Senin, 28 Januari 2013 - 08:42:39 WIB
Diduga Tilep Uang Petani Sawit Rp 300 Miliar, Big Bos PT BIG Akan Segera DitangkapKategori: Kalimantan Barat - Dibaca: 788 kali

Baca Juga:Anambas Siapkan Anggaran Rp 74 M Menuju Mini MetropolitanSatres Polres Majalengka Ringkus Recidivis Berkedok PolisiBanjir Surut, Akses Jalan Rusak ParahTerkait Banjir, Warga Tuntut DPRD Tegas

Ketapang, Jaya Pos

Big Bos PT Benua Indah Group (BIG) Budiono Tan akan segera ditangkap dalam kasus dugaan penggelapan uang sebesar Rp 300 miliar milik petani sawit di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalbar.

Demikian pernyataan Kapolda Kalbar Brigadir Jenderal Polisi Tugas Dwi Apri­yanto, melalui Direktur Reserse Kriminal Khusus Komisaris Besar Polisi Wirdhan Dheny, yang dilansir sebuah surat kabar harian lokal di Kalbar pada Rabu (23/1).

Berbagai komentar bermunculan dari masyarakat Kabupaten Ketapang, khu­sus­nya para petani sawit ya­ng telah menjadi korban sang penipu (Budiono Tan-red), sebagian besar masyarakat mulai pesimis atas penanganan kasus tersebut. Namun sebagian lagi sangat yakin pihak Polda Kalbar mampu menyeret Budiono Tan ke Meja Hijau.

Sementara Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar Jasman Panjaitan, ketika ditanya Jaya Pos tentang status kasus tersebut, (24/01), menjelaskan bahwa status kasusnya P 19. “Berkas tersebut masih P 19, karena banyak petunjuk JPU belum dipenuhi penyidik, sertifikat asli harus disita,” demikian penjelasan Jasman via pesan singkat  (SMS) kepada Jaya Pos.

Namun pihak Polda Kalbar saat ini telah berhasil menyita sebanyak 200 sertifikat lahan perkebunan sawit PT. BIG, sebagai sample dari 1.500 lebih sertifikat laninnya, dan berkas kasus tersebut akan segera P 21. Budiono Tan dulunya memiliki perusahaan plywood yang sangat besar di Desa Kuala Dua, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar. Ketika bahan baku kayu sulit didapatkan, Budiono Tan mengalihkan modalnya ke investasi perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Ketapang. Perusahaan kayu milik Budiono Tan pailit pada 2004 lalu, seiring dengan pemberantasan illegal logging.

Pada 2005, Budiono Tan berselisih dengan ribuan karyawannya terkait masalah gaji dan pesangon. Pembayaran hak karyawan ini baru dilakukan setahun kemudian, setelah melalui perundingan dan serangkaian aksi unjuk rasa buruh perusahaan yang menuntut pemerintah ikut memfasilitasi. Kini kasus serupa terulang kembali, bukan lagi buruh perusahaan kayu, tetapi petani sawit yang komplain kepada Budiono Tan karena merasa uang mereka Rp300 miliar digelapkan pengusaha tersebut.

Petani  sawit mendesak pihak  PT BIG segera membayar hasil panen selama empat bulan (Juni, Juli, Agustus, dan September 2009) senilai  Rp119 miliar. Sekaligus meminta segera mengembalikan uang petani yang tidak disetorkan ke Bank Mandiri dengan jumlah Rp 77 miliar. Juga mengembalikan uang setoran petani 30 persen sebanyak Rp26 miliar. Uang tersebut disimpan di Bank Danamon Cabang Ketapang.

Beredar isu bahwa Budiono Tan banyak dibackingi berbagai pihak, salah satunya oknum anggota DPR – RI dari Komisi III berinisial ERS. Hal tersebut diakui pihak Polda  Kalbar, bahwa selama ini kasus Budiono Tan banyak mendapat intervensi. Sudah sepantasnya selama ini Budiono Tan tak tersentuh hukum, namun pihak Polda Kalbar sepertinya mendapatkan motivasi kuat untuk memberangus sang Big Bos PT. BIG hingga tuntas. Masyarakat Kabupaten Ketapang sangat berharap hal tersebut tidak hanya menjadi gertak sambel saja.
“Kami sangat berharap Polda tidak hanya menggertak, tapi kami perlu bukti,” ucap salah seorang petani sawit Ketpaang kepada Jaya Pos yang tidak mau disebutkan namanya. Hardi


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (112013)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (80404)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (10812)Masyarakat Tapanuli Tengah Demo Didepan Kantor KPK Minta Ketua KPK Tangkap Bonaran Situmeang (7195)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (6442)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (5895)Harian JAYA POS (5706)Demo di Kantor Bupati Tapteng, Minta Bonaran Situmeang Segera Ditangkap (5392)Demo di Jakarta dan Tapteng Desak Tangkap Bonaran Situmeang (5387)Merasa Ditelantarkan Mawar Ungkap Kedekatannya Dengan Bupati Mappi (4661)
Bedah JayaposPencurian TBS di Afdeling VII Marak, PTPN V Diminta Tingkatkan PengamananKampar, Jaya Pos PTPN-V Persero merupakan salah satu badan usaha yang berada di bawah naungan Badan Usah ...


Judi Togel Marak Di Tapanuli Tengah, Agar Aman Diduga Oknum Polisi Terima UpetiPersediaan Obat Kemoteraphy di RS Persahabatan 2 Minggu KosongTerlantarkan Hingga Meninggal Dunia dan Gelapkan Hak Karyawannya, PT LIH Tidak BerperikemanusiaanHampir Dua Tahun Sebagai Tersangka Asun Belum DiadiliKasubdit III Direskrim Umum Poldasu Diduga Bekingi Bandar Togel Kota SiantarDugaan Penyelewengan Dana Hibah Rp 6 M Untuk Nelayan Tahap Pengumpulan DataPengawasan PU Binamarga Sulsel Disorot Pekerjaan Jalan Pekkae Barru Soppeng Acak-Acakan?
Laporan KhususMengenali Gejala Awal Penyakit JantungSehat, Jaya PosJantung adalah sebuah otot yang memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam suatu serangan jantung ...


HUT HARIAN JAYA POS KE VI DI GHITTARI COTTAGE PUNCAK BOGORHUT HARIAN JAYA POS KE VI DI GHITTARI COTTAGE PUNCAK BOGORHUT Harian Jaya Pos KE-VIHUT Harian Jaya Pos KE-VI" Kabarkan Kebaikan dan Kesalehan Indonesia, Kritis Terhadap Kekeliruan dan Kesalahan Bangsa "Pemahaman Hukum Kontrak Bagi Aparatur Pemerintahan Sangat PentingOKI Akan Jadi Penopang Lumbung Pangan Nasional