Sabtu, 01 Desember 2012 - 15:01:58 WIB
Proyek Tanggul Retak, PPK Sungai dan Pantai l Sebut Sudah SesuaiKategori: Sulawesi Selatan - Dibaca: 435 kali

Baca Juga:Bupati Buka Penyuluhan HukumPolsek Kertajati Ciptakan Stabilitas Kamtibmas dan Pengamanan Pembangunan BIJBPeringatan Hari Guru di SDN 105274 T Gusta Sunggal SuksesOmset Pedagang Lokbin Lorong 103 Koja Menurun

Makassar, Jaya Pos

Baru kurang lebih sebulan pelaksanaan proyek Pekerjaan Lanjutan Pengendalian Banjir Sungai Pappa yang terletak di Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan usai dilaksanakan, tanggul yang dibangun sepanjang kurang lebih 750 meter tersebut, retak pada bagian tengah, serta bagian lainnya.

Menurut Daeng Rengge, warga masyarakat yang tinggal berdekatan dengan pembangunan tanggul saat melihat dari dekat pelaksanaan proyek yang dibangun dengan dana APBN Tahun Anggran 2012 tersebut, retaknya tanggul tersebut dikarenakan pekerjaanya tidak sesuai dengan mekanisme, seperti pada penggunaan bahan campuran semen dan bahan baku lainnya.

Bukan hanya itu, lanjut dia, pemasangan batu pada tanggul yang dibangun menggunakan batu gunung dan batu kali, sehingga juga patut dipertanyakan, apakah ada dalam RAB atau hanya keinginan kontraktornya saja.

Di samping tanggul yang retak, pemasangan bronjong pada bibir sungai juga perlu dipertanyakan kualitasnya, sebab bronjong yang terpasang saat ini sangat diragukan kualitasnya. “Kalau seperti ini pekerjaan pembangunan tanggul dan bronjong, maka tidak akan bertahan lama, proyek ini akan hancur dengan sendirinya,” ucap Rengge penuh kekawatiran.

Proyek pada pembangunan tanggul dan pemasangan bronjong di bantaran Sungai Pappa merupakan salah satu dari tiga paket kegiatan proyek yang ditangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai l Satker SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Pompengan-Jeneberang Provinsi Sulawesi Selatan Ir Hj Hasrah. Disamping proyek di Sungai Pappa dengan nilai kontrak Rp2,4 miliar.

Hasrah juga menangani proyek yang sama di Sungai Tamanroya Kabupaten Jeneponto, dengan nilai kontrak Rp 1,2 miliar, serta proyek Pengamanan Abrasi Pantai Tanjung Bunga Kota Makassar dengan nilai kontrak Rp 24,975 miliar.

Dari penuturan para sumber kepada Jaya Pos, dimana proyek Sungai Pappa dan Sungai Tamanroya sangat memprihatinkan soal kualitas pekerjaannya, dan bahan baku yang digunakan sangat tidak sesuai, serta kuat dugaan terjadi pelanggaran juga terindikasi kedua proyek tersebut tidak sesuai dengan bestek dan RAB.

Ditambahkan sumber, sebaiknya aparat penegak hokum dapat secepat mungkin turun ke lapangan guna melihat langsung proyek yang dibangun di daerah mereka, karena proyek yang baru sebulan dibangun sudah retak, dan bahkan terkesan dikerjakan asal asalan.

Sementara untuk proyek Pengamanan Abrasi Pantai Tanjung Bunga, kontraknya akan berakhir pada Tanggal 2 Desember 2012, namun yang dikerjakan oleh kontraktor BUMN PT Nindya Karya (Persero) PT Karya Pancang KSO ini, justru baru berjalan 25%, serta adanya perubahan rencana pekerjaan (tidak sesuai dengan perencanaan awal). Akan tetapi, PPK Sungai dan Pantai I, Ir Hj Hasrah saat dikonfirmasi soal ini justru menganggap proyek yang telah selesai dikerjakan dan yang belum selesai, semua sudah sesuai prosedur, sebagaimana disampaikan dalam jawaban surat yang dilayangkan kepada Jaya Pos di Makassar.

Tentu, pernyataan ini mendapat kecaman dari berbagi konsultan yang ada di Makassar. Menurut Rahman, salah satu Konsultan Perencanaan Kontruksi kepada Jaya Pos mengatakan, yang patut dipertanyakan apakah PPK nya pernah turun langsung ke lapangan melihat pelaksanaan proyek yang ada di Takalar dan Jeneponto, ataukah hanya sebatas mendengar laporan dari anak buahnya.

“Ini dulu yang perlu diperjelas, kemudian apakah tanggul yang retak sudah sesuai prosedur dan dari mana hasil kajian yang didapat PPK, kalau tanggul yang retak tersebut pembangunannya sudah sesuai,” ungkap Rahman dengan penuh keheranan.

Hal yang sama juga disampaikan Ridwan, yang juga berprofesi sebagai konsultan. “Kalau seperti ini, saran saya sebaiknya aparat penegak hokum segera memeriksa proyek tersebut, mumpung belum terlambat, dan minta bantuan BPKP serta tenaga konsultan untuk mengetahui kebenaran pelaksanaannya,” tegas­nya.Tim


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (112022)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (80405)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (10827)Masyarakat Tapanuli Tengah Demo Didepan Kantor KPK Minta Ketua KPK Tangkap Bonaran Situmeang (7203)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (6455)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (5900)Harian JAYA POS (5711)Demo di Jakarta dan Tapteng Desak Tangkap Bonaran Situmeang (5396)Demo di Kantor Bupati Tapteng, Minta Bonaran Situmeang Segera Ditangkap (5395)Merasa Ditelantarkan Mawar Ungkap Kedekatannya Dengan Bupati Mappi (4669)
Bedah JayaposPencurian TBS di Afdeling VII Marak, PTPN V Diminta Tingkatkan PengamananKampar, Jaya Pos PTPN-V Persero merupakan salah satu badan usaha yang berada di bawah naungan Badan Usah ...


Judi Togel Marak Di Tapanuli Tengah, Agar Aman Diduga Oknum Polisi Terima UpetiPersediaan Obat Kemoteraphy di RS Persahabatan 2 Minggu KosongTerlantarkan Hingga Meninggal Dunia dan Gelapkan Hak Karyawannya, PT LIH Tidak BerperikemanusiaanHampir Dua Tahun Sebagai Tersangka Asun Belum DiadiliKasubdit III Direskrim Umum Poldasu Diduga Bekingi Bandar Togel Kota SiantarDugaan Penyelewengan Dana Hibah Rp 6 M Untuk Nelayan Tahap Pengumpulan DataPengawasan PU Binamarga Sulsel Disorot Pekerjaan Jalan Pekkae Barru Soppeng Acak-Acakan?
Laporan KhususMengenali Gejala Awal Penyakit JantungSehat, Jaya PosJantung adalah sebuah otot yang memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam suatu serangan jantung ...


HUT HARIAN JAYA POS KE VI DI GHITTARI COTTAGE PUNCAK BOGORHUT HARIAN JAYA POS KE VI DI GHITTARI COTTAGE PUNCAK BOGORHUT Harian Jaya Pos KE-VIHUT Harian Jaya Pos KE-VI" Kabarkan Kebaikan dan Kesalehan Indonesia, Kritis Terhadap Kekeliruan dan Kesalahan Bangsa "Pemahaman Hukum Kontrak Bagi Aparatur Pemerintahan Sangat PentingOKI Akan Jadi Penopang Lumbung Pangan Nasional