Selasa, 04 Desember 2012 - 16:04:21 WIB
Ketapang Rawan DBD, 8 Nyawa MelayangKategori: Kalimantan Barat - Dibaca: 330 kali

Baca Juga:Walikota Depok : Ayo Dukung Terwujudnya Sanitasi KotaBBM Mulai Langka Di SiantarSetiap Tahun Belanja Mistar di Seluruh SKPD Parmout Capai Rp800 JutaTunggakan Pelanggan PLN Ranting Balai Selasa Capai Rp 2 M

Ketapang, Jaya Pos

Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara Provinsi Kalimantan Barat dinyatakan  sebagai wilayah kejadian luar biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD). Penularan penyakit mematikan itu sudah merambah hampir ke semua wilayah di dua Kabupaten tersebut. Peningkatan kasusnya cukup signifikan, bahkan hasil pantauan Jaya Pos, di Kabupaten  Ketapang sampai saat ini sudah tercatat ada delapan penderita DBD meninggal dunia.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang berupaya mencegah jatuhnya korban jiwa. Salah satunya mem-backup wilayah teridentifikasi penyakit DBD yang sudah tinggi. Upaya yang dilakukan oleh pihak Dinas Kesehatan salah satunya melakukan fogging.

Untuk beberapa kecamatan di Kabupaten Ketapang sudah dilakukan fogging massal di titik yang dianggap rawan terhadap penularan penyakit DBD. Walaupun dengan dana yang minim, namun pihak Pemkab Ketapang untuk penanganan kasus DBD cukup serius “ bukan masalah dananya yang minim, sekarang masalah pelaksanaannya yang harus benar – benar serius” ungkap Sekda Kabupaten Ketapang Drs. Andi Djamiruddin, M.Si ketika dikunjungi Jaya Pos disela – sela tugasnya.

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) {bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)} adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan. Penyakit ini banyak ditemukan didaerah tropis seperti Asia Tenggara, India, Brazil, Amerika termasuk di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut.

Dokter dan tenaga kesehatan lainnya seperti Bidan dan  Mantri seringkali salah dalam penegakkan diagnosa, karena kecenderungan gejala awal yang menyerupai penyakit lain seperti Flu dan Tipes (Typhoid).

Penyebaran penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, sehingga pada wilayah yang sudah diketahui adanya serangan penyakit DBD akan mungkin ada penderita lainnya bahkan akan dapat menyebabkan wabah yang luar biasa bagi penduduk disekitarnya, masyarakat Ketapang menyambut baik upaya pihak Pemkab untuk memberantas DBD dengan langkah melakukan fogging. Masyarakat berharap upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan. Hardi


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59701)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52465)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51552)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15040)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14310)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14133)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13851)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13359)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12415)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9332)
Bedah JayaposEksekusi bergaya premanisme, Hendra Laporkan ACC Finance ke BPSK Bukittinggi Bukittinggi, Jaya Pos Karena merasa dirugikan, Hendra Sutoto (39) melaporkan peristiwa yang dialaminya 3 ...


Kasus Tanah Kas Desa RancaudikTerkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RABDenpom Pekanbaru Menertibkan Perjudian di Tapung
Laporan KhususPemdes Sukaramai Jalin Kerjasama Dengan Praktisi Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Tentang PerikaKampar, Jaya Pos Pemerintahan Desa (Pemdes) Sukaramai menjalin kerjasama dengan pegiat/praktisi pelatihan ...


Ketua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliPolsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik50 Anggota DPRD Subang Periode 2019-2024 Dilantik