Rabu, 24 Oktober 2012 - 08:32:55 WIB
Keluarga Terdakwa Diduga Main Mata Dangan Penegak Hukum, Tak Ada Uang Korban pun TertindasKategori: Sulawesi Selatan - Dibaca: 367 kali

Baca Juga:Warga Desa Jaya Sari Pertanyakan Kualitas Jalan PNPMMall Ramayana Garut Langgar Jam kerja, Dinsosnakertrans Terkesan Main MataJuara LSS Tingkat Nasional SDN Suryakencana CBM TasyakuranKunjungan Plt Gubsu Ke Asahan Disambut Antusias Pedagang Pasar Tradisional

Pangkep, Jaya Pos

Pihak penegak hukum seharusnya menjujung tinggi keadilan dan kebenaran agar masyarakat kecil tidak tertindas.
Sidang perdana terdakwa TJ, kasus pelecehan seksual kepada korban anak di bawah umur (R) 11 tahun digelar di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Pangkep menjalani persidangan lebih dari sepuluh kali dan menelan waktu selama tujuh bulan, akhirnya majelis hakim membacakan putusan pada tanggal 11 September 2012 kepada terdakwa selama tiga tahun dua bulan penjara denda dua ratus juta dan subsider dua bulan.

Terkait putusan yang dibacakaan oleh Majelis Hakim di depan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pihak keluarga korban (SN) merasa kecewa dengan keputusan itu. Menurutnya, PN khususnya para hakim dan kejaksaan dinilai tidak menegakkan hukum dan keadilan sesuai saksi dan bukti-bukti yang ada.

Kabag Humas PN Pangkep Wahyu Sudrajat SH saat dikonfirmasi di ruang kerjanya kepada Jaya Pos mengatakan dakwaan pertama yang dibacakaan oleh terdakwa dengan tuntutan pasal 290 dan pasal 81 ayat 1 (KUHP) tentang pelecahan seksual dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara, denda paling banyak 300 juta paling kurang 60 juta.

Karena dakwaan pasal 81 dan pasal 290 tidak terdapat bukti-bukti yang bisa memperkuat putusan pengadilan sehingga terdakwa hanya dituntut dengan pasal 82 UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak akhirnya divonis 3 tahun 2 bulan penjara denda 200 juta dan subsider 2 bulan namun hal ini masih bersifat sementara karena JPU Sakinah Pratiwi SH MH mengajukan banding.

Berdasarkan putusan tersebut, JPU mengajukan banding pada tanggal 17 September 2012 dan dikirim ke Pengadilan Tinggi pada tanggal 1 Oktober 2012 karena menurutnya tidak sesuai tuntutan yang diajukan yaitu 6 tahun penjara dan denda 500 juta.

Di tempat terpisah, keluarga korban menjelaskan perbuatan terdakwa tentang awal kejadiaan. Menurutnya, terdakwa TJ, yang notabene seorang kepala sekolah di SDN No 02 Bulu Pao Desa Padang Lampe Kecamatan Ma’rang Kab Pangkep mengajak (R) 11 tahun, tak lain adalah anak didiknya sendiri ke salah satu lapangan untuk melakukan kegiatan olah raga. Namun dalam perjalanan menuju lapangan dengan menggunakan kendaraan roda dua, tiba-tiba mampir di sebuah rumah kosong tak lain adalah rumah terdakwa sendiri. “Disitulah dia dengan sengaja membujuk korban untuk melayani dan melampiaskan nafsu birahinya,” tutur nenek korban.

Atas perbuatan terdakwa, beberapa hari kemudian sempat tercium oleh keluarga korban sehingga langsung dilaporkan kepada pihak yang berwajib dan mulai ditahan oleh pihak penyidik Kepolisian Resort Pangkep pada tanggal 22 Februari 2012.

Menurut sumber yang dihimpun Jaya Pos, pihak keluarga terdakwa telah mempersiapkan uang sebesar 300 juta kepada pihak-pihak yang dapat membantu terdakwa termasuk pengacaranya.Tim


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (72071)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (61052)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52806)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (20560)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16391)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15656)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15308)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (15005)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14830)Sanksi Tegas Menanti PNS yang Nambah Libur (11323)
Bedah JayaposKasus Suap, JPU Ketapang Tuntut Mantan Politikus PDI-P 1,5 Tahun PenjaraKetapang, Jaya Pos Perjalanan kasus suap dan gratifikasi yang menyeret mantan Ketua DPRD Ketapang, ...


KPU Pandeglang DidemoDinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Ciptakarya dan Penataan Ruang Kota Surabaya DipolisikanTambang Mas Liar Menjamur Lagi Di BengkayangKejati Kalteng Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek Penggantian Jembatan di KapuasSoal Hibah Gubernur 7 M Untung Bisa Dijerat TPPUKetua Kelompok Budi Karya Leniyanti Diduga Palsukan Data AnggotaBuntut Dugaan Penyelewengan Anggaran Pada Humas Mojokerto, Semakin Terkuak Dengan Adanya Jumpa Pers
Laporan KhususDesa Klambir Lima Kebon Adakan Pemilihan BPDHamparan Perak, Jaya Pos Desa Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang mengadakan pemilihan ...


BumNag Sumpur Kudus Maju Dengan Segudang PrestasiDPRD Sampaikan Laporan Pansus Atas LKPJ Bupati Muba TA 2019Membangun Masa Depan Kabupaten Bogor Dengan PancakarsaFachrori Launching Calendar of Event Upaya Promosikan Wisata JambiDPRD Muba Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati TA 2019Menpan RB Tjahjo Kumolo: MPP Pekanbaru Terbaik di IndonesiaSahirah Dzakyyah Memilih Ponpes Darul Ulum Untuk Pendidikannya