Senin, 03 Desember 2012 - 09:10:48 WIB
Lahan Bandara Pogogul Bermasalah, Bupati Janji Pembayaran Ganti Rugi Lahan Akan DiselesaikanKategori: Sulawesi Tengah - Dibaca: 463 kali

Baca Juga:Oknum di Dinas Praswil Humbahas Jadi "Makelar" ProyekPolairud Ketapang Amankan Puluhan Karung Zircon IllegalPlat Nomor Travel di Pekanbaru Wajib Warna KuningKejahatan di Jakarta Masih Merajalela

Buol, Jaya Pos

Modal transportasi, termasuk sub sektor Perhubungan Udara, diperlukan penanganan ekstra, karena berkaitan langsung terhadap keselamatan manusia, wahana (pesawat udara) maupun barang, termasuk pula lahan untuk operasional atau pengembangan fasilitas seperti landasan pacu, appron, pasa­nger room, Air Traffic Control dan sterilisasi area di Bandar Udara (Bandara) Pogogul Buol, dimana terdapat lahannya telah bertahun-tahun dirundung masalah.

Bandara ini, konon masuk dalam kategori daerah tertinggal, dan sulit untuk dikem­ba­ng­kan infrastrukturnya oleh pe­merintah pusat, melalui Ke­menterian Perhubungan Cq Direktorat Jenderal Perhu­bungan Udara, jika lahannya bermasalah.

Adapun kronologis ma­sa­lah lahan Bandara Pogogul ini, menurut Supratman Awat yang ikut hadir dalam acara per­temuan antara pemerintah daerah dan masyarakat Momunu itu, bahwa kasus lahan ban­dara ini, sudah bergulir se­jak Bupati Buol pertama mendiang Ir H Karim Mbou.

“Pertama kali penggarapan sedikitnya 750 miliar memanjang lahan yang ada, itu oleh Pak Karim Mbou sudah di­buat untuk areal pacu, dan dari landasan pacu tersebut lahan yang semestinya harus dibebaskan baik dari sisi kiri maupun kanan landasan sej­um­lah 150 miliar,” katanya.

Lebih jauh dikatakannya, belakangan muncul sejak Bupati ke 2 Karim Hanggi, kemudian Bupati ke 3 Amran Batalipu, di luar lokasi yang sudah dihibakan, apalagi setelah terjadi pembenahan perluasan bandara, komplain masyarakat kerap terjadi, karena merasa mengantungi kepemilikan lahan yang sah, dan atas perluasan tersebut merasa dirugikan karena dari tiga dekade kepemimpinan selalu hanya mendapat janji-janji sorga talinga dari pemda.

Sementara Syamsudin, salah satu di antara puluhan warga yang punya lahan pada perluasan Bandara Pogogul mengatakan, menyesalkan cara pemerintah yang telah merugikannya. “Sebab, lahan yang ditumbuhi sekitar 92 pohon kelapa, pada perintisan pertama pembukaan lahan bandara, namun demi program pemerintah kami relakan tanaman tersebut untuk tidak dibayar ganti rugi, tetapi waktu demi waktu berjalan, setelah dibangun bandara, kehidupan ini terasa semakin susah. Untuk itu, jika tanaman sudah menjadi korban perluasan, maka lahan saya harus diganti rugi,” tegasnya penuh harap.

Adanya permasalahan Bandara Pogogul Buol, Bupati Amirudin Rauf (red-pengganti Amran Batalipu) yang baru sekitar dua bulan dilantik, ternyata tanggap dan memberikan harapan baru kepada masyarakat yang ada di Kecamatan Momunu, khususnya kepada masyarakat yang ada di Desa Mangubi dan Tongon.

Sebab, kedua desa tersebut merupakan desa yang lahan milik masyarakatnya paling banyak terpakai pada perluasan lahan bandara tersebut. Pasalnya, pada kepemimpinan sebelumnya, lahan-lahan tersebut faktanya belum semuanya terbebaskan terkait ganti rugi lahan.

Bupati Buol, dr Amirudin Rauf yang didampingi Ketua DPR D Buol, H Abdullah Batalipu, pada pertemuan dengan masyarakat, bertempat di ruang tunggu Bandara Pogogul mengatakan, untuk mengatasi persoalan-persoalan ini jika dihadapi dengan jalan musyawarah dan dukungan semua pihak, tidak mungkin bila tidak menempuh penyelesaian yang baik.

Selaku pemimpin dearah, ditegaskan pula bahwa semua pemilik lahan yang hingga saat ini belum diselesaikan ganti rugi tanahnya, maka pada Anggaran Tahun 2013 mendatang, pihak pemda bersama jajaran DPRD Kab Buol akan memasukkan anggarannya pada APBD 2013, dengan pola pembayaran per triwulan.

Amirudin menambahkan, untuk menghindari hal-hal terburuk yang akan terjadi di belakangan hari, setelah dilakukan penyelesaian pembayaran, ditekankan kepada para pemilik lahan untuk segera melengkapi persyaratan ataupun legalitas kepemilikan, serta persetujuan dari semua ahli waris menyangkut surat kepemilikan. Mengingat, pada beberapa tahun ke depan para investor bakal masuk untuk berinvestasi di Kab Buol.

Saat itu juga, dr Rudi menambahkan, bakal memperoleh bantuan dana dari pemerintah pusat sebanyak Rp 14 milliar untuk perluasan bandara ini. Karena itu, ketika dalam pekerjaan nantinya semua keadaan harus steril, tanpa ada masalah pembebasan lahan lagi.Aldin/ST


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (113894)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (83005)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (15791)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (12370)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (9189)Demo di Jakarta dan Tapteng Desak Tangkap Bonaran Situmeang (8852)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (8707)Masyarakat Tapanuli Tengah Demo Didepan Kantor KPK Minta Ketua KPK Tangkap Bonaran Situmeang (8489)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (7809)Demo di Kantor Bupati Tapteng, Minta Bonaran Situmeang Segera Ditangkap (7071)
Bedah JayaposPerubahan Jenis Tanaman PTPN VII Unit Usaha Bekri IlegalLampung Tengah, Jaya Pos Perkebunan yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan dari tahun 1996 yang ...


Selamatkan Danau Toba ( I ), Pembabatan Hutan oleh GDS Ancam Keselamatan Pulau SamosirInfrastruktur di Desa Sei Landak Sangat Minim PengawasanBandar Narkoba Dilepas Kinerja Kapolres Sergai DipertanyakanPembangunan jalan Nasional, PT. Inti Indokomp Cs Diduga Kuat Gunakan Material NonstandarPupuk Bersubsidi Menghilang di Pasaran Petani Pantura Subang KelimpunganDiduga Proyek Bermasalah 3 LSM Laporkan ke KPKKejaksaan Akan Usut Dugaan Korupsi PDAM Tirtawening
Laporan KhususPembangunan Jembatan Desa Mendapat Apresiasi Dari MasyarakatIndramayu, Jaya Pos Bupati Indramayu Hj Anna Sophanah dalam setiap pertemuannya menekankan tentang arti ...


Dr. Tigor Gembira, HKBP Perhatikan Masalah Pendidikan dan KesehatanIbu Petani, Kini Jadi Anggota DPRD Kota Pematang SiantarGelar Lomba Cipta Menu B2SAPSN Menjadi Budaya Hidup Bersih Sepanjang MasaPemkot Mojokerto Gelar Pameran UMKM dan Industri Kreatif Jatim 2014Rano Karno Resmikan Pembangunan Ruas Jalan Citeras-TigaraksaUpacara Peringatan HUT RI Ke 69 di Ogan Ilir Berlangsung Khidmat