Kamis, 13 Februari 2020 - 06:58:55 WIB
Kejaksaan Diminta Periksa Dugaan Pungli SMPN 1 Kota TangerangKategori: Pendidikan - Dibaca: 20 kali

Baca Juga:Rumah 3 Lantai di Kelapagading Dibongkar Pramuka Gugus Depan SMKN 1 Tolitoli Gelar MusyawarahProyek Jembatan Rp 2,2 M Menyalahi AturanKinerja Kajari Simalungun Diragukan

Tangerang, Jaya Pos

Kejaksaan Negeri Kota Tangerang diminta segera periksa adanya dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan pihak SMP Negeri 1 Kota Tangerang dengan memungut uang sebesar Rp. 50.000 per siswa perbulan dengan dalih sumbangan sukarela. Hal itu disampaikan oleh Rudyanto, Wakil Ketua LSM Gempita DPD Tangerang Raya ketika diminta tanggapanya terkait dugaan pungutan dengan dalih sumbangan sukarela yang dibebankan pihak sekolah kepada orangtua siswa.

Kepada wartawan, Rudyanto menyatakan, ”Kami sangat menyayangkan perihal masih adanya pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah, entah itu melalui komite atau apapun sebutanya, segala sesuatu yang menyangkut dengan biaya pendidikan tentunya tertera di dalam RAPBS (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah), di luar dari pada itu ya pungli,” ujarnya.

”Karena RAPBS adalah anggaran terpadu antara penerimaan dan penggunaan dana serta pengelolaannya dalam memenuhi seluruh kebutuhan sekolah selama satu tahun pelajaran berjalan. Dimana sumber dananya berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan orangtua /wali peserta didik, lantas kenapa ada pungutan tetapi tidak tertera didalam RAPBS. Kalau sifatnya situasional misalnya ada sumbangan untuk korban bencana banjir, itu sah sah saja, tapi ini pungutan sudah berlangsung bertahun tahun, menurut saya ini jelas pungli.,” ungkapnya.

“Kami berharap Kejaksaan Negeri Kota Tangerang serius untuk mengusut hal ini, dan kami akan buatkan laporanya dalam waktu dekat ini,” tegas Rudyanto kepada wartawan. Adapun pungutan yang dilakukan oleh SMPN 1 Kota Tangerang yaitu dengan sebutan sumbangan sukarela setiap siswa melalui paguyuban kelas dipungut Rp. 50.000 perbulan.

Mulyono selaku Kepala SMP Negeri 1 Kota Tangerang saat ditemui di ruang kerjanya baru baru ini mengatakan, “Saya baru tiga bulan disini, saya masuk pungutan itu sudah berjalan sejak lama, bahkan sejak tahun 2007 waktu masih RSBI itu sudah berjalan. Sekolah tidak mampu membiayai uang listrik tiap bulan karena setiap ruang kelas sudah dipasang AC, akhirnya disepakatilah adanya sumbangan sukarela yang dikelola oleh komite sekolah, ujarnya

Khudori Faraby selaku Ketua Komite didampingi oleh pengurus komite yang lain mengatakan, “Dana BOS dan BOP tidak mencukupi, karena didalam BOP biaya listrik itu sudah dipatok berdasarkan persentase ya sekitar Rp. 8.000.000 perbulan, maka diadakanlah sumbangan sukarela untuk biaya listrik sebagian dan sebagian lagi untuk kegiatan kegiatan paguyuban yang mendukung prestasi anak didik,” ujarnya.

Dengan jumlah kelas siswa yang ada di SMP Negeri 1 Kota Tangerang sebanyak 27 kelas dengan asumsi se­tiap kelasnya mengumpulkan Rp. 2.000.000 perbulanya, diperkirakan puluhan juta rupiah terkumpul dari wali murid setiap bulanya yang dikelola oleh komite sekolah dengan dalih biaya listrik ruangan berpendingin (AC). (Bung)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66725)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60963)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52723)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18450)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16291)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15555)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15270)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14962)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14725)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10937)
Bedah JayaposDiduga Gunakan Dana Desa FiktifMaros, Jaya Pos Wakil Ketua DPD Garda Nusantara Provinsi Sulawesi Selatan, Iswadhy Arifin mengatakan ada ...


Diduga Honor Pencegahan Karhutla Tahun 2019 di Ketapang DisunatKejati Babel Usut Dugaan Penyimpangan Pembelian Biji TimahProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas NegaraDiduga Lakukan Pungli, Kepala Desa Dan Panitia PTSL Dilaporkan Ke Kejari PandeglangDiduga Belum Kantongi IMB, Pembangunan Tower Pemancar Dari Ratelindo Berjalan MulusPetugas Tahanan Kejari Kabupaten Bandung Amankan Pembesuk Bawa Sabu
Laporan KhususDesa Sukamulya Maju Dan Berkembang Pesat Berkat Kepemimpinan H. NawawiTangerang, Jaya Pos Bergulir semangat reformasi dan demokrasi serta menyikapi segala permasalahan yang ada, ...


Ormas LACAK Mengajak Masyarakat Mengawal Terus Anggaran Negara Dalam Pemberantasan KorupsiKerajinan Ijuk Panumbangan Tembus Pasar Tanah AirKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanDPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas MubaSiap Tanggap Bencana, Kodim 0711 Pemalang Menamam Rumput VertiverPemkab Gumas Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan Rancangan RKPD 2021Kabid Humas Polda Sulsel Silaturrahmi Dengan Wartawan Maros