Kamis, 20 Desember 2012 - 06:02:26 WIB
Penggunaan DAK di Kab Tangerang Tanpa Aturan JelasKategori: Tangerang - Dibaca: 947 kali

Baca Juga:Kades Sukarame dan Masyarakat Bangun Jalan LingkunganKerjasama DKUP dan Pasar Segar Gratiskan Biaya Sewa Kios dan LosRAPBD Anambas 2013 Rp1,208 Triliun Disetujui Dengan Berbagai SyaratBupati Kepulauan Anambas Menanggapi Pernyataan Pandangan Dari Dari Setiap Fraksi

Tangerang, Jaya Pos

Anggaran Pendidikan yang sangat besar baik yang berasal dari APBN maupun APBD di Kab. Tangerang sepertinya tidak berpengaruh terhadap mutu pendidikan dan biaya sekolah yang diatnggung orangtua siswa, alias diduga hanya memperkaya pejabat terkait dan penanggung jawab pengelola anggaran.

Dana Alokasi Khusus (DAK) yang berasal dari APBN dan dana penamping dari APBD diperuntukkan rehab ruang kelas SD dan SMP sederajat di Kab. Tangerang diduga menjadi ajang korupsi bagi pengelola dan penanggung jawab pengguna anggaran.

Pantauan Jaya Pos terkait penggunaan DAK, mulai tahun 2008 - 2012 diduga tidak sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis). Pasalnya, DAK tahun 2008, jumlah sekolah dan besarnya anggaran yang diterima sekolah dalam juklak dan juknis tidak sesuai dengan pelaksanaan penggunaan anggaran.

Penggunaan DAK tahun 2012 juga diduga malah lebih tidak jelas aturan yang menjadi acuan pelaksanaan. Hal tersebut terlihat dengan pelaksanaan penggunaan anggaran dilapangan sangat berbeda-beda antara sekolah.

Hal itu juga diakui beberapa kepala sekolah sebagai pengelola anggaran seperti Dra Hj Puspa Endah, kepala sekolah di Yayasan Dian Pertiwi termasuk pengelola anggaran DAK tahun 2012 sewaktu dikonfirmasi Jaya Pos juga mengakui bahwa Dinas Pendidikan Kab. Tangerang memperbolehkan penggunaan anggaran bebas sesuai kebutuhan sekolah. “Kami khususnya sekolah swasta diperbolehkan menggunakan anggaran sesuai kebutuhan sekolah,” kata Puspa.

Penggunaan DAK itu juga terlihat dari pelaksanaan di SDN Pasirnangka dan SDN Seglog. Dalam pelaksanaan melakukan penggantian sedikit kayu atap dan pengecatan genteng yang lama. Sedangkan SDN Tigaraksa II membongkar kerangka baja lama yang masih kuat dan mengganti dengan kerangka baja ringan.

Tidak kalah menarik dengan pengakuan oleh beberapa kepala sekolah pelaksanaan DAK sangat mengganggu dalam proses belajar – mengajar. Hal tersebut diakibatkan pencairan dana yang dianggap sangat lambat dan banyaknya waktu pertemuan kepala sekolah dengan Dinas Pendidikan hampir setiap hari dari awal pelaksanaan sampai saat ini.

Hal tersebut juga mengakibatkan terganggung siswa/siswi yang sedang melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) karena hal tersebut diakui beberapa kepala sekolah termasuk Hj. Entar Tarmini sebagai Kepala SDN Telaga II Cikupa, Endah Wahyuni sebagai Kepala SDN Bitung Jata I dan Yuhana Kepala SDN Bojong IV.

Terkait permasalahan tersebut, sampai informasi ini diberitakan Jaya Pos tidak berhasil mengkonfirmasi pejabat di Dinas Pendidikan Kab. Tangerang juga sebagian kepala sekolah. GUNS


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (119165)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (89420)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (44559)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (39630)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (38640)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (34893)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (33925)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (28815)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (21609)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (20663)
Bedah JayaposMemprihatikan, Taman Makan Pahlawan Diduga Jadi Lahan KorupsiPalangka Raya, Jaya Pos Taman Makam Pahlawan Kecana di Desa Bunga Mawar (Jalan Pemuda Kuala Kapuas) ...


Tanah Negara Diduga Diperjual Belikan, PJT-II Seksi Binong dan Divisi Subang Dinilai Kurang ResponPembuatan Jalan Baru Pantai Batu Nambangan Layak Disorot RayonDipecat Sepihak, Arianto Siap Bongkar Penyimpangan Proyek Jl Kelik-Siduk-Ketapang Rp31,6 MCegah Aksi Pemerasan, Wabup Waykanan Rangkul PWISaatnya KPK Mengusut, Ada Rasuah Rp 232 M di PT Pos ?Diduga Lahan Garapannya Diserobot, Petani Kalimati Sungai Cipunagara ResahGunakan Besi Non Standar di Proyek Pemerintah BPK dan Kepolisian Diminta Usut
Laporan KhususPengelola Sarana Air Bersih Harus Siap Menghadapi MasalahCibinong, Jaya Pos Terkait kesinambungan penyediaan air bersih di wilayah pedesaan merupakan hal yang sangat ...


Cetak Sawah, Solusi Meminimalisir KebakaranPeringatan Detik-Detik Proklamasi PALI Kibarkan Bendera Sangsaka Merah PutihSidang Paripurna HUT RI Ke 71, Tegakkan dan Pertahankan NKRIUpacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-71 di Muara Enim KhidmatPengurus Angkutan Rajapolah-Kiarajngkung, Bangga Masuk KopangtasAnak Bisa Nakal Karena Faktor Kelainan Ataupun Faktor LingkunganPanji: Pejabat PNS Jangan Dipaksakan