 1 Km yang dibangun dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Perdesaan tahun 2012 tersebut diduga dikerjakan asal – asalan.

Hal ini dikatakan Udi, salah satu tokoh masyarakat Desa Jaya Sari. Menurutnya, proyek pengerjaan jalan yang dilaksanakan oleh TPK Desa Jaya Sari ini dikerjakan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB). “Dari hasil pantauan kami di lokasi proyek, penggunaan batu dan scrop yang mestinya dalam RAB itu 300 kubik ternyata oleh pelaksana TPK hanya menerapkan 80 kubik saja. Sehingga, hal ini jelas akan mempengaruhi kualitas jalan,” kata Udi kepada Jaya Pos.

Warga Desa Jaya Sari, lanjut Udi, banyak yang mempertanyakan kualitas jalan tersebut. Mengingat anggaran yang diserap dari proyek pengerjaan jalan ini sebesar Rp 100 juta, akan tetapi dalam pengerjaannya dilakukan asal – asalan. “Selain pengurangan batu dan scrop, pembangunan jalan ini juga tidak menggunakan alat perata jalan (stum). Tentunya dalam hal ini, TPK lah yang harus bertanggung jawab,” tandasnya.

Hal senada diutarakan Suro, warga desa lainnya. Ia sangat menyayangkan pelaksana TPK yang tidak bisa mengoptimalkan anggaran sebesar Rp 100 juta dalam pembangunan jalan tersebut. “Terus terang aja, masyarakat disini sangat kecewa dengan hasil pekerjaan pengurus TPK. Mestinya mereka (TPK) menyelesaikan pembangunan jalan dengan hasil yang terbaik dan sesuai RAB yang ada. Bukan malah mengkorupsi anggaran,” imbuhnya.

Carut – marutnya pembangunan jalan PNPM di Desa Jaya Sari, tambah Suro, diduga diakibatkan karena tidak adanya kerja sama yang baik antar pengurus TPK. “Yang saya tahu, sekretaris dan bendahara TPK itu tidak difungsikan. Buat apa mereka (sekretaris dan bendahara) dibentuk, kalau memang tidak difungsikan,” kata Suro.

Tidak difungsikannya sekretaris dan bendahara TPK Desa Jaya Sari ini dibenarkan oleh Uwen, selaku sekretaris TPK dan Nanih, bendahara saat dikonfirmasi Jaya Pos belum lama ini.

Menurut Uwen, selama kegiatan PNPM berjalan dirinya tidak pernah dilibatkan sampai pekerjaan selesai. “Saya dan bendahara selama ini tidak pernah dilibatkan, dan saya juga heran kenapa anggaran PNPM bisa cair sedangkan bendahara pun tidak pernah menandatangani berkas pencairan?,” aku Uwen.

Nanih yang menjabat bendahara juga mengakui bahwa dirinya tidak pernah dilibatkan dalam urusan PNPM. “Selama pencairan PNPM, saya tidak pernah menandatangani berkas dan untuk urusan keuangan semuanya dipegang oleh Ketua TPK dan saudara Nur (FKMD),” kata Nanih.

Menanggapi hal ini, Haerullah, Ketua TPK PNPM Desa Jaya Sari ketika ditemui Jaya Pos di kediamannya membantah tidak dilibatkannya sekretaris dan bendahara TPK dalam kegiatan PNPM. “Tidak benar itu, semua pengurus TPK kami libatkan. Adapun mengenai pengerjaan pembangunan jalan PNPM, segala sesuatunya sudah saya serahkan ke saudara Nur. Untuk lebih jelasnya silahkan anda konfirmasi aja ke saudara Nur dan UPK Cimarga karena selama ini saya selalu berkoordinasi dengan UPK,” tutur Haerullah.

Ketua UPK Kecamatan Cimarga, Dede, ketika dihubungi Jaya Pos melalui telepon selulernya enggan memberikan komentar dengan alasan sibuk. “Maaf pak, saya sedang sibuk, lain kali aja konfirmasinya, nanti bapak saya telpon,” kata Dede. Yani


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (72071)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (61052)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52806)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (20561)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16391)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15656)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15308)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (15005)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14830)Sanksi Tegas Menanti PNS yang Nambah Libur (11323)
Bedah JayaposKasus Suap, JPU Ketapang Tuntut Mantan Politikus PDI-P 1,5 Tahun PenjaraKetapang, Jaya Pos Perjalanan kasus suap dan gratifikasi yang menyeret mantan Ketua DPRD Ketapang, ...


KPU Pandeglang DidemoDinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Ciptakarya dan Penataan Ruang Kota Surabaya DipolisikanTambang Mas Liar Menjamur Lagi Di BengkayangKejati Kalteng Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek Penggantian Jembatan di KapuasSoal Hibah Gubernur 7 M Untung Bisa Dijerat TPPUKetua Kelompok Budi Karya Leniyanti Diduga Palsukan Data AnggotaBuntut Dugaan Penyelewengan Anggaran Pada Humas Mojokerto, Semakin Terkuak Dengan Adanya Jumpa Pers
Laporan KhususDesa Klambir Lima Kebon Adakan Pemilihan BPDHamparan Perak, Jaya Pos Desa Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang mengadakan pemilihan ...


BumNag Sumpur Kudus Maju Dengan Segudang PrestasiDPRD Sampaikan Laporan Pansus Atas LKPJ Bupati Muba TA 2019Membangun Masa Depan Kabupaten Bogor Dengan PancakarsaFachrori Launching Calendar of Event Upaya Promosikan Wisata JambiDPRD Muba Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati TA 2019Menpan RB Tjahjo Kumolo: MPP Pekanbaru Terbaik di IndonesiaSahirah Dzakyyah Memilih Ponpes Darul Ulum Untuk Pendidikannya