Jumat, 08 November 2019 - 02:03:57 WIB
Semua Stake Holder Harus Terlibat Dalam Penanganan BencanaKategori: Jawa Barat - Dibaca: 38 kali

Baca Juga:Proyek Parkir RSUD Sidoarjo Sarat Permainan , Pemenang Proyek Ancam Pukul WartawanSudah 3 Kali Kajari Dumai Berganti, Proses Hukum Dugaan Pidana Korupsi DipertanyakanKorupsi Anggaran Pansus DPRD Kota Bandung, Ebet Hidayat Diancam 20 Tahun PenjaraTerdakwa Hasan Saputra Diminta Segera Ditahan

Ciamis, Jaya Pos

Berdasarkan prakiraan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geo­logi, Badan Geologi pada kesempatan wawancara dengan Jaya Pos, beberapa waktu lalu, sebanyak 22 dari 25 kecamatan yang ada di wilayah tatar galuh Ciamis masuk dalam kategori rawan pergerakan tanah.

Kerawanan ini bervariasi, mulai dari tingkat menengah hingga tinggi, dari 25 kecamatan hanya tiga kecamatan di tatar galuh yang potensi pergerakan ta­nahnya kategori rendah. Ketiganya yakni Kecamatan Baregbeg, Kecamatan Cijeungjing dan Kecamatan Lakbok. Sedangkan lainnya masuk dalam kategori menengah hingga tinggi. Bahkan di beberapa wilayah juga memiliki potensi pengulangan pergerakan tanah di lokasi yang sama.

Terlebih, ada lima kecamatan selain rawan pergerakan tanah juga rawan terjadi banjir bandang. Kelimanya yakni Kecamatan Cihaurbeuti, Kecamatan Ciamis, Kecamatan Panumbangan, Kecamatan Sadananya dan Kecamatan Sindangkasih. “Tidak hanya Ciamis, tetapi untuk seluruh wilayah Jawa Barat. Hal itu merupakan salah satu bahan yang menjadi acuan atau rujukan sehingga dapat mengambil langkah antisipasi,” tutur Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Cia­mis Marsono SH MM.

Marsono mengatakan, persoalan bencana merupakan tanggungjawab semua pihak, sehingga penanganannya juga dilakukan secara lintas sektoral. Dengan demikian, instansi terkait juga seharusnya mengalokasikan anggaran untuk penanggulangan atau penanganannya. “Bencana yang dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat kan tidak hanya di wilayah permukiman, akan tetapi juga di hutan atau tempat lain. Dengan demikian pemilik atau pengelola hutan juga sudah waktunya mengalokasikan anggaran untuk penanganan,” katanya.

Selama ini, tambahnya, BPBD selalu menjadi tumpuan penanganan bencana. Di lain pihak, BPBD juga berhadapan dengan keterbatasan anggaran. “Apabila semua instansi terkait mengalokasikan anggaran, beban kami dapat berkurang. Jika datang musim penghujan, pihak kami akan lebih intensif melakukan sosialisasi terkait dengan penanggulangan dan pencegahan. Untuk itu saya mengingatkan warga agar lebih meningkatkan kewaspadaan,” pesannya.

Merujuk kepada sejumlah kejadian sebelumnya, sambung Marsono, potensi yang mungkin terjadi di wilayah Ciamis jika datang musim hujan, yaitu pergerakan tanah, banjir, longsor dan angin putting beliung. Beberapa lokasi yang masuk rawan pergerakan tanah dan longsor, di antaranya terdapat di wilayah Ciamis Utara, seperti Kecamatan Tambaksari, Kecamatan Panumbangan, Kecamatan Panawangan, Kecamatan Panjalu, Kecamatan Cihaurbeuti. Sedangkan rawan banjir serta angin putting beliung di wilayah Ciamis Selatan diantaranya Kecamatan Banjarsari, Kecamatan Banjaranyar, Kecamatan Pamarican, Kecamatan Purwadadi, Kecamatan Lakbok dan sekitarnya.

Seperti diketahui, pada peringkat kebencanaan BNPB Tahun 2017, wilayah Kabupaten Ciamis termasuk dalam kategori peta kerawanan bencana tinggi. Kabupaten Cimais menempati posisi 15 pada peta rawan bencana Indonesia. Sedangkan di wilayah Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Ciamis berada pada posisi ke 5.

Sejumlah Rumah Terancam Ambruk

Sementara itu, berdasarkan hasil penelusuran Jaya Pos di lapangan, pergerakan tanah di Dusun Sukamandi, Desa Kadupandak Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis masih terus terjadi. Setiap hari rumah yang retak terus bertambah, kini sudah mencapai 20 rumah.

Tingkat kerusakan 4 rumah dinyatakan rusak berat, sisanya rusak sedang dan rusak ringan. Meski dinyatakan rusak sedang namun kondisinya rawan ambruk. Pada malam hari penghuni rumah terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

Pergerakan tanah ini terjadi karena musim kemarau yang cukup panjang. Kondisi tanah menjadi kering ditambah lokasi Dusun Sukamandi di lahan yang miring di perbatasan Ciamis-Jawa Tengah. “Setiap hari ada laporan perkembangan rumah yang rusak akibat pergeseran tanah. Yang dilaporkan ke desa itu 10 rumah, sekarang saya mencatat ada tambahan 10 jadi total 20 rumah yang rusak dan retak-retak. Yang rusak parah jebol itu 4 rumah,” ujar Kepala Dusun Sukamandi, Ela Nursari.

Ela menjelaskan, sebetulnya rumah yang retak jumlahnya lebih dari 20. Namun retakan masih kecil dan tergolong wajar, masih aman untuk dihuni. Sedangkan 20 rumah tersebut rawan roboh. “Sebentar lagi musim hujan, warga sangat khawatir. Kalau hujan terus, kemungkinan pergerakan tanah terus terjadi dan rumah terancam dikhawatirkan roboh. Tapi kami sudah memperingatkan warga agar waspada dan mengungsi di malam hari,” ucap Ela.

Pergerakan tanah di wilayah Dusun Sukamandi ini terjadi hampir setiap tahun. Baik pada musim kemarau atau musim hujan. Itu terjadi karena kondisi tanah di lokasi tersebut cukup labil. “Memang kondisi tanahnya labil, juga posisinya miring. Setiap tahun terjadi pergerakan tanah. Tapi tahun ini yang paling parah, retakan rumah yang rusak cukup besar,” ung­kapnya.(Mamay)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60719)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (60716)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52499)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16037)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (15433)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15312)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15092)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14774)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14396)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (10313)
Bedah JayaposBPD Tak Kujung Dilantik Desa Balongbendo Terancam LumpuhSidoarjo, Jaya Pos Warga Desa Balongbendo Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo Re­sah, pasalnya ...


Demi Untung Banyak, Ketua Panitia Gunakan Tanah Urug Tidak Sesuai SpekLujeng Sudarto Desak Kejari Bangil Ungkap Aktor Intelektual Kasus DisporaTanpa SP Grop Wilmar Mutasi Karyawan Semena MenaProyek Rehab Bangunan Pelabuhan Diduga MenyimpangPT Adira Finance Pasaman Barat Terkesan Tutup Mata Terhadap Konsumen yang TertipuDugaan SPJ Fiktif di DisdukCapil BukittinggiKegiatan Pembangunan di Desa Gedangrowo Jadi Bancakan
Laporan KhususSemarak Festival Bunga Dan Buah Nusantara 2019Bogor, Jaya Pos Euforia acara Festival Bunga dan Buah Nusantara (FBBN) 2019 yang telah berakhir pada Minggu ...


Pembangunan Jalan di Provinsi Jambi, Dinas PUPR Terus Berkoordinasi Dengan Kepala BalaiBupati OKU Hadiri Peringatan Hari Guru Nasional 2019Tingkatkan Kualitas Batik Jambi Rahima Gandeng Desainer Eddy BettyGubernur Jambi Anggarkan Bantuan dan Fasilitasi Kesepakatan PMI, DMI dan LPP TVRI Untuk MasyarakatKecamatan Kurun Juara Umum Festival Tandak Intan KaharinganPemkab Asahan Laksanakan Upacara Peringatan HKN Peringati HKN Ke-55, Pemkab Gumas Gelar Senam Sehat dan Germas Hidup Sehat