Senin, 17 Februari 2020 - 05:46:14 WIB
Proyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 42 kali

Baca Juga:Polres Siantar Diduga Tangkap Lepas 2 Pelaku CabulAnambas Berbenah Diri, Mengungkap Kualitas Daerah, Susun Status Lingkungan HidupHarian Jaya PosPembagian Beras Raskin di Tanjab Barat Selalu Timbulkan Masalah

Ketapang, Jaya Pos

Proyek Peningkatan Jalan Pelang-Batu Tajam yang dilaksanakan oleh PT Marga Mulya senilai Rp 56,4 miliar bersumber dana APBD Kabupaten Ke­tapang, Kalbar tahun 2019 sebagian besar fisik­nya terindikasi gagal mutu.

Selain sebagian fisiknya gagal mutu, pelaksanaan proyek tersebut juga gagal kuantitas, pasalnya hingga saat ini pelaksanaan proyek tahun 2019 tersebut belum tuntas.

Kendatipun beberapa ruas jalan yang telah dilaksanakan pada proyek ini terlihat cukup baik hasilnya, dan sebagian masyarakat Ketapang juga meng­apresiasi hasil pengerjaannya, terutama pada STA awal hingga mencapai beberapa kilometer, namun sebagian besar fisik proyek yang sudah dikerjakan banyak ditemukan mengalami kerusakan yang signifikan, sehingga dilakukan Cutting dan di Patching kembali oleh pelaksana. Hal tersebut merupakan indikator gagalnya mutu dan kualitas proyek ini.

Gagalnya proyek ini secara kualitas dan kuantitas belum dapat diketahui secara pasti apa penyebabnya. Dari hasil penelusuran Jaya Pos menemukan bahwa AMP (Asphalt Mixing Plant) milik PT Marga Mulya berada di luar Kabupaten Ketapang, yaitu di Kabupaten Kayong Utara. Dengan jarak tempuh yang cukup jauh tersebut diprediksi menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan proyek ini, karena suhu panas aphalt sudah mengalami penurunan saat dihampar dan dipadatkan.

Sementara pihak kontraktor (PT Marga Mulya) Ketika dikonfrimasi Jaya Pos melalui whatsapp (13/2) terkait apa yang menjadi kendala dalam pelaksanaan proyek tersebut sehingga mengalami bebeberapa masalah, HN selaku owner belum memberikan jawaban.

Proyek peningkatan jalan Pelang–Batu Tajam dilaksanakan dalam kontrak Tahun Tunggal, dengan nomor kontrak 602/120/KPA.1-APBD/DPUTR-B/2019 tanggal 1 Juli 2019. Proyek ini menggunakan CV Basis Konsultan sebagai konsultan supervisi.

Berawal dari laporan informasi masyarakat kepada Jaya Pos sebelumnya, hasil investigasi menemukan dokumen-dokumen awal terkait proyek Jalan Pelang–Batu Tajam, proyek ini memiliki panjang efektif 15,9 Km, dengan jangka waktu pelaksanaan 180 hari kalender atau enam bulan.

Dari dokumen tersebut diketahui bahwa proyek ini memiliki beberapa item pekerjaan, diataranya mobilisasi, timbunan biasa dari sumber galian, lapis pondasi agregat kelas A, lapis pondasi agregat kelas B, lapis resap pengikat-aspal cair, lapis perekat-aspal cair, lataston lapis aus (HRS-WC) (Gradasi Senjang/Semi Senjang) dan lataston lapis pondasi (HRS-BASE) (Gradasi Senjang/Semi Senjang).

Arif Lukman ST selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek ini tidak menjawab telepon, saat Jaya Pos berupaya melakukan konfirmasi tentang kondisi proyek Jalan Pelang-Batu Tajam. Arif juga saat ini telah dimutasikan ke bidang yang lain di DPUTR Ketapang.

Sementara, Ir Sukirno selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Ketapang ketika dikonfirmasi Jaya Pos, (13/2) mengatakan bahwa dirinya belum meng up-date tentang progres proyek ini karena sedang ada kegiatan di Jakarta. “Progresnya belum up date pak, saya lagi rapat di JKT,” isi pesan Sukirno via whatsapp. Hingga saat ini kegiatan pengerjaan proyek masih berlanjut.(Hardi)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (72066)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (61052)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52806)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (20558)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16391)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15656)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15308)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (15005)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14830)Sanksi Tegas Menanti PNS yang Nambah Libur (11323)
Bedah JayaposKasus Suap, JPU Ketapang Tuntut Mantan Politikus PDI-P 1,5 Tahun PenjaraKetapang, Jaya Pos Perjalanan kasus suap dan gratifikasi yang menyeret mantan Ketua DPRD Ketapang, ...


KPU Pandeglang DidemoDinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Ciptakarya dan Penataan Ruang Kota Surabaya DipolisikanTambang Mas Liar Menjamur Lagi Di BengkayangKejati Kalteng Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek Penggantian Jembatan di KapuasSoal Hibah Gubernur 7 M Untung Bisa Dijerat TPPUKetua Kelompok Budi Karya Leniyanti Diduga Palsukan Data AnggotaBuntut Dugaan Penyelewengan Anggaran Pada Humas Mojokerto, Semakin Terkuak Dengan Adanya Jumpa Pers
Laporan KhususDesa Klambir Lima Kebon Adakan Pemilihan BPDHamparan Perak, Jaya Pos Desa Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang mengadakan pemilihan ...


BumNag Sumpur Kudus Maju Dengan Segudang PrestasiDPRD Sampaikan Laporan Pansus Atas LKPJ Bupati Muba TA 2019Membangun Masa Depan Kabupaten Bogor Dengan PancakarsaFachrori Launching Calendar of Event Upaya Promosikan Wisata JambiDPRD Muba Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati TA 2019Menpan RB Tjahjo Kumolo: MPP Pekanbaru Terbaik di IndonesiaSahirah Dzakyyah Memilih Ponpes Darul Ulum Untuk Pendidikannya