Senin, 16 Maret 2020 - 06:12:02 WIB
Kejati Kalteng Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek Penggantian Jembatan di KapuasKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 45 kali

Baca Juga:Dana Bagus Diterapkan di SMKN 1 KatapangJalan Nagari Lakitan Timur Penghasil Beras Rusak ParahDisorot Media, Baliho Bupati dan Wabup Tasikmalaya DigantiDiduga Tidak Sesuai Bestek, Pelebaran dan Rehabilitasi Jalan KH Muchtar Tabrani

Palangka Raya, Jaya Pos

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Swadaya Masyarakat, Tingang Menteng Kalimatan Tengah (LSM-TMKT) meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Te­ngah (Kalteng) mengusut 2 paket proyek pe­kerjaan penggantian jembatan di Kabupaten Kapuas, yang diduga kuat dikerjakan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan berpotensi sarat Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Permintaan tersebut disampaikan melalui surat no: 8/LP/LSM-DPP/TMKT/III/2020 dan surat no: 9/LP/LSM-DPP/TMKT/III/2020 tanggal 3 Maret 2020, yang ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Tengah (Kalteng).

Adapun dua paket pekerjaan yang diduga sarat KKN dan berpotensi merugikan keuangan negara itu, yakni paket penggantian jembatan sekunder Desa Warga Mulia yang dikerjakan oleh CV Kompak Jaya dengan nilai kontrak Rp 3.935.500.000 dan paket pekerjaan penggantian jembatan Lamunti dikerjakan oleh CV Valdina Sainty Utama dengan nilai kontrak Rp 3.834.739.000.

Sebagaimana diberitakan Jaya Pos, pada halaman depan, edisi 569 tahun XIII, 9-15 Maret 2020, kedua paket proyek tersebut diduga kuat sarat KKN, karena terindikasi dikerjakan tidak sesuai kontrak, tetapi di provisional hand over (PHO) 100 persen.

Hal itu terlihat bangunan jembatan Sekunder Desa Warga Mulia, yang dikerjakan oleh CV Kompak Jaya. Dimana pekerjaan pada oprit jembatan tersebut diduga volumenya tidak sesuai, karena yang seharusnya diurug menggunakan laterit dan agregat, ternyata dikerjakan banyak menggunakan tanah setempat. Serta akibat urugan tanah pilihan dan agregat dikerjakan tipis dan tidak dipadatkan maksimal, sehingga membuat oprit jembatan tersebut mengalami penurunan, terutama pada lereng oprit, akibat longsor.

Kemudian abutmen jembatan tersebut diduga dikerjakan tidak menggunakan cerucuk dan lantai kerja, sehingga membuat bangunan abutment jembatan menggantung, akibat tanah yang ada dibawahnya erosi.

Bahkan pada saat melakukan pengecorkan bangunan jembatan, kontraktor pelaksana juga diduga bekerja tidak optimal dan selektif dalam memilih kualitas pasir yang digunakan, sehingga membuat mutu beton pada bangunan jembatan terlihat rapuh dan diduga tidak sesuai spek. Serta pada saat melakukan pengecoran diduga tidak menggunakan alat penggetar namun menggunakan pengganjal besi dari kayu, sehingga mengakibatkan cor beton pada lantai jembatan banyak terdapat pori-pori dan lobang besar, yang mengakibatkan pekerjaan konstruski pada bangunan jembatan menjadi kurang berkualitas serta dapat membahayakan bagi penggunanya.

Dan untuk menutupi pori-pori maupun lobang, serta kerusakan lainnya akibat betonnya rapuh, bangunan jembatan tersebut diplester menggunakan adukan semen dan pasir.

Namun, hal itu dibantah oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H Shalahuddin ST MT melalui surat no: 620/BM-II/2020/055, tanggal 27 Pebruari 2020 perihal penggantian jembatan di Kabupaten Kapuas, yang ditujukan kepada Kepala Perwakilan Jaya Pos Kalimantan Tengah.

H Shalahuddin memaparkan bahwa paket pekerjaan penggantian jembatan sekunder warga Mulia tersebut sudah dilakukan sesuai dengan gambar dan spesifikasi teknis. Pekerjaan oprit jembatan juga dengan timbunan pilihan dan dilanjutkan dengan lapisan pondasi agregat tanpa penutup aspal.
Kemudian, untuk pekerjaan abutment menurutnya tidak menggunakan cerucuk tetapi menggunakan tiang pancang. Dan material sudah dilakukan pengujian laboratorium sebelum digunakan untuk pekerjaan tersebut.

Demikian halnya pekerjaan beton, semua dilaksanakan pengujian laboratorium dan sudah memenuhi persyaratan dalam dokumen kontrak dan spesifikasi teknis, serta yang berpori sudah ditutupi dengan beton. “Intintya semua pekerjaan sudah dilaksanakan sesuai kontrak pelaksanaan,” katanya.

Adapun bangunan jembatan Lamunti yang dikerjakan oleh CV Valdina Sainty Utama yang dibangun terlalu rendah, sehingga tidak mengakomodasi arus lalu lintas di bawahnya.

Hal itu terlihat dari bangunan tembok/turap penahan tanah urugan oprit yang seharusnya sejajar dengan abutmen dan lantai jembatan, dikerjakan lebih tinggi dari lantai dan abutmen jembatan, sejajar dengan bangunan pelengkap/tanda jembatan.

Dari hasil pengamatan di lapangan, diduga pelaksana sengaja mengerjakan bangunan jembatan dengan rendah dan tidak sesuai gambar bertujuan mengurangi volume timbunan oprit. Sebab tinggi oprit yang diurug hanya sekitar 50 cm dari permukaan badan jalan. Bahkan timbunan agregat pada oprit jembatan juga sesuai, karena masih terlihat tipis.

Selain itu, diduga perkerjaan pembangunan jembatan dikerjakan asal jadi. Karena pada bangunan jembatan, saat ini sudah terdapat keretakan di beberapa titik.

Menurut informasi dari warga, tiang pengaman/rambu pengarah jembatan yang seharusnya menggunakan 4 batang besi, dikerjakan hanya menggunakan 1 batang besi. Namun hal itu dibantah oleh Shalahuddin. Menurutnya paket pekerjaan penggantian jembatan Lamunti telah dilakukan sesuai kontrak dan untuk PHO sudah dilaksanakan, tetapi masih ada masa pemeliharaan.

Bahkan menurutnya, bangunan jembatan sudah dilaksanakan sesuai dengan desain dalam dokumen kontrak. Sedangkan untuk arus lalu lintas dibawah jembatan sejak awal sudah tidak digunakan.(Mandau)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (72277)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (61055)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52810)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (20583)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16393)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15662)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15311)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (15005)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14831)Sanksi Tegas Menanti PNS yang Nambah Libur (11332)
Bedah JayaposKasus Suap, JPU Ketapang Tuntut Mantan Politikus PDI-P 1,5 Tahun PenjaraKetapang, Jaya Pos Perjalanan kasus suap dan gratifikasi yang menyeret mantan Ketua DPRD Ketapang, ...


KPU Pandeglang DidemoDinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Ciptakarya dan Penataan Ruang Kota Surabaya DipolisikanTambang Mas Liar Menjamur Lagi Di BengkayangKejati Kalteng Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek Penggantian Jembatan di KapuasSoal Hibah Gubernur 7 M Untung Bisa Dijerat TPPUKetua Kelompok Budi Karya Leniyanti Diduga Palsukan Data AnggotaBuntut Dugaan Penyelewengan Anggaran Pada Humas Mojokerto, Semakin Terkuak Dengan Adanya Jumpa Pers
Laporan KhususDesa Klambir Lima Kebon Adakan Pemilihan BPDHamparan Perak, Jaya Pos Desa Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang mengadakan pemilihan ...


BumNag Sumpur Kudus Maju Dengan Segudang PrestasiDPRD Sampaikan Laporan Pansus Atas LKPJ Bupati Muba TA 2019Membangun Masa Depan Kabupaten Bogor Dengan PancakarsaFachrori Launching Calendar of Event Upaya Promosikan Wisata JambiDPRD Muba Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati TA 2019Menpan RB Tjahjo Kumolo: MPP Pekanbaru Terbaik di IndonesiaSahirah Dzakyyah Memilih Ponpes Darul Ulum Untuk Pendidikannya