Senin, 14 Januari 2013 - 07:43:24 WIB
Proyek Jembatan Girder Selantak Ketapang Senilai Rp2,3 M Sarat KKNKategori: Kalimantan Barat - Dibaca: 349 kali

Baca Juga:Potret Kinerja Dishub Kabupaten InhuUpah Penyeberangan Mencekik Puluhan Sopir Truk Unjuk RasaPerayaan Natal Polda Kepri HikmadEmpat Puluh Tujuh Pejabat Pemda Anambas Dilantik, Siap Laksanakan Tugas Secara Profesional

Ketapang, Jaya Pos

Proyek pembanguan Jembatan Girder Selantak di Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat tahun anggaran 2012 sarat KKN. Pasalnya proyek senilai Rp2,3 milyar tersebut pada saat kontrak berakhir, fisiknya diduga belum mencapai 50%, namun dana yang dicairkan melalui Surat Perintah Membayar (SPM) yang dikeluarkan oleh Dinas PU Kabupaten Ketapang mencapai 80%. Diduga ada kongkalikong antara kontraktor dengan pengelola proyek dengan modus manipulasi pada back-up data (MC) proyek, yang melibatkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP) serta pihak Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).
PPK proyek Pembangunan Jembatan Girder Selantak, L Heru Prihatiandi ST ketika dikonfirmasi Jaya Pos pada akhir 2012 lalu tentang prestasi fisik proyek tersebut, mengatakan fisiknya telah mencapai 80% lebih. “Untuk pembangunan Jembatan Girder Selantak kemajuan fisiknya sudah diatas 80%, SPM nya sudah dalam proses, sisanya akan di Dipdal pada tahun 2013,” kata Lalu kepada Jaya Pos di ruang kerjanya.
Keterangan yang diberikan Lalu Heru P ST kepada Jaya Pos sangat bertolak belakang dengan kondisi riil di lapangan. Hasil investigasi Jaya Pos di lapangan menemukan bahwa prestasi fisik yang dicapai oleh kontraktor pada saat kontrak berakhir diperkirakan belum mencapai 50%, pasalnya pada saat itu (15/12) pekerjaan  pihak kontraktor baru pada tahap pembesian dan pembetonan serta pengerjaan pondasi sumuran. Seharusnya prestasi fisik sudah selesai hingga item terakhir (pemasangan). Dapat diyakini bahwa di dalam MC proyek tersebut telah dimanipulasi.

DED diduga tidak digunakan
Sumber Jaya Pos yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa Detiled Engineering Design (DED) Proyek Pembangunan Jembatan Girder Selantak telah dirancang sejak tahun 2010 dan dibiayai melalui APBD Kabupaten Ketapang senilai Rp600 juta, diduga tidak digunakan didalam pelaksaan Pembangunan Jembatan Girder Selantak pada tahun 2012. Hal tersebut menurut PPK, Lalu Heru P ST, memberikan alasan DED memang ada perubahan karena kondisi pada lokasi proyek ditemui banyak akar pohon yang menjadi kendala dalam pelaksanaan  pekerjaan.  
Apabila benar bahwa DED proyek tersebut tidak digunakan, maka keuangan negara telah dirugikan karena dinilai mubazir.
Proyek Jembatan Girder Selantak Kabupaten Ketapang dilaksanakan oleh CV Nirmada Indah dengan nomor kontrak: 602/211/PPK-BM/DPU-B/2012 Tanggal  19 Juli 2012, dibiayai oleh APBD Kabupaten Ketapang tahun 2012, pagu dana Rp 2.350.648.000,00 dan masa kontrak selama 150 hari kalender. Pelaksanaanya sarat penyimpangan dan bermuatan KKN.
Masyarakat Ketapang, terutama warga Desa Selantak Kecamatan Simpang Dua berharap agar permasalahan tersebut dapat segera diusut tuntas.Hardi


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60012)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (54795)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51855)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15357)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14622)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14437)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14129)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13693)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (13679)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9642)
Bedah JayaposPAD Dishub Bukittinggi Diduga Terjadi Kebocoran, Oknum ASN Tidak Beretika Perlu PembinaanBukittinggi, Jaya Pos Tingkat kebocoran sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi perparkiran di ...


Kasektor Citata Kramat Jati Diduga Lindungi Bangunan BermasalahProyek Jalan PUPR Lahat AmburadulPT DWK Diduga Produksi CPO Dioplos MikoTiang Oktagonal Segi 8 Bengkok, Dishub Surabaya Lakukan PembiaranKegiatan Pamsimas di Kabupaten Sidoarjo Diduga Mark UpPembangunan Gerai Pusat Oleh-Oleh Diduga Gunakan Bangunan LamaPendataan Dinas Sosial Bukittinggi Diduga Pilih Kasih Pada Warga Miskin
Laporan KhususPemkab Gumas Raih Penghargaan Dari Menkumham RIKuala Kurun, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Bagian ...


Menjelang Hari Jadi Kabupaten Indramayu Lantik WabupWalikota Padang Panjang Kembali Terima Penghargaan Pembina ProklimPemkab Bantaeng Raih Penghargaan STBM Award Tingkat NasionalJumaga Nadeak Kembali Dilantik Pimpin DPRD KepriPimpinan Tiga Daerah ke Bantaeng Ikuti Monev Bersama KPKHari Kesaktian Pancasila Pemkot Manado Gelar Upacara Bendera45 Anggota DPRD Labuhanbatu Periode 2019 - 2014 Dilantik