Minggu, 15 Maret 2020 - 07:44:36 WIB
Soal Hibah Gubernur 7 M Untung Bisa Dijerat TPPUKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 38 kali

Baca Juga:Dana Bagus Diterapkan di SMKN 1 KatapangJalan Nagari Lakitan Timur Penghasil Beras Rusak ParahDisorot Media, Baliho Bupati dan Wabup Tasikmalaya DigantiDiduga Tidak Sesuai Bestek, Pelebaran dan Rehabilitasi Jalan KH Muchtar Tabrani

Bandung, Jaya Pos

Bila bantuan dana hibah Gubernur Jawa Barat (Jabar) tahun 2019 sebesar Rp 7 miliar diselewengkan oleh Yomanius Untung, bisa dijerat Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan UU Tindak Pidana Korupsi.

Kuat dugaan, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Mardira Indonesia melakukan penyimpangan. Bila ini yang terjadi, Yomanius Untung sebagai salah satu yang terlibat di lembaga pendidikaan itu bisa dijerat UU TPPU.

Demikian dikatakan sumber Jaya Pos di Polda Jabar, belum lama ini. “Dana bantuan hibah Gubernur Jabar nilainya besar setiap tahunnya. Celakanya mekanisme pengawasan atas penggunaan dana tersebut oleh penerimanya tidak jalan.

Wajar bila penerima bisa melakukan sesuka hatinya atas uang yang dianggap warisan nenek-mo­yangnya itu. Selain lembaga pendidikan biasanya dalam bentuk yayasan juga menampung bantuan-bantuan hibah gubernur dengan angka yang besar. Modus operandi seperti itulah yang banyak dilakuan oleh oknum anggota DPRD. Semuanya bisa dijerat dengan UU TPPU dan UU Tipikor,” sebut sumber tersebut.

Seperti diberitakan Jaya Pos sebelumnya, STIMIK Mardira Indonesia adalah salah satu perguruan tinggi swasta yang mendapatkan kucuran dana bantuan hibah Gubernur Jabar tahun 2019.

Yomanius Untung dari STIMIK Mardira kepada Jaya Pos membenarkan lembaga pendidikan miliknya itu menerima bantuan dana hibah Gubernur Jabar. “Tahun 2019 kita mendapatkan Rp 7 miliaran. Kita pergunakan untuk pembangunan kampus di Majalengka. Tahun 2016 kita juga mendapatkan dana hibah gubernur, saya lupa nilainya. Pembangunan kampus di Majalengka sedang berlangsung dan belum rampung,” ujar mantan Wakil Ketua Komisi 5 DPRD Jabar itu, di kantor Soksi Jabar Jl Matraman, Bandung, belum lama ini.

Dikatakannya, untuk bantuan dana hibah gubernur tahun 2019 rata-rata belum selesai khusus untuk pekerjaan konstruksi. “Cairnya ada yang September atau Oktober sehingga tidak bisa dipaksakan membuat LPJ di akhir tahun. Bila ada bikin LPJ di akhir tahun berarti ada ‘something wrong’.

Bayangin membangun ruang kelas mulai bulan Nopember. Sebulan bikin laporan kan jadi masalah. Karena ini bukan proyek pemerintah yang ada batas waktu pengerjaannya dan tidak boleh lewat tahun, jadi pelaporannya setelah pekerjaan pembangunannya selesai. Tidak masalah melewati tahun, hingga tahun berikutnya,” kata Untung.

Kepada Jaya Pos, Yomanius Untung mengaku tidak keberatan bila lembaga pendidikan miliknya juga yang termasuk akan diperiksa Polda Jabar. “Pasti semua penerima datanya sudah ada di Polda Jabar.

Saya tidak keberatan bila diperiksa. Mengapa kita membangun kampus di Majalengka karena harga tanah masih murah dan saya sebagai putra daerah ingin memajukan Majalengka yang APK (Angka Partisipasi Kasar) masyarakat di bidang pendidikan termasuk rendah karena biaya tidak terjangkau,” pungkasnya.

Hasil investigasi Jaya Pos di Majalengka, (11/3), tidak ada satu pun sumber yang ditemui menyebut Yomanius Untung sedang membangun kampus STIMIK di Majalengka.

“Saya gak pernah lihat ada pembangunan STIMIK di Majalengka oleh pak Untung. Saya kira niat baik itu perlu didukung. Kalau untuk menjawab pertumbuhan ekonomi ke depannya di Kabupaten Majalengka mungkin yang sangat dibutuhkan adalah tenaga Diploma 1, 2, dan 3. Mereka langsung bisa terserap oleh industri yang akan bermunculan,” ujar sumber Jaya Pos di Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, (11/3).

Sementara H Sudibyo BO SSos SE MM, pemilik STIE STIMY Majalengka menolak memberikan komentar tentang pembangunan kampus STIMIK di Majalengka. “Anda tanya aja langsung ke pak Untung, jangan ke saya. Saya gak tau. Kalau untuk STIE STIMY yang saya kelola sekarang mahasiswanya sudah mencapai 900-an. Dulu kita pernah buka program diploma masyarakat kurang berminat. Jadi kita hanya buka untuk program sarjana saja,” ujar Sudibyo yang juga Ketua Harian DPD Partai Golkar Kabupaten Majalengka.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Majalengka H Asep Eka Mulyana SP ketika dikonfirmasi melalui pesan whatsapp tentang Yomanius Untung sedang membangun kampus STIMIK di Majalengka mengaku tidak mengetahui aktifitas koleganya di Partai Golkar itu. “Perkawi­s eta abdi kirang uninga kang (Bahasa Sunda: masalah itu saya kurang mengetahuinya kang),” katanya.

Pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Majalengka lainnya mengatakan kalau membangun kampus belum. “Sepengetahuan saya belum membangun tapi baru ada tanah kalau gak salah di daerah jalan lingkar,” ujar sumber yang wanti-wanti agar namanya tidak dimunculkan,(11/3).

Informasi yang berhasil dihimpun Jaya Pos di lapangan menyebut lahan yang dimaksud akan dibeli oleh STIMIK Madira terletak di Desa Panyingkiran Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka dengan luas sekitar 1.500 m2. Estimasi harga berkisar Rp 1 miliar. STIMIK Mardira memohon batuan dana hibah Gubernur Jabar tidak tanggung-tangung, sekitar Rp 21 miliar, namun yang disetujui gubernur hanya Rp 7 miliar.

Pengajuan permohonan bantuan dana hibah Gubernur Jabar oleh Ketua STIMIK MI Dr Marjito MPd didukung oleh Ketua Yayasan Pembina Mardira Indonesia dengan Ketua Dr A Jajang W Mahri MSi.

Kepada Jaya Pos Yomanius Untung, saat dikonfirmasi mengaku dia lah saat masih menjadi anggota DPRD Jabar yang membantu mendorong agar mendapat bantuan dana hibah itu.(@lf)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (72294)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (61055)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52810)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (20590)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16393)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15662)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15311)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (15005)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14831)Sanksi Tegas Menanti PNS yang Nambah Libur (11333)
Bedah JayaposKasus Suap, JPU Ketapang Tuntut Mantan Politikus PDI-P 1,5 Tahun PenjaraKetapang, Jaya Pos Perjalanan kasus suap dan gratifikasi yang menyeret mantan Ketua DPRD Ketapang, ...


KPU Pandeglang DidemoDinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Ciptakarya dan Penataan Ruang Kota Surabaya DipolisikanTambang Mas Liar Menjamur Lagi Di BengkayangKejati Kalteng Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek Penggantian Jembatan di KapuasSoal Hibah Gubernur 7 M Untung Bisa Dijerat TPPUKetua Kelompok Budi Karya Leniyanti Diduga Palsukan Data AnggotaBuntut Dugaan Penyelewengan Anggaran Pada Humas Mojokerto, Semakin Terkuak Dengan Adanya Jumpa Pers
Laporan KhususDesa Klambir Lima Kebon Adakan Pemilihan BPDHamparan Perak, Jaya Pos Desa Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang mengadakan pemilihan ...


BumNag Sumpur Kudus Maju Dengan Segudang PrestasiDPRD Sampaikan Laporan Pansus Atas LKPJ Bupati Muba TA 2019Membangun Masa Depan Kabupaten Bogor Dengan PancakarsaFachrori Launching Calendar of Event Upaya Promosikan Wisata JambiDPRD Muba Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati TA 2019Menpan RB Tjahjo Kumolo: MPP Pekanbaru Terbaik di IndonesiaSahirah Dzakyyah Memilih Ponpes Darul Ulum Untuk Pendidikannya