Kamis, 06 Februari 2020 - 06:13:05 WIB
Direktur Pengembangan dan Bisnis PT MTI Dituding Tidak Mampu KerjaKategori: Jakarta - Dibaca: 21 kali

Baca Juga:Kepergok Curi HP Ngumpet di Kamar MandiSoal Proyek Bernilai Miliaran Rupiah, Kepala Satker PKP Provinsi Sulsel Bungkam30 Ribu Pelanggan PDAM Kota Bandung Terganggu Pasokan AirDistanak Tanggamus Diduga Mark Up Dana JUT Ratusan Juta

Jakarta, Jaya Pos

Direktur Pengembangan dan Bisnis PT Multi Terminal Indonesia (MTI) Andi Hamdani dituding tidak mampu kerja dalam mengembangkan bisnis usaha selama kurun waktu tiga tahun berjalan sehingga mengakibatkan ke­terpurukan pendapatan anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pelindo II.

Anak perusahaan plat merah Pelindo II yang bergerak di bidang pengemba­ngan bisnis seperti tempat penampungan sementara konteiner dan bisnis kepelabuhanan lainnya itu ter­nyata tidak ada pengembangan usaha malah mengalami penurunan pendapatan sejak tahun 2017 lalu.

Akibat kinerja direktur yang tidak profesional mengakibatkan potensi pendapatan PT Multi Terminal Indonesia (MTI) menurun yang berdampak mengancam kesejahteraan karyawan. Manajemen MTI seharusnya memiliki program dan ide kreatif pengembangan usaha dan harus dilaksanakan agar pendapatan perusahaan melonjak sehingga tidak berdampak kepada karyawan.

Seharusnya sebagai direktur intens serta peka terhadap perkembangan usaha yang ada agar pendapatan perusahaan tinggi. Hal itu disampaikan pengamat kepelabuhanan yang tidak mau disebut namanya di Jakarta (24/01/20).

Menurut pengamat tersebut, kepimipinan Direktur Pengembangan dan Bisnis Andi Hamdani, dari tahun 2017 hingga saat ini pendapatan MTI tidak mencapai target seperti kesepakatan antara PT MTI dengan perusahaan plat merah PT Pelindo II yang ditargetkan kurang lebih 700 miliar rupiah satu tahun. Target tersebut didapat dari seluruh usaha bisnis yang dijalankan PT MTI baik di Jakarta dan daerah seperti di Banten, Semarang dan Surabaya,” ujarnya.

Masih menurut pengamat, managemen MTI tidak menjlankan pelayanan yang disediakan induk perusahaan dari Pelindo II, walaupun di usahakan tapi tidak maksimal alias asal asalan. Seperti usaha jasa Freight Forwarding Domestik dan Internasional, demikian juga Customs Clearance, Lapangan Penumpukan, Cargo Courier, Pergudangan dan Distribusi, Armada Trucking & Mobil Box, Bongkar Muat Via Kereta Api di Stasiun Pasoso, dan Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) CDC Banda, tidak dengan maksimal dilaksanakan managemen MTI.

Selain itu MTI mengoperasikan Unit Halal Logistic & Cold Storage yang meliputi kegiatan penangan barang, penyimpanan, dan distribusi produk Halal tidak maksimal sehingga potensi pendapatan MTI tidak mencapai target dari yang disepakati antara PT MTI dan Pelindo II. Kesepakatan yang dilakukan Board of Director (BOD) terutama direktur pengembangan dan bisnis yang dilakukan Direktur Andi Hamdani.

Kegiatan yang berada du cabang cabang yang berada di daerah pembiayaan operasio­nal lebih tinggi daripada Akibat kenierja yang tidak profeinal Potensi pendapatan PT Multi terminal Indonesia menurun yang berdampak mengancam kesejahteraan karyawan.

Seharusnya ide kreatif dilaksanakan agar pendapatan melonjak sehingga tidak berdampak kepada karyawan. “Jika MTI tidak bisa berkembang lagi, lebih baik Hamdani dicopot alias dilengserkan saja supaya ada perubahan yang signifikan,” ujar pengamat.

Hingga berita ini diturunkan pihak manajemen MTI belum dapat dimintai ketera­ngan.(Mus)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66720)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60963)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52723)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18450)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16291)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15555)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15270)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14962)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14725)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10937)
Bedah JayaposDiduga Gunakan Dana Desa FiktifMaros, Jaya Pos Wakil Ketua DPD Garda Nusantara Provinsi Sulawesi Selatan, Iswadhy Arifin mengatakan ada ...


Diduga Honor Pencegahan Karhutla Tahun 2019 di Ketapang DisunatKejati Babel Usut Dugaan Penyimpangan Pembelian Biji TimahProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas NegaraDiduga Lakukan Pungli, Kepala Desa Dan Panitia PTSL Dilaporkan Ke Kejari PandeglangDiduga Belum Kantongi IMB, Pembangunan Tower Pemancar Dari Ratelindo Berjalan MulusPetugas Tahanan Kejari Kabupaten Bandung Amankan Pembesuk Bawa Sabu
Laporan KhususDesa Sukamulya Maju Dan Berkembang Pesat Berkat Kepemimpinan H. NawawiTangerang, Jaya Pos Bergulir semangat reformasi dan demokrasi serta menyikapi segala permasalahan yang ada, ...


Ormas LACAK Mengajak Masyarakat Mengawal Terus Anggaran Negara Dalam Pemberantasan KorupsiKerajinan Ijuk Panumbangan Tembus Pasar Tanah AirKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanDPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas MubaSiap Tanggap Bencana, Kodim 0711 Pemalang Menamam Rumput VertiverPemkab Gumas Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan Rancangan RKPD 2021Kabid Humas Polda Sulsel Silaturrahmi Dengan Wartawan Maros