Sabtu, 02 November 2019 - 06:53:29 WIB
PUBLIKASI KINERJA DINAS TENAGA KERJA KABUPATEN BOGORKategori: Laporan Khusus - Dibaca: 105 kali

Baca Juga:Nur Mahmudi Terobsesi Nyapres 2014Kadindik Kab. Tangerang ‘Restui" Pungli di SMPN 1 Kelapa DuaTerkait Kasus Judi Leng, Kajari Simalungun Akan Diperiksa Pihak Kejatisu Bantuan RTLH Tidak Tepat Sasaran, Rumah Rusak Tidak Terakomodir

BOGOR, JAYA POS

Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor melalui kegiatan APBD Tahun Anggaran 2019 telah melaksanakan Uji Kompetensi Bagi Tenaga Kerja dan Pencari Kerja di Kabupaten Bogor.

Uji kompetensi bertujuan agar tenaga kerja dan pencari kerja menjadi lebih produktif dalam menghadapi MEA dan meningkatkan daya saing yang baik bagi tenaga kerja Indonesia khususnya Kabupaten Bogor di pasar kerja lokal, nasional maupun internasional.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) pada tahun 2018 peserta yang lulus uji kompetensi dari APBD 149 orang dari total peserta sebanyak 160 orang. Untuk target uji kompetensi tahun 2019 dari APBD 280 orang dan sampai dengan Bulan Agustus 2019 yang lulus sebanyak 235 orang.

Dalam upaya Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja, untuk mewujudkan masyarakat yang berkualitas serta mendukung Pemkab Bogor menjadi kabupaten termaju, nyaman dan berkeadaban. Salah satu bentuk upaya peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja tersebut adalah dengan mengadakan “Sosialisasi Pemagangan Bagi Masyarakat” di Kabupaten Bogor yang diprioritaskan kepada Calon Tenaga Kerja dan Tenaga Kerja yang diwakili oleh Ketua BKK Sekolah dan Kepala SMK.

Seperti diketahui bersama, betapa pentingnya pengembangan SDM melalui investasi SDM di Kabupaten Bogor, ketersediaan SDM yang kompeten harus diprioritaskan secara bersama untuk memenuhi permintaan kebutuhan tenaga kerja skilled yang sesuai dengan dunia industri, “program pemagangan menjadi salah satu upaya penyiapan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri. Selain itu, pemagangan pun mempercepat penyerapan penggangguran untuk masuk ke dunia kerja.” Untuk itu, perlu ada sosialisasi ke masyarakat supaya mereka tahu bahwa pemagangan bisa menjadi alat untuk masuk dunia kerja bukan hanya sekolah saja. Dalam kegiatan ini kami sengaja mengundang dari unsur BKK Sekolah, kepala SMK, LPK dan yang lainnya sebagai perwakilan dari masyarakat yang kami anggap mampu menyebarkan informasi yang didapat dari hasil sosialisasi ini kepada masyarakat dan para orang tua didik dan anak didik. “Jika orang tua memdorong anak-anaknya untuk magang akan lebih bagus. Oleh karenanya harus dikokohkan sistem magang yang dibuat”.

Peran aktif industri sangat penting, selain menyediakan tempat magang juga menyediakan instruktur pemagangan. Selain itu, praktisi akademis juga sangat membantu dengan memberikan saran dan ide, sehingga pemagangan akan berhasil dengan baik. Pemerintah juga berharap agar pihak swasta dapat berinvestasi kepada peningkatan keterampilan tenaga kerja, baik melalui penyelenggaraan pelatihan maupun melalui program pemagangan. Pemerintah mengajak kalangan dunia usaha dan industri yang berasal dari dalam maupun luar negeri (PMA) agar mendukung pengembangan SDM dengan membangun sistem pelatihan kerja dan sertifikasi profesi secara terpadu.

Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Serbaguna I Setda Kabupaten Bogor, Kabupaten Bogor tanggal 16 Oktober 2019. Peserta kegiatan dihadiri 200 peserta yang berasal dari BKK Sekolah, Kepala SMK, LPK Swasta dan Perusahaan yang mempunyai Program Pemagangan.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan Sosialisasi Pemagangan Bagi Masyarakat di Kabupaten Bogor ini adalah:

1. Menyebarluaskan tentang implementasi permen ketenagakerjaan
tentang penyelenggaraan pemagangan,
2. Menyebarluaskan tentang penyelenggaraan pemagangan,
3. Memberikan gambaran manfaat dari pada pemagangan,
4. Aturan dan tata cara penyelenggaraan pemagangan.

Output Yang Dihasilkan

a. Pemahaman Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No 36 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pemagangan di Dalam Negeri serta dapat mengimplementasikannya di lingkungannnya masing-masing secara konsisten sebagaimana telah diatur dalam peraturan tersebut;
b. Pemahaman Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia No: PER.08/MEN/V/2008 Tentang Tata Cara Perizinan dan Penyelenggaraan Pemaganagan di Luar Negeri serta dapat mengimplementasikannya di lingkungannnya masing-masing secara konsisten sebagaimana telah diatur dalam peraturan tersebut;
c. Tersampaikannya informasi ke masyarakat tentang Penyelenggaraan Pemagangan di Dalam Negeri dan Luar Negeri supaya mereka tahu bahwa pemagangan bisa menjadi alat untuk masuk dunia kerja.
d. Pemahaman tentang teknis penyelenggaran pemagangan;
e. Adanya masukan dan saran sebagai tindak lanjut dari kegiatan yang dilaksanakan;

Dalam rangka pelaksanaan pembinaan dan pengembangan terhadap kalangan dunia usaha yang ada di Kabupaten Bogor, maka sesuai dengan fungsinya seksi Produktivitas menciptakan dan mengembangkan iklim yang kondusif bagi peningkatan produktivitas yang mendorong pertumbuhan dan pengembangan dengan memberikan bimbingan kepada perusahaan yang dalam hal ini kepada dunia usaha yang salah satunya melaksanakan pengukuran produktivitas secara kuantitatif untuk melihat seberapa besar produktivitas yang dihasilkan sebagai bahan perencanaan peningkatan produktivitas tahun berikutnya, agar usaha lebih maju dan lebih berkembang.

Berdasarkan jumlah data perusahaan di Kabupaten Bogor tahun 2017 sebanyak 2.776 perusahaan (sumber: DPMPTSP Kabupaten Bogor tahun 2016), 587 IKM (sumber: Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor tahun 2016) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Bogor tahun 2016 secara kuantitas tercatat sebanyak 20.163 (sumber: Dinas Koperasi UMKM Kabupaten Bogor tahun 2016). Yang telah mengikuti pelatihan pengukuran produktivitas sebanyak 30 perusahaan yang dilaksanakan pada tahun 2017. Untuk itu maka perlu dilakukan pelatihan pengukuran produktivitas agar perusahaan dapat mengukur produktivitas secara kuantitatif dari usaha yang dikelolanya, sehingga dapat mengevaluasi usahanya dan sebagai bahan perencanaan untuk meningkatkan produktivitas secara keseluruhan yang efektif dan efisien, dan sebagai bahan perencanaan program perbaikan tahun berikutnya.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan pelatihan pengukuran produkti­vitas kerja di perusahaan ini adalah:
1. Peserta memahami arti produktivitas;
2. Peserta memahami tentang pengukuran produktivitas dan cara teknis
mengukur produktivitas usaha;
3. Peserta memahami penerapan 5S yang merupakan pondasi dasar ­dalam
peningkatan produktivitas.

Kegiatan lainnya adalah pelatihan pengukuran produktivitas kerja di perusahaan yang berlangsung 2 hari Learnotel, Desa Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor selama 2 hari efektif dari tanggal 8 sampai dengan 10 Juli 2019.

Bimtek pengukuran produktivitas kerja di perusahaan telah diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari 30 perusahaan dengan antusias sampai selesai kegiatan, karena merupakan ilmu yang dianggap baru oleh peserta.

Dengan belajar teori dan praktik mengukur produktivitas tenaga kerja di perusahaan dapat dijadikan salah satu indikator pengupahan kepada karyawan berdasarkan produktivitas tenaga kerjanya. Pengukuran produktivitas ini merupakan keahlian khusus yang dapat dimiliki oleh peserta yang bisa dilanjutkan untuk mendapatkan sertifikasi profesi sebagai pengakuan keahlian.(Boston/adv)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60719)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (60716)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52499)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16037)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (15433)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15312)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15092)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14774)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14396)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (10313)
Bedah JayaposBPD Tak Kujung Dilantik Desa Balongbendo Terancam LumpuhSidoarjo, Jaya Pos Warga Desa Balongbendo Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo Re­sah, pasalnya ...


Demi Untung Banyak, Ketua Panitia Gunakan Tanah Urug Tidak Sesuai SpekLujeng Sudarto Desak Kejari Bangil Ungkap Aktor Intelektual Kasus DisporaTanpa SP Grop Wilmar Mutasi Karyawan Semena MenaProyek Rehab Bangunan Pelabuhan Diduga MenyimpangPT Adira Finance Pasaman Barat Terkesan Tutup Mata Terhadap Konsumen yang TertipuDugaan SPJ Fiktif di DisdukCapil BukittinggiKegiatan Pembangunan di Desa Gedangrowo Jadi Bancakan
Laporan KhususSemarak Festival Bunga Dan Buah Nusantara 2019Bogor, Jaya Pos Euforia acara Festival Bunga dan Buah Nusantara (FBBN) 2019 yang telah berakhir pada Minggu ...


Pembangunan Jalan di Provinsi Jambi, Dinas PUPR Terus Berkoordinasi Dengan Kepala BalaiBupati OKU Hadiri Peringatan Hari Guru Nasional 2019Tingkatkan Kualitas Batik Jambi Rahima Gandeng Desainer Eddy BettyGubernur Jambi Anggarkan Bantuan dan Fasilitasi Kesepakatan PMI, DMI dan LPP TVRI Untuk MasyarakatKecamatan Kurun Juara Umum Festival Tandak Intan KaharinganPemkab Asahan Laksanakan Upacara Peringatan HKN Peringati HKN Ke-55, Pemkab Gumas Gelar Senam Sehat dan Germas Hidup Sehat