Selasa, 19 Maret 2013 - 06:30:34 WIB
Arogansi Muh Nasrul Arsyad, Dibalik Kepintaran Sang Staff Khusus Bupati AnambasKategori: Kepri - Dibaca: 16 kali

Baca Juga:Dua Desa di Kecamatan Serasan Diresmikan Bupati NatunaBansos Rehabilitasi Ruang Kelas di SMAN Dolok Batunanggar MenyimpangTarget Tambang Diduga Uranium , Aktivitas Eksplorasi PT Tanah Raja Indonesia di Ketapang Diduga IlePosbakumadin Teken MoU Dengan BNN Banten

Anambas, Jaya Pos

Sejak kasus penggelapan dana akomodasi dan transportasi para peserta acara Technopreneur Camp (TC) tahun lalu sebesar Rp 120 juta yang melibatkan Damiri sebagai tersangka di Polsek Siantan (namun tersangka tidak ditahan), nama Muh Nasrul Arsya, atau lebih akrab disapa Nasrul ini juga ikut dikaitkan.

Pasalnya, Nasrul yang kesehariannya bertugas di kantor Bupati Anambas menduduki jabatan sebagai Staf Khusus Bupati Anambas juga tercatat sebagai Ketua Forum Organisasi Kepemudaan (FOK) KKA yang pada saat acara TC menjadi panitia acara.

Nama Nasrul, yang katanya juga menjadi anak emas Bupati Anambas ini mulai terseret sejak dia memberikan uang sebagian dana FOK untuk acara TC sebesar Rp 120 juta kepada Darmili dari dana Rp 300 juta yang katanya dianggarakan untuk acara TC tersebut.  

Ironisnya, dana yang seharusnya dibagikan kepada para peserta TC yang hadir, oleh Darmili tidak dibagikan kepada orang-orang yang berhak menerima (peserta TC-Red), hingga muncul 12 nama yang terlibat menerima uang yang kini diperkarakan oleh salah seorang peserta TC, Sri Wahyuni di Polsek Siantan, Tarempa Anambas.

Perkara ini pun masih dalam tahap pengusutan di Polsek Siantan, bahkan katanya sudah ke tingkat Polres. Namun sampai saat ini, tidak tampak keseriusan para penyidik Polsek Siantan dalam melakukan pendalaman kasus tersebut. Padahal, dari pengakuan tersangka Darmili saat diperbal di Polsek Siantan, pria berperawakan gaek ini telah menyebutkan 12 nama yang ikut memakan uang tersebut.

Bukan hanya itu, Darmili juga sempat menyebut nama Nasrul yang katanya sebagai penyebab dia ditumbalkan dalam perkara ini.
Sayangnya, “teriakan” Darmili seakan tidak diindahkan oleh pihak penyidik. Akhirnya, dengan bergulirnya waktu, kasus ini bak debu yang tersapu angin, terkadang hadir mengotori dan terkadang hilang seketika, itulah yang terjadi sampai saat ini. Dan desas-desus yang beredar di kedai kopi, “Karam” nya kasus ini di Polsek Siantan, kabarnya juga diatur oleh Nasrul.

Kalau memang demikian, begitu hebatnya sosok pria berdarah Bugis ini dalam mengatur strategi “penghapusan dosa” di kepolisian.
Jaya Pos pun semakin penasaran untuk mengenal sosok Nasrul. Pembisik sekaligus penyelamat Bupati dari pemberitaan di berbagai media ini tentunya sangat piawai dalam berbicara. Tak heran kalau pria yang sudah malang melintang di dunia jurnalistik sekaligus pemegang gelar Master Administrasi Publik ini dipercaya sebagai Staff Khusus Bupati di bidang Komunikasi dan Informasi di Kantor Bupati Anambas.

Sebagai Staff Khusus Bupati, kinerja Nasrul bisa dibilang lumayan. Namun sayangnya, konon kabarnya jabatan yang diembannya itu kerap dijadikan senjata dalam memuluskan niatnya demi mencapai keinginannya. Salah satunya saat mengajukan proposal dana FOK untuk acara TC sebesar Rp 300 juta di Bakesbang KKA. Kabarnya, mantan aktivis mahasiswa di Makassar dan di Batam ini sempat memaksa pihak Bakesbang KKA untuk merekomendasikan dana yang mereka ajukan, namun itu tidak diindahkan oleh pihak Bakesbang. Bahkan bukan hanya itu, FOK yang diwakili Nasrul ini juga kabarnya sempat memaksa Bakesbang agar secepatnya mengeluarkan SKT.

“Sampai saat ini, Bakesbang tidak pernah mengeluarkan rekomendasi atas proposal yang meminta anggaran sebesar Rp 300 juta,” ujar Kepala Bakesbang KKA, Baharuddin Thalib kepada Jaya Pos.

Sikap arogansi Nasrul bukan hanya terlihat disaat seperti itu. Kedudukannya bak “pembisik” Bupati, menjadikan mantan wartawan ini konon tidak sungkan-sungkan melakukan intimidasi terhadap sesama rekan seprofesi. Itu dilakukannya demi “menyelimuti” Bupati dari pemberitaan “miring” yang dituliskan oleh wartawan, sementara sadar atau tidak, secara tidak langsung sikapnya sudah mengekang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Dan untuk perkara penggelapan dana Rp 120 juta yang berawal dari pembagian dana FOK sebesar Rp 300 juta ini, kembali Nasruldi diduga ikut andil dalam menutupi carut marut perkara ini. Dan alhasil, kasusnya sampai kini masih belum terungkap.
Kalau memang demikian, begitu kecilnya hukum di mata Nasrul hingga bisa “memandulkan” pihak kepolisian Siantan, Tarempa Anambas. Sangat ironis memang.@devi-leep


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerDinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (4499)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (2989)Komentari Kasus e-KTP, Andar: Abraham Samad Itu 'Omdo' (1659)Pandangan Umum Fraksi PDIP, PAN, dan RNB Terhadap Nota Keuangan dan Raperda APBD Kota Depok TA 2018 (1080)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (604)PT Jembatan Nusantara Melakukan Pembohongan Terhadap Pelamar Pekerjaan (441)Proyek Jalan Siduk-Ketapang Rp 27 M Diduga Bermasalah (328)Wujud Sinergitas TNI Polri, Polsek Wates Makan bersama dengan 70 Anggota TNI (283)Diabetes, Ancaman Yang Harus Diwaspadai (273)Ratusan Pekarya KSO Demo PT BBP (238)
Bedah JayaposBendungan Karalloe Senilai 518 M Tidak Selesai PPK dan Kontraktor Enggan KomentarMakassar, Jaya Pos Mega proyek konstruksi pembangunan Bendungan Karalloe, yang menelan anggaran sebesar Rp ...


Tangani Sengketa Tanah Damang Tewah Turun LapanganPT EBB Supply Puluhan Ribu Ton Solar Perhari ke Penambang di Sei KahayanRehab Sekolah Di Pandeglang Diduga Rawan PenyimpanganBPN Maros Akan Panggil Pemilik Sertifikat Ganda Pada Lahan Proyek Mamminasata Pekerjaan Jalan Pasirkadu-Perdana Dikeluhkan WargaPT. MAJI Diduga Serobot Lahan Kelompok Tani Karya MandiriPeningkatan Jalan Kebonagung Kemangsen Menyimpang
Laporan KhususMemperkenalkan Lebih Dini Budaya Batak Pada Anak-Anak Melalui Natal STM SarohaJakarta, Jaya Pos Perayaan Natal Parsahutaon STM Saroha Kedaung Kali Mati Jakarta Barat, Sabtu (9/12/2017) ...


Waiting List Keberangkatan Jamaah Haji Kabupaten Ciamis Sudah Mencapai 2030Menggali Monumen Quo Lijn, Tim Pusat Sejarah Kepolisian Melakukan PenelitianSiapkan Aparatur Transportasi Handal, Padang Panjang Teken MoU dengan STTDPemkab Mukomuko Memperingati Maulid Nabi Mudammad SAW 1439 H/2017 MImbau Pemkab/Pemkot Ingatkan Masyarakat Lakukan Pencegahan KebakaranPengembangan Pemasaran Melalui OnlinePublikasi Kinerja Setda Kabupaten Bogor Semester II Tahun 2017