Kamis, 01 November 2012 - 07:32:01 WIB
Karyawan BRI Pacitan Lecehkan dan Hina Profesi WartawanKategori: Jawa Timur - Dibaca: 1492 kali

Baca Juga:Dinas PSDA Simalungun Sengsarakan Warga ?Gedung Baru Harapan BaruPT Pos Gandeng GarudaSatpol PP Tingkatkan Wawasan dan Kesamaptaan

Pacitan, Jaya Pos

Berlagak sok jagoan dan seperti preman yang tidak  mencerminkan seorang pelayan masyarakat pada akhirnya merusak citra Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Ali, karyawan BRI cabang Pacitan secara terang-terangan dengan jiwa sombongnya meremehkan salah satu awak media sekaligus menantangnya. Kejadian ini bermula saat Ali, menelepon TT, salah satu wartawan hendak menanyakan masalah anak buahnya bernama Widodo dan Hendrik. TT menolak pertemuan itu dikarenakan waktu sudah malam dan sudah saatnya istirahat. Tetapi, Ali memaksa TT untuk bertemu pada malam itu juga. Akhirnya, TT persilahkan karyawan BRI itu menemuinya di rumahnya.

Sebenarnya, TT mengaku hanya konfirmasi kepada anak buah Ali bernama Widodo terkait masalah yang dialami oleh Widodo sendiri. Tetapi, Ali yang malah merasa sangat berkepentingan merasa bahwa Widodo adalah anak buahnya dan nomor telepon Widodo yang ada pada wartawan awal berasal dari Ali.

Ali yang ditemani seorang pemuda tinggi besar, sempat berulang kali menanyakan duduk permasalahan Widodo pada TT, tapi berulang kali TT menolak untuk memberitahu.

Merasa tidak ditanggapi pertanyaannya, Ali pun menelepon Widodo untuk segera dating. Berselang kemudian, Widodo datang. “Saya tahu siapa yang berdiri dibelakang sampeyan, sampeyan dapat informasi ini dari mana?” tanya dia.

Padahal, sesuai dengan UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers pasal 1 ayat 10 dan juga Kode Etik Jurnalis pasal 7 jelas disebutkan bahwa wartawan memiliki hak tolak untuk menyebutkan identitas narasumber, jadi untuk identitas nara sumber harus dirahasiakan.

Merasa tidak ditanggapi pertanyaannya oleh TT, Ali pun emosi, “Sampeyan hanya sebatas wartawan, apa to sebenarnya manfaatnya wartawan itu?” ungkap Ali meremehkan wartawan.  “Disini saya melihat indikasi lain, saya lihat sampeyan itu berdiri bukan sebagai wartawan,” Ali menuduh.  

Jengkel karena masih tidak ditanggapi, Ali pun mengajak TT duel. “Hati-hati kalau bicara, aku hanya mengingatkan, mau berlindung dibalik Pers dan sebagainya? Kalau kamu laki-laki model apapun saya layani, aku tidak bicara orang BRI, kamu gak sah bicara wartawan,” tantang Ali.

Sungguh karyawan yang tidak punya etika dan sopan santun, kelakuannya bak preman jalanan. Apakah itu ciri seorang karyawan BRI? Ataukah BRI salah menyeleksi karyawannya? Tentunya, ini harus menjadi atensi bagi pemimpin BRI, bagaimana perilaku dan etika seorang karyawan harus bisa jadi panutan.

Sampai saat ini kepala cabang BRI kabupaten pacitan  yang hendak dikonfirmasi tidak bias menemui rekan wartawan. Sementara korban pelecehan saudara teteg akan pelaporkan ke dewan press dan polres pacitan, sedangkan beberapa persatuan wartawan seluruh pacitan akan mengelar demo ke kantor BRI kabupaten pacitan. JTM 02


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (119370)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (89556)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (44689)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (40434)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (39104)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (35370)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (34170)Perusahaan Martua Sitorus Ngemplang Pajak Rp 7,2 Triliun? (30316)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (29121)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (21816)
Bedah JayaposProyek Saluran Bulak Banteng Tengah Diduga Bentur PerpresSurabaya, Jaya Pos Mendekati akhir tahun anggaran 2016 Pemerintah Kota Surabaya gencar menggelontorkan ...


Rekanan Mendesak Kepolisian dan Kejaksaan Tindak Oknum DisdikKerusakan di Kawasan Hulu DAS Cimanuk, Akibatkan Banjir BandangBiaya Pembangunan Penyediaan Sarana Air Baku Intake Tirawan Mencapai Rp. 25 MilyarProyek Jalan Baru Lokal Tipe 2 Gagal Kontruksi, PT Diatasa Jaya Mandiri Layak Diblack ListTambang Emas Ilegal Leluasa Beraktifitas, 4 WNA Tiongkok Diringkus Polres SolselPeningkatan Jalan Dengok-BTS Pacitan Terindikasi Dikorupsi (bag 2)Kuasa Pengguna Anggaran Harus Beri Sanksi Tegas Rekanan Yang Asal-Asalan
Laporan KhususPaulus: ASN Harus Ditempatkan Sesuai JurusanMelawi, Jaya Pos Kebutuhan Aparatur Sipil Nasional (ASN) harus disesuaikan dengan beground masing-masing ...


Pawai Taaruf Pembukaan MTQ XVI Kabupaten Rohul 2016 MeriahKades Sumber Deras Launching Budi Daya Jamur MerangAPBD Perubahan Kabupaten OKU Tahun 2016 Disetujui DewanWabub Tinjau Penanaman Padi Secara Nasional Dalam Bekerja, Wartawan Harus ProfesionalKumendong Terima Kunjungan DPRD KotamobaguMasyarakat Rumah Bayu Simalungun Gotong Royong Memperbaiki Jalan