Kamis, 20 Desember 2012 - 06:02:26 WIB
Penggunaan DAK di Kab Tangerang Tanpa Aturan JelasKategori: Tangerang - Dibaca: 835 kali

Baca Juga:Kades Sukarame dan Masyarakat Bangun Jalan LingkunganKerjasama DKUP dan Pasar Segar Gratiskan Biaya Sewa Kios dan LosRAPBD Anambas 2013 Rp1,208 Triliun Disetujui Dengan Berbagai SyaratBupati Kepulauan Anambas Menanggapi Pernyataan Pandangan Dari Dari Setiap Fraksi

Tangerang, Jaya Pos

Anggaran Pendidikan yang sangat besar baik yang berasal dari APBN maupun APBD di Kab. Tangerang sepertinya tidak berpengaruh terhadap mutu pendidikan dan biaya sekolah yang diatnggung orangtua siswa, alias diduga hanya memperkaya pejabat terkait dan penanggung jawab pengelola anggaran.

Dana Alokasi Khusus (DAK) yang berasal dari APBN dan dana penamping dari APBD diperuntukkan rehab ruang kelas SD dan SMP sederajat di Kab. Tangerang diduga menjadi ajang korupsi bagi pengelola dan penanggung jawab pengguna anggaran.

Pantauan Jaya Pos terkait penggunaan DAK, mulai tahun 2008 - 2012 diduga tidak sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis). Pasalnya, DAK tahun 2008, jumlah sekolah dan besarnya anggaran yang diterima sekolah dalam juklak dan juknis tidak sesuai dengan pelaksanaan penggunaan anggaran.

Penggunaan DAK tahun 2012 juga diduga malah lebih tidak jelas aturan yang menjadi acuan pelaksanaan. Hal tersebut terlihat dengan pelaksanaan penggunaan anggaran dilapangan sangat berbeda-beda antara sekolah.

Hal itu juga diakui beberapa kepala sekolah sebagai pengelola anggaran seperti Dra Hj Puspa Endah, kepala sekolah di Yayasan Dian Pertiwi termasuk pengelola anggaran DAK tahun 2012 sewaktu dikonfirmasi Jaya Pos juga mengakui bahwa Dinas Pendidikan Kab. Tangerang memperbolehkan penggunaan anggaran bebas sesuai kebutuhan sekolah. “Kami khususnya sekolah swasta diperbolehkan menggunakan anggaran sesuai kebutuhan sekolah,” kata Puspa.

Penggunaan DAK itu juga terlihat dari pelaksanaan di SDN Pasirnangka dan SDN Seglog. Dalam pelaksanaan melakukan penggantian sedikit kayu atap dan pengecatan genteng yang lama. Sedangkan SDN Tigaraksa II membongkar kerangka baja lama yang masih kuat dan mengganti dengan kerangka baja ringan.

Tidak kalah menarik dengan pengakuan oleh beberapa kepala sekolah pelaksanaan DAK sangat mengganggu dalam proses belajar – mengajar. Hal tersebut diakibatkan pencairan dana yang dianggap sangat lambat dan banyaknya waktu pertemuan kepala sekolah dengan Dinas Pendidikan hampir setiap hari dari awal pelaksanaan sampai saat ini.

Hal tersebut juga mengakibatkan terganggung siswa/siswi yang sedang melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) karena hal tersebut diakui beberapa kepala sekolah termasuk Hj. Entar Tarmini sebagai Kepala SDN Telaga II Cikupa, Endah Wahyuni sebagai Kepala SDN Bitung Jata I dan Yuhana Kepala SDN Bojong IV.

Terkait permasalahan tersebut, sampai informasi ini diberitakan Jaya Pos tidak berhasil mengkonfirmasi pejabat di Dinas Pendidikan Kab. Tangerang juga sebagian kepala sekolah. GUNS


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (117677)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (88775)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (43769)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (33805)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (31579)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (31380)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (29730)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (27134)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (20619)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (17513)
Bedah JayaposWALHI Minta Pemda dan Aparat Penegak Hukum Tindak Tegas PT Agro MukoBengkulu, Jaya Pos Dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan (PMA), Perkebunan Kelapa Sawit PT Agro ...


Kasus Dugaan Korupsi DAK Disdik Ketapang Rp17 M "Lenyap"Pembangunan Pasar Sukodono Rp 6,5 M Jadi Ajang BancakanProyek PU Bina Marga di Kesemen Nyaris Hancur TotalPemerintah Masih Tutup Mata, 6 Tahun Jembatan Cibarani Ambruk Sampai Saat Ini Belum Ada PerbaikanAktivitas Empat Perusahan PT Semen Tonasa Mendapat Kecaman dan Sorotan TajamDiduga Menggunakan Alamat Palsu PT Shavana Tiaramas Menang Tender Alkes 19,8 MProyek Bendung Leuwi Nangka Jebol
Laporan KhususGernas Kakao dan Sambung Pucuk Program Unggulan Dinas Perkebunan SulselSulawesi Selatan, Jaya Pos Sebagai salah satu daerah pengekspor Kakao terbesar di Indonesia, Provinsi (Prov) ...


Pj Bupati OI Resmikan Jembatan Gantung di Desa EmbacangPerencanaan Pembangunan Daerah Harus DimaksimalkanPDAM Kabupaten Melawi Target Piutang Capai 80%DPRD Kabupaten Melawi Bahas Ulang APBDDPRD Melawi Sahkan Penetapan Cabup dan Cawabup TerpilihWakil Ketua DPRD Kab.OKU Melantik Rusman Junaedhi Sebagai PAWAdrianus Sa'at : Pemerintahan Panji-Dadi Harus Seirama