Jumat, 28 Desember 2012 - 06:29:13 WIB
Tambang Emas CV. SRM Ketapang Diduga Libatkan Puluhan Pekerja Asing IllegalKategori: Kalimantan Barat - Dibaca: 380 kali

Baca Juga:Gubernur Tegaskan Pemprov Terus Berupaya Tingkatkan Kesejahteraan PetaniSepuluh Ranperda Disahkan DPRD Provinsi Jambi Gubernur HBA Tinjau Potensi Daerah JambiPidato Bung Tomo "Peristiwa 10 November 1945"

Ketapang, Jaya Pos

Sebuah aktifitas penambangan  Emas milik CV. Sultan Rafli Mandiri (SRM) yang terletak di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, diduga keras melibatkan  puluhan tenaga kerja asing illegal, pasalnya saat Jaya Pos melakukan investigasi lapangan yang didampingi beberapa warga setempat, puluhan tenaga kerja yang sedang melakukan aktifitas di area tambang tersebut, tidak bisa berkomunikasi dalam bahasa inggeris dan bahasa Indonesia. Menurut salah seorang  pekerja pribumi, bahwa sekitar 30 orang tenaga kerja asing tersebut berasal dari Beijing, diduga keras tidak memiliki visa kerja.

Aktifitas penambangan  emas dilokasi tersebut menggunakan peralatan canggih, seperti Bor yang menggunakan tower, beberapa unit alat berat berupa excavator serta memiliki alat angkut perairan berupa tongkang, dan hebatnya lagi di dalam area tersebut Jaya Pos menemukan sebuah gudang Dynamit yang cukup terisolasi.

Menurut  sumber Jaya Pos, tidak hanya emas yang diambil, tetapi semua jenis tambang yang mengandung nilai ekonomis tinggi tetap disikat juga, bahkan tidak menutup kemungkinan target mereka adalah bahan tambang Uranium. 

Legalitas perizinan CV. Sultan Rafli Mandiri dipertanyakan berbagai pihak. Konfirmasi Jaya Pos Kepada pihak Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Ketapang melalui surat tanggal 18 Desember 2012 lalu, belum dijawab oleh pihak Dinas. Sementara  data yang diperoleh Jaya Pos  bersumber dari Dinas Pertambangan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Barat, bahwa CV. Sultan Rafli Mandiri hanya mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi dengan jenis tambang Emas, melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Ketapang pada tahun 2010. Didalam data tersebut disebutkan bahwa luas areal CV. Sultan Rafli Mandiri hanya seluas 99,90 Ha. Dan lama perizinannya 10 tahun.

Beberapa gejolak sosial di wilayah tambang tersebut kerap terjadi, “sekitar sebulan lalu lah, motor air milik warga yang melintas tiba –  tiba karam karena nabrak kabel besar milik perusahaan itu  yang dipasang di dalam sungai, tapi nampaknya sudah diganti pihak perusahaan” ucap sumber Jaya Pos yang tidak mau disebutkan namanya.

Tidak hanya itu, perairan sungai disekitar area tambang tersebut mulai tercemar, hal itu dekeluhkan beberapa warga lainnya. Informasi miring tentang aktifitas tambang tersebut mulai bermunculan, disinyalir beberapa oknum pejabat berada dibelakangnya, masyarakat berharap pihak aparat bersama pihak Pemkab Ketapang melakukan cross-check ke lapangan. (hardi)






0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59700)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52464)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51552)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15040)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14310)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14133)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13851)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13359)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12415)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9331)
Bedah JayaposEksekusi bergaya premanisme, Hendra Laporkan ACC Finance ke BPSK Bukittinggi Bukittinggi, Jaya Pos Karena merasa dirugikan, Hendra Sutoto (39) melaporkan peristiwa yang dialaminya 3 ...


Kasus Tanah Kas Desa RancaudikTerkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RABDenpom Pekanbaru Menertibkan Perjudian di Tapung
Laporan KhususPemdes Sukaramai Jalin Kerjasama Dengan Praktisi Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Tentang PerikaKampar, Jaya Pos Pemerintahan Desa (Pemdes) Sukaramai menjalin kerjasama dengan pegiat/praktisi pelatihan ...


Ketua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliPolsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik50 Anggota DPRD Subang Periode 2019-2024 Dilantik