Kamis, 01 November 2012 - 07:32:01 WIB
Karyawan BRI Pacitan Lecehkan dan Hina Profesi WartawanKategori: Jawa Timur - Dibaca: 985 kali

Baca Juga:Dinas PSDA Simalungun Sengsarakan Warga ?Gedung Baru Harapan BaruPT Pos Gandeng GarudaSatpol PP Tingkatkan Wawasan dan Kesamaptaan

Pacitan, Jaya Pos

Berlagak sok jagoan dan seperti preman yang tidak  mencerminkan seorang pelayan masyarakat pada akhirnya merusak citra Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Ali, karyawan BRI cabang Pacitan secara terang-terangan dengan jiwa sombongnya meremehkan salah satu awak media sekaligus menantangnya. Kejadian ini bermula saat Ali, menelepon TT, salah satu wartawan hendak menanyakan masalah anak buahnya bernama Widodo dan Hendrik. TT menolak pertemuan itu dikarenakan waktu sudah malam dan sudah saatnya istirahat. Tetapi, Ali memaksa TT untuk bertemu pada malam itu juga. Akhirnya, TT persilahkan karyawan BRI itu menemuinya di rumahnya.

Sebenarnya, TT mengaku hanya konfirmasi kepada anak buah Ali bernama Widodo terkait masalah yang dialami oleh Widodo sendiri. Tetapi, Ali yang malah merasa sangat berkepentingan merasa bahwa Widodo adalah anak buahnya dan nomor telepon Widodo yang ada pada wartawan awal berasal dari Ali.

Ali yang ditemani seorang pemuda tinggi besar, sempat berulang kali menanyakan duduk permasalahan Widodo pada TT, tapi berulang kali TT menolak untuk memberitahu.

Merasa tidak ditanggapi pertanyaannya, Ali pun menelepon Widodo untuk segera dating. Berselang kemudian, Widodo datang. “Saya tahu siapa yang berdiri dibelakang sampeyan, sampeyan dapat informasi ini dari mana?” tanya dia.

Padahal, sesuai dengan UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers pasal 1 ayat 10 dan juga Kode Etik Jurnalis pasal 7 jelas disebutkan bahwa wartawan memiliki hak tolak untuk menyebutkan identitas narasumber, jadi untuk identitas nara sumber harus dirahasiakan.

Merasa tidak ditanggapi pertanyaannya oleh TT, Ali pun emosi, “Sampeyan hanya sebatas wartawan, apa to sebenarnya manfaatnya wartawan itu?” ungkap Ali meremehkan wartawan.  “Disini saya melihat indikasi lain, saya lihat sampeyan itu berdiri bukan sebagai wartawan,” Ali menuduh.  

Jengkel karena masih tidak ditanggapi, Ali pun mengajak TT duel. “Hati-hati kalau bicara, aku hanya mengingatkan, mau berlindung dibalik Pers dan sebagainya? Kalau kamu laki-laki model apapun saya layani, aku tidak bicara orang BRI, kamu gak sah bicara wartawan,” tantang Ali.

Sungguh karyawan yang tidak punya etika dan sopan santun, kelakuannya bak preman jalanan. Apakah itu ciri seorang karyawan BRI? Ataukah BRI salah menyeleksi karyawannya? Tentunya, ini harus menjadi atensi bagi pemimpin BRI, bagaimana perilaku dan etika seorang karyawan harus bisa jadi panutan.

Sampai saat ini kepala cabang BRI kabupaten pacitan  yang hendak dikonfirmasi tidak bias menemui rekan wartawan. Sementara korban pelecehan saudara teteg akan pelaporkan ke dewan press dan polres pacitan, sedangkan beberapa persatuan wartawan seluruh pacitan akan mengelar demo ke kantor BRI kabupaten pacitan. JTM 02


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (115966)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (87573)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (38310)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (20818)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (19757)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (14414)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (13381)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (13122)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (11807)Demo di Jakarta dan Tapteng Desak Tangkap Bonaran Situmeang (11297)
Bedah JayaposDiduga Terjadi Praktek Kongkalingkong, Menhub Batalkan Lelang Proyek Rp 39,3 Milyar di ATKP MakassarMakassar, Jaya Pos Kinerja kelompok kerja serta pejabat pembuat komitmen (PPK) di lingkungan Akademi Teknik ...


PPK ATKP Makassar Memilih Bungkam Soal Proyek Pengerukan Dan Pematangan Lahan Senilai 39,6 M508 Indomaret Disegel, Lahan Atensi Mafia Dinas HilangBelum Genap Satu Tahun Dibangun, Jalan Arteri Porong HancurProyek Senilai Rp 128 Miliar di BBWS Brantas BobrokBangunan Kanopi di Sibolga Square 'Mengintai' KorbanPembetonan Jalan Selamat Kecamatan Medan Timur Tidak BecusProyek Jalan yang Diduga Fiktif Diminta Segera Diusut Tuntas
Laporan KhususMencari Bupati Mampu Jadikan Samosir Wisata BudayaCatatan : Toni Limbong, SH (Pemimpin Redaksi Harian Jaya Pos) Suasana politik menjelang Pemilihan Bupati dan ...


Mewujudkan Monumen Limbong Mulana di Tanah LeluhurCurahan Hati Anak Seorang Pelacur Mahkota Kewanitaanku Direnggut Pacar Sang Ibu (Bgn 7)Kunker ke Rohul, PLT GUBRI Buka Rakornis Pembangunan Perkebunan Tahun 2015Curahan Hati Anak Seorang Pelacur Mahkota Kewanitaanku Direnggut Pacar Sang Ibu (Bgn 6)Curahan Hati Anak Seorang Pelacur Mahkota Kewanitaanku Direnggut Pacar Sang Ibu ( Bgn 5 )Curahan Hati Anak Seorang Pelacur Mahkota Kewanitaanku Direnggut Pacar Sang Ibu (Bgn 4)Curahan Hati Anak Seorang Pelacur Mahkota Kewanitaanku Direnggut Pacar Sang Ibu ( Bgn 3 )