Kamis, 20 Desember 2012 - 06:02:26 WIB
Penggunaan DAK di Kab Tangerang Tanpa Aturan JelasKategori: Tangerang - Dibaca: 689 kali

Baca Juga:Kades Sukarame dan Masyarakat Bangun Jalan LingkunganKerjasama DKUP dan Pasar Segar Gratiskan Biaya Sewa Kios dan LosRAPBD Anambas 2013 Rp1,208 Triliun Disetujui Dengan Berbagai SyaratBupati Kepulauan Anambas Menanggapi Pernyataan Pandangan Dari Dari Setiap Fraksi

Tangerang, Jaya Pos

Anggaran Pendidikan yang sangat besar baik yang berasal dari APBN maupun APBD di Kab. Tangerang sepertinya tidak berpengaruh terhadap mutu pendidikan dan biaya sekolah yang diatnggung orangtua siswa, alias diduga hanya memperkaya pejabat terkait dan penanggung jawab pengelola anggaran.

Dana Alokasi Khusus (DAK) yang berasal dari APBN dan dana penamping dari APBD diperuntukkan rehab ruang kelas SD dan SMP sederajat di Kab. Tangerang diduga menjadi ajang korupsi bagi pengelola dan penanggung jawab pengguna anggaran.

Pantauan Jaya Pos terkait penggunaan DAK, mulai tahun 2008 - 2012 diduga tidak sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis). Pasalnya, DAK tahun 2008, jumlah sekolah dan besarnya anggaran yang diterima sekolah dalam juklak dan juknis tidak sesuai dengan pelaksanaan penggunaan anggaran.

Penggunaan DAK tahun 2012 juga diduga malah lebih tidak jelas aturan yang menjadi acuan pelaksanaan. Hal tersebut terlihat dengan pelaksanaan penggunaan anggaran dilapangan sangat berbeda-beda antara sekolah.

Hal itu juga diakui beberapa kepala sekolah sebagai pengelola anggaran seperti Dra Hj Puspa Endah, kepala sekolah di Yayasan Dian Pertiwi termasuk pengelola anggaran DAK tahun 2012 sewaktu dikonfirmasi Jaya Pos juga mengakui bahwa Dinas Pendidikan Kab. Tangerang memperbolehkan penggunaan anggaran bebas sesuai kebutuhan sekolah. “Kami khususnya sekolah swasta diperbolehkan menggunakan anggaran sesuai kebutuhan sekolah,” kata Puspa.

Penggunaan DAK itu juga terlihat dari pelaksanaan di SDN Pasirnangka dan SDN Seglog. Dalam pelaksanaan melakukan penggantian sedikit kayu atap dan pengecatan genteng yang lama. Sedangkan SDN Tigaraksa II membongkar kerangka baja lama yang masih kuat dan mengganti dengan kerangka baja ringan.

Tidak kalah menarik dengan pengakuan oleh beberapa kepala sekolah pelaksanaan DAK sangat mengganggu dalam proses belajar – mengajar. Hal tersebut diakibatkan pencairan dana yang dianggap sangat lambat dan banyaknya waktu pertemuan kepala sekolah dengan Dinas Pendidikan hampir setiap hari dari awal pelaksanaan sampai saat ini.

Hal tersebut juga mengakibatkan terganggung siswa/siswi yang sedang melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) karena hal tersebut diakui beberapa kepala sekolah termasuk Hj. Entar Tarmini sebagai Kepala SDN Telaga II Cikupa, Endah Wahyuni sebagai Kepala SDN Bitung Jata I dan Yuhana Kepala SDN Bojong IV.

Terkait permasalahan tersebut, sampai informasi ini diberitakan Jaya Pos tidak berhasil mengkonfirmasi pejabat di Dinas Pendidikan Kab. Tangerang juga sebagian kepala sekolah. GUNS


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (116178)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (87707)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (40559)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (21877)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (21565)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (15658)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (14954)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (14309)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (13890)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (12097)
Bedah JayaposDana Pemeliharaan Pamsimas Diduga Ditilep Oknum DesaSubang, Jaya Pos Kesulitan memperoleh air bersih, khususnya air minum hingga kini masih berlangsung ...


Langgar PP Nomor 109 Tahun 2012, Perusahaan Rokok Pasang Baliho Tanpa Pesan 'Merokok Membunuhmu'Usut Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas di Bappeda Musi RawasPembangunan Embung Senilai Rp 2 Milyar di Banyuwangi Gagal KonstruksiPT Triomas Diduga Merambah Kawasan Giosfer di SiakDiduga Terjadi Praktek Kongkalingkong, Menhub Batalkan Lelang Proyek Rp 39,3 Milyar di ATKP MakassarPPK ATKP Makassar Memilih Bungkam Soal Proyek Pengerukan Dan Pematangan Lahan Senilai 39,6 M508 Indomaret Disegel, Lahan Atensi Mafia Dinas Hilang
Laporan KhususKemiskinan Memaksaku Menjdi TKW (Bgn 1)Oleh : Alexander Sibarani (Wartawan Harian Jaya Pos) Bekerja jauh di negeri orang dengan harapan terbebas ...


Group Facebooker K2AM Gelar Baksos Panti Jompo BinjaiMaju Calon Bupati 2015-2020, Carlos Melgares Eks Warga Spayol Siap Membangun SamosirBantaeng Buka Program 1 Juta Rumah untuk NelayanSDAP Banten Tingkatkan Ketersediaan Air Baku dan Irigasi Yang LayakDisdik Gagas KKN Berbasis Desa TerpaduPeringatan Hardiknas Meriah di Kabupaten OKUBPMP2T Kabupaten Pelalawan Melayani Dengan Sepenuh Hati