Sabtu, 01 Desember 2012 - 15:01:58 WIB
Proyek Tanggul Retak, PPK Sungai dan Pantai l Sebut Sudah SesuaiKategori: Sulawesi Selatan - Dibaca: 748 kali

Baca Juga:Bupati Buka Penyuluhan HukumPolsek Kertajati Ciptakan Stabilitas Kamtibmas dan Pengamanan Pembangunan BIJBPeringatan Hari Guru di SDN 105274 T Gusta Sunggal SuksesOmset Pedagang Lokbin Lorong 103 Koja Menurun

Makassar, Jaya Pos

Baru kurang lebih sebulan pelaksanaan proyek Pekerjaan Lanjutan Pengendalian Banjir Sungai Pappa yang terletak di Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan usai dilaksanakan, tanggul yang dibangun sepanjang kurang lebih 750 meter tersebut, retak pada bagian tengah, serta bagian lainnya.

Menurut Daeng Rengge, warga masyarakat yang tinggal berdekatan dengan pembangunan tanggul saat melihat dari dekat pelaksanaan proyek yang dibangun dengan dana APBN Tahun Anggran 2012 tersebut, retaknya tanggul tersebut dikarenakan pekerjaanya tidak sesuai dengan mekanisme, seperti pada penggunaan bahan campuran semen dan bahan baku lainnya.

Bukan hanya itu, lanjut dia, pemasangan batu pada tanggul yang dibangun menggunakan batu gunung dan batu kali, sehingga juga patut dipertanyakan, apakah ada dalam RAB atau hanya keinginan kontraktornya saja.

Di samping tanggul yang retak, pemasangan bronjong pada bibir sungai juga perlu dipertanyakan kualitasnya, sebab bronjong yang terpasang saat ini sangat diragukan kualitasnya. “Kalau seperti ini pekerjaan pembangunan tanggul dan bronjong, maka tidak akan bertahan lama, proyek ini akan hancur dengan sendirinya,” ucap Rengge penuh kekawatiran.

Proyek pada pembangunan tanggul dan pemasangan bronjong di bantaran Sungai Pappa merupakan salah satu dari tiga paket kegiatan proyek yang ditangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai l Satker SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Pompengan-Jeneberang Provinsi Sulawesi Selatan Ir Hj Hasrah. Disamping proyek di Sungai Pappa dengan nilai kontrak Rp2,4 miliar.

Hasrah juga menangani proyek yang sama di Sungai Tamanroya Kabupaten Jeneponto, dengan nilai kontrak Rp 1,2 miliar, serta proyek Pengamanan Abrasi Pantai Tanjung Bunga Kota Makassar dengan nilai kontrak Rp 24,975 miliar.

Dari penuturan para sumber kepada Jaya Pos, dimana proyek Sungai Pappa dan Sungai Tamanroya sangat memprihatinkan soal kualitas pekerjaannya, dan bahan baku yang digunakan sangat tidak sesuai, serta kuat dugaan terjadi pelanggaran juga terindikasi kedua proyek tersebut tidak sesuai dengan bestek dan RAB.

Ditambahkan sumber, sebaiknya aparat penegak hokum dapat secepat mungkin turun ke lapangan guna melihat langsung proyek yang dibangun di daerah mereka, karena proyek yang baru sebulan dibangun sudah retak, dan bahkan terkesan dikerjakan asal asalan.

Sementara untuk proyek Pengamanan Abrasi Pantai Tanjung Bunga, kontraknya akan berakhir pada Tanggal 2 Desember 2012, namun yang dikerjakan oleh kontraktor BUMN PT Nindya Karya (Persero) PT Karya Pancang KSO ini, justru baru berjalan 25%, serta adanya perubahan rencana pekerjaan (tidak sesuai dengan perencanaan awal). Akan tetapi, PPK Sungai dan Pantai I, Ir Hj Hasrah saat dikonfirmasi soal ini justru menganggap proyek yang telah selesai dikerjakan dan yang belum selesai, semua sudah sesuai prosedur, sebagaimana disampaikan dalam jawaban surat yang dilayangkan kepada Jaya Pos di Makassar.

Tentu, pernyataan ini mendapat kecaman dari berbagi konsultan yang ada di Makassar. Menurut Rahman, salah satu Konsultan Perencanaan Kontruksi kepada Jaya Pos mengatakan, yang patut dipertanyakan apakah PPK nya pernah turun langsung ke lapangan melihat pelaksanaan proyek yang ada di Takalar dan Jeneponto, ataukah hanya sebatas mendengar laporan dari anak buahnya.

“Ini dulu yang perlu diperjelas, kemudian apakah tanggul yang retak sudah sesuai prosedur dan dari mana hasil kajian yang didapat PPK, kalau tanggul yang retak tersebut pembangunannya sudah sesuai,” ungkap Rahman dengan penuh keheranan.

Hal yang sama juga disampaikan Ridwan, yang juga berprofesi sebagai konsultan. “Kalau seperti ini, saran saya sebaiknya aparat penegak hokum segera memeriksa proyek tersebut, mumpung belum terlambat, dan minta bantuan BPKP serta tenaga konsultan untuk mengetahui kebenaran pelaksanaannya,” tegas­nya.Tim


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (116219)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (87731)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (40679)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (22239)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (22192)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (16354)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (15832)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (14978)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (13948)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (12121)
Bedah JayaposPengadaan Mamin Diduga Fiktif di Dinsos Provinsi JatimSurabaya, Jaya Pos   Seperti diberitakan pada edisi sebelumnya, terkait pengadaan makanan dan ...


Dana Pemeliharaan Pamsimas Diduga Ditilep Oknum DesaLanggar PP Nomor 109 Tahun 2012, Perusahaan Rokok Pasang Baliho Tanpa Pesan 'Merokok Membunuhmu'Usut Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas di Bappeda Musi RawasPembangunan Embung Senilai Rp 2 Milyar di Banyuwangi Gagal KonstruksiPT Triomas Diduga Merambah Kawasan Giosfer di SiakDiduga Terjadi Praktek Kongkalingkong, Menhub Batalkan Lelang Proyek Rp 39,3 Milyar di ATKP MakassarPPK ATKP Makassar Memilih Bungkam Soal Proyek Pengerukan Dan Pematangan Lahan Senilai 39,6 M
Laporan KhususOKI Pertahankan Opini WTP Ke Empat Kali dari BPK RIKayuagung, Jaya Pos Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ...


Kemiskinan Memaksaku Menjdi TKW (Bgn 1)Group Facebooker K2AM Gelar Baksos Panti Jompo BinjaiMaju Calon Bupati 2015-2020, Carlos Melgares Eks Warga Spayol Siap Membangun SamosirBantaeng Buka Program 1 Juta Rumah untuk NelayanSDAP Banten Tingkatkan Ketersediaan Air Baku dan Irigasi Yang LayakDisdik Gagas KKN Berbasis Desa TerpaduPeringatan Hardiknas Meriah di Kabupaten OKU