Sabtu, 07 Desember 2019 - 07:40:13 WIB
Demi Untung Banyak, Ketua Panitia Gunakan Tanah Urug Tidak Sesuai SpekKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 414 kali

Baca Juga:Banjir Masih Menjadi Langganan di Kota DepokRp. 3,3 M, Untuk Raskin Siak, Syamsuar : Mekanisme Penyalurannya Secara GratisDisbudparpora KKA Promosikan Keindahan Anambas Hingga Go InternasionalGuru Berprestasi Juara I Seni Lukis Porseni

Pekanbaru, Jaya Pos

Meterial tanah urug setidaknya harus memiliki agregat atau daya kerekatan yang sudah sesuai dengan kebutuhan. Jika itu diabaikan akan mengkhawatirkan jika dibebani bangunan diatas tanah yang tidak memiliki agregat baik, bisa-bisanya nanti­nya bangunan retak karena tekstur tanah bergerak ,juga harus mempertimbangkan kuantitas dan kualitas secara teknik.

Namun, demi meraup keuntungan besar, Kades Kusau Makmur Kecamatan Tapung Hulu, Mariaman selaku Ketua Panitia Pelaksana Pembangunan USB SMAN 2 Tapung Hulu, terkesan mengabaikannya.

Mariaman diduga gunakan ta­nah urug tidak sesuai kebutuhan untuk pembangunan USB tersebut. Adanya dugaan penyimpangan spektek urugan hingga mengakibatkan lantai bangunan USB SMAN 2 Tapung Hulu mengalami penurunan, pecah dan keramik lantai.

Pantauan jaya pos, akibat tidak  menggunakan tanah urug tidak sesuai spek, lantai rabat bangunan USB SMAN 2 Tapung Hulu pecah melintang hingga hampir terpisah dari badan akibat tekstur tanah mengalami pergeseran. Selain tanah urug, lantai yang pecah hingga mengelupas dinilai mengurangi volume adonan semen, saluran air tidak dapat dibersihkan karena ukuran sempit.

Bangunan USB SMAN 2 Tapung Hulu di Rt 05 Rw 01 Dusun 1, Desa Kusau Makmur Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar Riau ini senilai Rp 2.436.872.000 APBN TA 2018 secara swakelola.

Menurut keterangan sumber ke jayapos yang berada di dekat lokasi mengatakan bahwa sebelumnya lokasi bangunan USB dulunya ditanami pohon sawit yang tanah atasnya didoser  ikut sama akar-akar sawit alias tanah abu.

Menurutnya, tanah urug yang digunakan campur akar sawit. “Saat itu Kades masukkan alat berat, tanah yang diatas didoser lalu dimasukkan sama akar-akar sawit, itu makannya ngga ada lagi akar sawit muncul,” jawab sumber yang tidak ingin namanya disebutkan.

Untuk program pembangunan USB SMAN 2 Tapung Hulu secara swakelola, sebelumnya pada 21 Februari tahun 2018, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Rudyanto, SH M.SI diduga melakukan penunjukan kepanitiaan pembangunan USB tersebut, tidak lain hanya sebagai pelengkap saja agar bagaimana cara anggaran tersebut bisa cair. Diketahui saat pencairan dana bantuan pembangunan USB SMAN 2 Tapung Hulu sebesar Rp 2.436.872.000, Ketua Panitia Mariaman (Kades Kusau Makmur Kec Tapung hulu) tidak melibatkan seketaris dan bendahara baik saat selama pelaksanaan kegiatan  berlangsung.

Menurut Ketua Panitia, Mariaman (kades) tidak melibatkan seketaris dengan bendahara agar tidak terganggu proses belajar mengajar.
“Kita tentukan beli bahan dimana, tukangnya siapa, berapa bajetnya, berapa pajaknya, ehh tau-tau rupanya dana sudah cair, kami tidak tau menau tiba-tiba udah dibangun,” ungkap kepsek diruangannya saat dikonfirmasi.

Dirinya menambahkan, pencairan dana pembangunan USB SMA mengaku kecolongan, seharusnya dana tersebut ditransfer ke rekening panitia pembangunan. “Bendahara dinas, ditransfer ke rekening pribadi Kades, di situ kami kecolongan,” bebernya. Dugaan selama program pembangunan USB SMA N 2 Tapung Hulu dikuasai oleh Mariaman hingga dirinya diduga leluasa melakukan korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) dalam kegiatan pembangunan USB  tersebut.

Pasalnya, sejumlah keterangan masyarakat dan selama pantauan jaya pos, semenjak dapat proyek USB, Mariaman membangun rumah mewah tepat dibelakang rumahnya yang ditempati saat ini.

Menurut masyarakat, rumah tersebut tidak kemana nilainya mencapai miliaran rupiah. Selain bangun rumah mewah, Mariaman juga sempat membeli mobil pribadi warna merah, namun karena pemberitaan sebelumnya, mobil tersebut hilang bagaikan ditelan bumi.

Ironisnya, dari pantauan jaya pos di lapangan, bangun USB SMAN 2 Tapung Hulu  terkesan penuh dengan kejanggalan saat pelaksanaan baik dalam pekerjaan fisik, yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis, sudah mengalami kerusakan, tembok retak, keramik pecah, tiang tengah ruangan kantor mengalami penurunan, saluran air kloset asal jadi, rabat keliling mengalami retak hingga penurunan, plafon berkeruh akibat tetesan air hujan, bahkan setiap pekerjaan aitem kuat dugaan tidak sesuai spek.

Kepada jaya pos, Mariaman menyampaikan bahwa pembangunan USB  dilaksanakan secara swakelola dengan menggunakan anggaran Rp 2,4 miliar APBN TA 2018.

“Jadi kalau SMA itu sifatnya swakelola, anggaranya Rp 2,4 M dan itulah bangunan sesuai stekmen konsultan,” ucap Mariaman saat dikonfirmasi dikediamannya.

Saat itu, Mariaman juga diduga sempat  gelapkan sebagian lahan USB tersebut hingga merekayasa surat hibah. Selain dana USB, dirinya juga terkesan sunat  setiap sumber dana yang masuk ke Desa Kusau Makmur Kecamatan Tapung Hulu. (Dh)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66673)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60962)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52723)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18440)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16291)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15555)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15270)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14961)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14722)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10937)
Bedah JayaposDiduga Gunakan Dana Desa FiktifMaros, Jaya Pos Wakil Ketua DPD Garda Nusantara Provinsi Sulawesi Selatan, Iswadhy Arifin mengatakan ada ...


Diduga Honor Pencegahan Karhutla Tahun 2019 di Ketapang DisunatKejati Babel Usut Dugaan Penyimpangan Pembelian Biji TimahProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas NegaraDiduga Lakukan Pungli, Kepala Desa Dan Panitia PTSL Dilaporkan Ke Kejari PandeglangDiduga Belum Kantongi IMB, Pembangunan Tower Pemancar Dari Ratelindo Berjalan MulusPetugas Tahanan Kejari Kabupaten Bandung Amankan Pembesuk Bawa Sabu
Laporan KhususDesa Sukamulya Maju Dan Berkembang Pesat Berkat Kepemimpinan H. NawawiTangerang, Jaya Pos Bergulir semangat reformasi dan demokrasi serta menyikapi segala permasalahan yang ada, ...


Ormas LACAK Mengajak Masyarakat Mengawal Terus Anggaran Negara Dalam Pemberantasan KorupsiKerajinan Ijuk Panumbangan Tembus Pasar Tanah AirKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanDPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas MubaSiap Tanggap Bencana, Kodim 0711 Pemalang Menamam Rumput VertiverPemkab Gumas Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan Rancangan RKPD 2021Kabid Humas Polda Sulsel Silaturrahmi Dengan Wartawan Maros