Senin, 19 November 2012 - 07:13:40 WIB
Polres Simalungun Diduga Tangkap Lepas Pemilik Ladang GanjaKategori: Sumatera Utara - Dibaca: 630 kali

Baca Juga:Penyebab Kebakaran Rumah Bripka Robi Asabi Masih Belum TerungkapProgram Bedah Kampung Menjadi Solusi Pemerintah Atasi KemiskinanPetugas Dishub Labuhanbatu Tertibkan Bus Masuk TerminalPemkab Bogor Diminta Segera Memperbaiki Jembatan Suka Tani

Simalungun, Jaya Pos

Nando Hutagalung, tersangka kurir ganja lainnya yang dihadirkan pada persidangan sebagai saksi saat persidangan tersangka Radiansosn Girsang mengatakan,  bahwasa pemilik ladang ganja Bertyn S alias pak Koco sempat ditangkap dan diborgol oleh pihak kepolisian dan melihat salah seorang anggota polisi sempat melakukan komunukasi dengan istri Bertyn S (pemilik ladang/red).

Bahkan, Nando Hutagalung sangat yakin bahwasa pemilik ladang ganja Bertyn S dilepas oleh polisi. “Karena begitu polisi selesai komunikasi dengan istrinya, kami tidak melihat Bertyn lagi,” ungkapnya di persidangan yang diketuai Majelis Hakim Monalisa Siagian SH, dan dua hakim anggota, Siti Hajar SH dan R Sitorus SH. Pernyataan Nando Hutagalung juga diamini oleh tersangka Radianson Girsang.

Sementara itu, Kapolres Simalungun, AKBP Agus Fajar SIK ketika dikonfirmasi melalui Kasat Narkoba AKP Masco Sembiring SH membantah telah melepaskan pemilik ladang ganja tersebut. “Bertyn melarikan diri saat anggota kita lengah, dia melarikan diri melalui jurang di belakang perkampungan dengan tangan diborgol,” ujarnya.

Karena anggotanya tidak mengetahui medan lokasinya mempermudah tersangka melarikan diri lebih jauh. “Namun sampai saat ini kita sudah kerahkan anggota untuk mencari pemilik ladang ganja tersebut,” katanya.

Sekedar diketahui bahwa ladang ganja seluas setengah hektar ditemukan di Desa Sibuntuhon, Kecematan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Untuk mengelabui petugas, pemilik ladang menanam ganja tersebut di antara tanaman jagung dan kopi.

Penemuan ni merupakan hasil penyelidikan terhadap dua tersangka kasus narkoba NH dan RG yang ditangkap terpisah. “Polisi awalnya menangkap NH. Dia mengaku mendapat barang haram itu dari seorang kurir bernama RG yang kemudian memberi keterangan soal ladang ganja itu.

Berdasarkan keterangan tersangka, pengolahan ganja yang sudah dipanen dilakukan di sebuah gubuk tak jauh dari ladang. Pemilik menjual barang haram tersebut seharga Rp1,2 juta per kilogramnya. Pemilik mengamas dalam paket besar dan kecil.

Selain tersangka RG, polisi juga menangkap LS. Keduanya ditengarai sebagai kurir dari bisnis tersebut. Sayangnya, pemilik ladang ganja tersebut berhasil kabur.

Dari lokasi penemuan, petugas Polres Simalungun menyita ribuan batang tanaman ganja setinggi dua meter yang siap panen, timbangan dan alat penekan (pres) daun ganja. Seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Simalungun untuk penyelidikan lebih lanjut. Para tersangka dijerat Undang-Undang Narkotika dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.Hrp


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (117686)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (88788)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (43781)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (33856)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (31653)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (31408)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (29779)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (27147)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (20628)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (17541)
Bedah JayaposWALHI Minta Pemda dan Aparat Penegak Hukum Tindak Tegas PT Agro MukoBengkulu, Jaya Pos Dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan (PMA), Perkebunan Kelapa Sawit PT Agro ...


Kasus Dugaan Korupsi DAK Disdik Ketapang Rp17 M "Lenyap"Pembangunan Pasar Sukodono Rp 6,5 M Jadi Ajang BancakanProyek PU Bina Marga di Kesemen Nyaris Hancur TotalPemerintah Masih Tutup Mata, 6 Tahun Jembatan Cibarani Ambruk Sampai Saat Ini Belum Ada PerbaikanAktivitas Empat Perusahan PT Semen Tonasa Mendapat Kecaman dan Sorotan TajamDiduga Menggunakan Alamat Palsu PT Shavana Tiaramas Menang Tender Alkes 19,8 MProyek Bendung Leuwi Nangka Jebol
Laporan KhususPeran dan Fungsi DPRD DimaksimalkanBanten, Jaya Pos Ketua DPRD Provinsi Banten, Asep Rahmatullah akan memaksimalkan peran dan fungsi dewan ...


Komisi II Kunjungi Kantor PD Pasar JayaRapat Paripurna DPRD Kabupaten Musi Rawas Berlangsung SuksesGernas Kakao dan Sambung Pucuk Program Unggulan Dinas Perkebunan SulselPj Bupati OI Resmikan Jembatan Gantung di Desa EmbacangPerencanaan Pembangunan Daerah Harus DimaksimalkanPDAM Kabupaten Melawi Target Piutang Capai 80%DPRD Kabupaten Melawi Bahas Ulang APBD