Kamis, 13 Februari 2020 - 06:54:54 WIB
Daud Pasaribu SH, : Fakta Persidangan, Objek Perkara Merupakan Harta Warisan Ibu Sinap Untuk PoniyemKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 46 kali

Baca Juga:Rumah 3 Lantai di Kelapagading Dibongkar Pramuka Gugus Depan SMKN 1 Tolitoli Gelar MusyawarahProyek Jembatan Rp 2,2 M Menyalahi AturanKinerja Kajari Simalungun Diragukan

Pekanbaru, Jaya Pos

Kasus dua orang saudara kandung digugat oleh sang adik bungsu atas tuduhan penyorobotan atas sebidang tanah dan bangunan yang berlokasi di persimpangan Jalan Kereta Api dan Jalan Cendrawasih, Pekanbaru sudah mulai menuju titik akhir. Enam orang kakak beradik telah dibagikan harta warisan oleh Ibu mereka bernama Sinap (Alm) dan semua anak sudah mendapatkan bagian yang sama.

Namun seiring waktu berjalan, terjadilah sengketa antara kakak beradik. Sang kakak yang bernama Poniyem alias Supik (56) dan Jumadi (53) yang akhirnya digugat oleh adik bungsu mereka bernama Samin di PN Pekanbaru. Kedua kakak Samin diduga terpaksa menjual bidang tanah bagiannya tersebut kepada Samin, namun Poniyem dan Jumadi menegaskan tidak akan menjual tanah warisan tersebut dan itu yang membuat Samin menjadi marah.

Karena hal itu Samin menggugat kedua kakaknya ke pengadilan atas tuduhan telah menguasai tanah tersebut secara melawan hukum.
Poniyem dan Jumadi tidak terima atas perbuatan adiknya itu yang telah membuat sertifikat atas tanah hak mereka tersebut. Namun Samin tetap bersikeras dan menantang kedua kakaknya tersebut untuk beradu di pengadilan.

Persidangan demi persidangan telah ditempuh, baik sidang lapangan juga sidang yang digelar di PN Pekanbaru dengan menghadirkan para saksi, baik saksi dari pihak penggugat juga dari pihak tergugat.

Kuasa hukum tergugat, Daud pasaribu SH dan Bagan Sinaga SH, Law Office Daud Frans Pasaribu, SH & Associates yang beralamat di Jl. Kaswari No.7-B Sukajadi, Pekanbaru, dalam perkara perdata tersebut pada intinya menyimpulkan bahwa Gugatan penggugat adalah gugatan yang beritikad buruk, karena gugatan diajukan berdasarkan bukti hak dan dalil-dalil yang tidak benar, yang mana berdasarkan fakta telah jelas Tergugat I, Tergugat II, menguasai dan membangun dua unit kios di atas tanah warisan dari Ibu para pihak (Almarhumah Ibu Sinap) yang telah dibagi ke masing-masing anak secara merata dan adil berdasarkan kesepakatan seluruh ahli waris atas objek bidang tanah yang terletak di Jalan.Kereta Api No.59 RT. 01/RW.04, Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai.

Bahwa terbitnya sertifikat hak milik penggugat berdasarkan SKGR tanggal 26 Februari 1998 yang telah ditandatangani oleh Ibu Sinap (Almarhumah) sebagai pihak pertama dan Samin sebagai pihak kedua.

Bahwa Surat Keterangan Ganti Kerugian Register tanggal 26 Februari 1998 yang telah ditandatangani oleh Ibu Sinap (Alm) sebagai pihak pertama dan Samin sebagai pihak kedua terbit berdasarkan dari pemecahan SKPT tanggal 08 Januari 1972. Bahwa ukuran yang diberikan kepada Samin berdasarkan SKPT adalah 11/11 M x 22.5/24 M.

Namun fakta-fakta yang dibuktikan dalam persidangan bahwa ukuran yang disampaikan oleh pihak penggugat dalam gugatannya berbeda dengan fakta di lapangan/ukuran fisik, hal tersebut terbukti ketika Majelis Hakim melakukan pengukuran terhadap objek bidang tanah serta kios yang disengketakan.

Bidang tanah yang menghadap ke Jalan Kereta Api faktanya berukuran 7,3 meter, sedangkan ukuran yang menghadap jalan Cendrawasih berukuran 3,7 meter jauh berbeda dengan dalil gugatan penggugat dalam gugatannya yang menyatakan bahwa tanah penggugat sudah dikuasai oleh Tergugat 1 (Poniyem) dan Tergugat 2 (Jumadi) sejak tahun 2016 dan sudah didirikan bangunan permanen 2 petak toko seluas 6,5 x 4 meter persegi yang menghadap ke Jalan Cendrawasih.

Fakta membuktikan bahwa gugatan penggugat tidak jelas/kabur karena apa yang didalilkan dalam gugatan berbeda dengan fakta pemeriksaan setempat terhadap ukuran, bentuk dan letak serta batas atas objek sengketa, sehingga adanya ketidaksesuaian fakta dengan gugatan, maka gugatan penggugat harus ditolak.

Begitu juga dengan ketidakjelasan wilayah administrasi pemerintahan objek perkara, penggugat mendalilkan gugatannya bahwa objek perkara berada di Jalan Cendrawasih N0.59, RT 001/ RW 004, Kel.Tangkerang Tengah. Padahal objek perkara pada dasarnya beralamat di jalan Kereta Api No. 59 RT 001/ RW 004, Kel.Tangkerang Tengah.

Jika penggugat menyatakan bahwa objek sengketa adalah jalan Cendrawasih No.59 maka wilayah administrasinya adalah RT 01/RW 01 bukan RT 01/ RW 04.

Fakta persidangan berikutnya adalah bahwa objek bidang tanah yang disengketakan oleh penggugat adalah merupakan warisan dari Ibu Sinap (Alm). Warisan telah dibagi untuk keenam kakak beradik dengan ukuran masing-masing yang telah disepakati dan seluruh ahli waris telah menerima bagiannya masing-masing.

“Sudah sangat jelas dalam fakta persidangan bahwa objek perkara merupakan harta warisan dari ibu Sinep (orangtua dari pihak penggugat dan tergugat) yang telah diwariskan kepada Poniyem dan Jumadi” tegas Daud.

“Kami sangat berharap kepada Majelis Hakim agar dapat memutuskan status hukumnya dan berpihak kepada kebenaran sesuai dengan terungkapnya fakta di persidangan!” tutupnya.(AH/Tim)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (74125)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (61097)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52843)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (20991)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16432)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15697)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15325)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (15019)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14915)Sanksi Tegas Menanti PNS yang Nambah Libur (11540)
Bedah JayaposKasus Suap, JPU Ketapang Tuntut Mantan Politikus PDI-P 1,5 Tahun PenjaraKetapang, Jaya Pos Perjalanan kasus suap dan gratifikasi yang menyeret mantan Ketua DPRD Ketapang, ...


KPU Pandeglang DidemoDinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Ciptakarya dan Penataan Ruang Kota Surabaya DipolisikanTambang Mas Liar Menjamur Lagi Di BengkayangKejati Kalteng Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek Penggantian Jembatan di KapuasSoal Hibah Gubernur 7 M Untung Bisa Dijerat TPPUKetua Kelompok Budi Karya Leniyanti Diduga Palsukan Data AnggotaBuntut Dugaan Penyelewengan Anggaran Pada Humas Mojokerto, Semakin Terkuak Dengan Adanya Jumpa Pers
Laporan KhususDesa Klambir Lima Kebon Adakan Pemilihan BPDHamparan Perak, Jaya Pos Desa Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang mengadakan pemilihan ...


BumNag Sumpur Kudus Maju Dengan Segudang PrestasiDPRD Sampaikan Laporan Pansus Atas LKPJ Bupati Muba TA 2019Membangun Masa Depan Kabupaten Bogor Dengan PancakarsaFachrori Launching Calendar of Event Upaya Promosikan Wisata JambiDPRD Muba Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati TA 2019Menpan RB Tjahjo Kumolo: MPP Pekanbaru Terbaik di IndonesiaSahirah Dzakyyah Memilih Ponpes Darul Ulum Untuk Pendidikannya