Selasa, 22 Januari 2013 - 12:00:13 WIB
Aktivitas Tambang CV Sultan Rafli Diduga Tanpa AmdalKategori: Kalimantan Barat - Dibaca: 499 kali

Baca Juga:Oknum Kasi Pemerintahan Kecamatan di Kediri Rusak Rumah Tangga OrangLaga Manchester United dan Real MadriD Duel Terbesar Liga Champions Tahun IniRobin Van Persie untuk The Red DevilsJustin Timberlake Bersaing Britney Spears di Tangga Lagu Inggris

Ketapang, Jaya Pos

Aktifitas penambangan emas milik CV Sultan Raf­li Mandiri di Kecamatan Tum­bang Titi, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat legalitasnya dipertanyakan berbagai pihak. Pasalnya aktifitas tambang tersebut menggunakan beberapa jenis bahan kimia berbahaya dan bahan peledak berupa dynamit serta beberapa peralatan canggih lainnya.

Menurut sumber Jaya Pos, pihak pengelola tambang tidak hanya menambang emas, namun semua jenis tambang lain yang memiliki nilai ekonomis juga diembat. Bahkan beberapa pihak mencurigai aktifitas tambang tersebut sasarannya adalah uranium.

Aktifitas tambang yang sudah berlangsung sekitar 1 tahun tersebut terkesan cukup terisolasi dan terkoordinir. Selain menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya dan peralatan dengan teknologi tinggi, aktivitas tambang CV Sultan Rafli Mandiri juga mempekerjakan puluhan tenaga kerja asing berasal dari Beijing yang diduga keras ilegal.

Dampak sosial yang diakibatkan oleh aktivitas tambang tersebut mulai dirasakan oleh masyarakat, terutama yang berada di lingkungan area tambang.

Upaya konfirmasi yang dilakukan Jaya Pos kepada pihak Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Ketapang, hingga saat ini belum mendapatkan jawaban, pihak dinas terkesan tertutup.  

Beredar isu di tengah masyarakat bahwa beberapa oknum pihak terkait berada di dalam lingkaran hitam aktivitas tambang CV Sultan Rafli Mandiri, aparat seakan tutup mata namun pasang telinga.

Dari hasil investigasi Jaya Pos di lapangan, ditemukan data bahwa CV Sultan Rafli Mandiri hanya mengantongi izin dari Bupati Ketapang dengan jenis Izin Usaha Pertambangan (IUP) tahap operasi produksi  jenis tambang 3 emas, melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Ketapang pada tahun 2010.

Di dalam data yang bersumber dari Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Barat tersebut disebutkan bahwa luas areal CV Sultan Rafli Mandiri hanya sekitar 99,90 ha, dan lama perizinannya 10 tahun.

Kondisi riil di lapangan lahan yang disikat CV Sultan Rafli Mandiri diduga keras melebihi ketentuan di dalam perizinan. Bahkan perusahaan ini diduga tidak mengantongi dokumen amdal.

Masyarakat Kabupaten Ketapang berharap pihak aparat segera melakukan tindakan terhadap aktivitas tambang tersebut.Hardi


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59701)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52465)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51552)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15042)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14310)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14133)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13851)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13359)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12415)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9332)
Bedah JayaposEksekusi bergaya premanisme, Hendra Laporkan ACC Finance ke BPSK Bukittinggi Bukittinggi, Jaya Pos Karena merasa dirugikan, Hendra Sutoto (39) melaporkan peristiwa yang dialaminya 3 ...


Kasus Tanah Kas Desa RancaudikTerkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RABDenpom Pekanbaru Menertibkan Perjudian di Tapung
Laporan KhususPemdes Sukaramai Jalin Kerjasama Dengan Praktisi Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Tentang PerikaKampar, Jaya Pos Pemerintahan Desa (Pemdes) Sukaramai menjalin kerjasama dengan pegiat/praktisi pelatihan ...


Ketua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliPolsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik50 Anggota DPRD Subang Periode 2019-2024 Dilantik