Kamis, 25 Oktober 2012 - 07:26:28 WIB
Warga Jakarta Pusat Minta Dinas P2B Bersikap ProfesionalKategori: Jakarta - Dibaca: 424 kali

Baca Juga:Anggota DPRD dan Tenaga Honorer Parigi Gelar Konsultasi ke BKNProgram Prona di Pandeglang Diduga Dijadikan Ajang BisnisNginap di Wisma Bonthain, Wakil DPRD Bantaeng Angkat Jempol Pada Bupati Keluarga Terdakwa Diduga Main Mata Dangan Penegak Hukum, Tak Ada Uang Korban pun Tertindas

Jakarta, Jaya Pos

Dalam rangka untuk menciptakan tertib bangunan bagi masyarakat didalam kegiatan membangun diibukota Jakarta khususnya diwilayah Kota Administrasi jakarta pusat, masyarakat jakarta pusat meminta kepada Kepala Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan(DPPB) DKI Jakarta beserta jajarannya agar bisa bersikap Profesional dan tegas dalam melaksanakan Tupoksi sebagai pengawasan dan penertiban bangunan.

Menurut Rahmat sebagai tokoh pemuda Kecamatan Sawah, “saya berharap kepada Kepala DPPB DKI Jakarta bersikap profesional dan tegas terhadap bangunan yang diduga melakukan pelanggaran seperti tanpa IMB, tidak sesuai izin, tidak sesuai peruntukkan tata ruang, pelanggaran GSB(garis sepadan bangunan), GSJ (garis sepadan jalan) dan melanggar ketinggian bangunan. Semua itu harus bisa ditindak”.

Ia meminta juga bagi yang melanggar dilakukan pembongkaran bagi tiap bangunan rumah tinggal maupun non rumah tinggal tanpa adanya “kompromi” bagi setiap pemrakarsa. Ia juga berharap agar DPPB beserta jajarannya mulai sebagai kasie pengawasan dan penertiban bangunan ditingkat kecamatan, kasie perizinan bangunan ditingkat kecamatan, kasie  pengawasan perizinan ditingkat sudin (suku dinas), kab. Penertiban ditingkat Dinas sebagai pihak yang mempunyai kewenanggan agar dapat diberikan dan dikeluarkan IMB serta dilakukan dan dilaksanakan penertiban hingga dibongkar sesuai SK Gubernur 1068 tahun 1997 tentang petunjuk teknis pelaksanaan penertiban bangunan.

“Jangan ada dugaan bangunan rumah tinggal aja yang melakukan pelanggaran hingga dibongkar seperti halnya bangunan di Kecamatan Menteng bangunan melanggar GSB, tetapi bangunan non rumah tinggal tidak dibongkar yang jelas-jelas kelihatan secara fisik bangunan raksasa, yang diduga dibekingin oleh oknum Dinas maupun Suku Dinas, dan disinyalir kebal hukum sehingga bangunan berdiri megah dan kokoh tanpa dilakukan pembongkaran baik,” katanya.

Jangan samapai ada kesan tutup mata serta diduga “upeti yang mengalir”. Setahu dirinya bangunan yang diduga ‘kebal hukum’ bukan hanya di Kecamatan Sawah Besar saja, bangunan yang serupa seperti “bangunan raksasa” di wilayah Kecamatan Menteng, Kecamatan Cempaka Putih, dan Kecamatan Tanah Abang juga ada. Namun kesemua itu seluruh jajaran diinas hingga Sudin  terkesan dan diduga ‘tutup mata’ disinyalir mengalir “upeti” dari para pemilik bangunan raksasa dan diduga kab.penertiban dinas P2B diduga mandul atau disinyalir adanya dugaan ‘tebang pilih’ terhadap bangunan yang akan dieksekusi dibongkar dan ini pun disinyalir adanya kelalaian maupun lemahnya pengawasan perizinan ditingkat sudin dan diduga kasudin P2B jakarta pusat diduga terlibat sehingga “bangunan raksasa” diduga melakukan pelanggaran dilakukan ‘pembiaran’ dan berjalan aman dalam kegiatan.
Sementara Kasie Pengawasan Perizinan Jakarta Pusat Bayu Aji saat dikonfirmasi, mengatakan “Saya kan baru ditugaskan dijakarta pusat,silahkan aja tulis nama-namanya”.

Menurut Dinas P2B, sebagai Kab Penertiban Andor ketika ditanya tanggapannya terkait maraknya bangunan diduga bermasalah diwilayah jakarta pusat yang mana dirinya sebelum menjabat kab penertiban sebagai kasudin perizinan jakarta pusat, apakah bapak akan melaksanakan tupoksi sesuai fungsinya  melalui Via sms, dirinya menjawab. “Benar kita tertibkan di jak pusat . 2 minggu lalu kita adakan bongkar di daerah menteng yang membangun melanggar GSB,” kata Kab Penertiban Dinas P2B.  Didit


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (74137)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (61098)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52844)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (20992)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16433)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15699)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15325)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (15020)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14916)Sanksi Tegas Menanti PNS yang Nambah Libur (11540)
Bedah JayaposKasus Suap, JPU Ketapang Tuntut Mantan Politikus PDI-P 1,5 Tahun PenjaraKetapang, Jaya Pos Perjalanan kasus suap dan gratifikasi yang menyeret mantan Ketua DPRD Ketapang, ...


KPU Pandeglang DidemoDinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Ciptakarya dan Penataan Ruang Kota Surabaya DipolisikanTambang Mas Liar Menjamur Lagi Di BengkayangKejati Kalteng Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek Penggantian Jembatan di KapuasSoal Hibah Gubernur 7 M Untung Bisa Dijerat TPPUKetua Kelompok Budi Karya Leniyanti Diduga Palsukan Data AnggotaBuntut Dugaan Penyelewengan Anggaran Pada Humas Mojokerto, Semakin Terkuak Dengan Adanya Jumpa Pers
Laporan KhususDesa Klambir Lima Kebon Adakan Pemilihan BPDHamparan Perak, Jaya Pos Desa Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang mengadakan pemilihan ...


BumNag Sumpur Kudus Maju Dengan Segudang PrestasiDPRD Sampaikan Laporan Pansus Atas LKPJ Bupati Muba TA 2019Membangun Masa Depan Kabupaten Bogor Dengan PancakarsaFachrori Launching Calendar of Event Upaya Promosikan Wisata JambiDPRD Muba Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati TA 2019Menpan RB Tjahjo Kumolo: MPP Pekanbaru Terbaik di IndonesiaSahirah Dzakyyah Memilih Ponpes Darul Ulum Untuk Pendidikannya