Selasa, 19 Maret 2013 - 06:30:34 WIB
Arogansi Muh Nasrul Arsyad, Dibalik Kepintaran Sang Staff Khusus Bupati AnambasKategori: Kepri - Dibaca: 277 kali

Baca Juga:Dua Desa di Kecamatan Serasan Diresmikan Bupati NatunaBansos Rehabilitasi Ruang Kelas di SMAN Dolok Batunanggar MenyimpangTarget Tambang Diduga Uranium , Aktivitas Eksplorasi PT Tanah Raja Indonesia di Ketapang Diduga IlePosbakumadin Teken MoU Dengan BNN Banten

Anambas, Jaya Pos

Sejak kasus penggelapan dana akomodasi dan transportasi para peserta acara Technopreneur Camp (TC) tahun lalu sebesar Rp 120 juta yang melibatkan Damiri sebagai tersangka di Polsek Siantan (namun tersangka tidak ditahan), nama Muh Nasrul Arsya, atau lebih akrab disapa Nasrul ini juga ikut dikaitkan.

Pasalnya, Nasrul yang kesehariannya bertugas di kantor Bupati Anambas menduduki jabatan sebagai Staf Khusus Bupati Anambas juga tercatat sebagai Ketua Forum Organisasi Kepemudaan (FOK) KKA yang pada saat acara TC menjadi panitia acara.

Nama Nasrul, yang katanya juga menjadi anak emas Bupati Anambas ini mulai terseret sejak dia memberikan uang sebagian dana FOK untuk acara TC sebesar Rp 120 juta kepada Darmili dari dana Rp 300 juta yang katanya dianggarakan untuk acara TC tersebut.  

Ironisnya, dana yang seharusnya dibagikan kepada para peserta TC yang hadir, oleh Darmili tidak dibagikan kepada orang-orang yang berhak menerima (peserta TC-Red), hingga muncul 12 nama yang terlibat menerima uang yang kini diperkarakan oleh salah seorang peserta TC, Sri Wahyuni di Polsek Siantan, Tarempa Anambas.

Perkara ini pun masih dalam tahap pengusutan di Polsek Siantan, bahkan katanya sudah ke tingkat Polres. Namun sampai saat ini, tidak tampak keseriusan para penyidik Polsek Siantan dalam melakukan pendalaman kasus tersebut. Padahal, dari pengakuan tersangka Darmili saat diperbal di Polsek Siantan, pria berperawakan gaek ini telah menyebutkan 12 nama yang ikut memakan uang tersebut.

Bukan hanya itu, Darmili juga sempat menyebut nama Nasrul yang katanya sebagai penyebab dia ditumbalkan dalam perkara ini.
Sayangnya, “teriakan” Darmili seakan tidak diindahkan oleh pihak penyidik. Akhirnya, dengan bergulirnya waktu, kasus ini bak debu yang tersapu angin, terkadang hadir mengotori dan terkadang hilang seketika, itulah yang terjadi sampai saat ini. Dan desas-desus yang beredar di kedai kopi, “Karam” nya kasus ini di Polsek Siantan, kabarnya juga diatur oleh Nasrul.

Kalau memang demikian, begitu hebatnya sosok pria berdarah Bugis ini dalam mengatur strategi “penghapusan dosa” di kepolisian.
Jaya Pos pun semakin penasaran untuk mengenal sosok Nasrul. Pembisik sekaligus penyelamat Bupati dari pemberitaan di berbagai media ini tentunya sangat piawai dalam berbicara. Tak heran kalau pria yang sudah malang melintang di dunia jurnalistik sekaligus pemegang gelar Master Administrasi Publik ini dipercaya sebagai Staff Khusus Bupati di bidang Komunikasi dan Informasi di Kantor Bupati Anambas.

Sebagai Staff Khusus Bupati, kinerja Nasrul bisa dibilang lumayan. Namun sayangnya, konon kabarnya jabatan yang diembannya itu kerap dijadikan senjata dalam memuluskan niatnya demi mencapai keinginannya. Salah satunya saat mengajukan proposal dana FOK untuk acara TC sebesar Rp 300 juta di Bakesbang KKA. Kabarnya, mantan aktivis mahasiswa di Makassar dan di Batam ini sempat memaksa pihak Bakesbang KKA untuk merekomendasikan dana yang mereka ajukan, namun itu tidak diindahkan oleh pihak Bakesbang. Bahkan bukan hanya itu, FOK yang diwakili Nasrul ini juga kabarnya sempat memaksa Bakesbang agar secepatnya mengeluarkan SKT.

“Sampai saat ini, Bakesbang tidak pernah mengeluarkan rekomendasi atas proposal yang meminta anggaran sebesar Rp 300 juta,” ujar Kepala Bakesbang KKA, Baharuddin Thalib kepada Jaya Pos.

Sikap arogansi Nasrul bukan hanya terlihat disaat seperti itu. Kedudukannya bak “pembisik” Bupati, menjadikan mantan wartawan ini konon tidak sungkan-sungkan melakukan intimidasi terhadap sesama rekan seprofesi. Itu dilakukannya demi “menyelimuti” Bupati dari pemberitaan “miring” yang dituliskan oleh wartawan, sementara sadar atau tidak, secara tidak langsung sikapnya sudah mengekang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Dan untuk perkara penggelapan dana Rp 120 juta yang berawal dari pembagian dana FOK sebesar Rp 300 juta ini, kembali Nasruldi diduga ikut andil dalam menutupi carut marut perkara ini. Dan alhasil, kasusnya sampai kini masih belum terungkap.
Kalau memang demikian, begitu kecilnya hukum di mata Nasrul hingga bisa “memandulkan” pihak kepolisian Siantan, Tarempa Anambas. Sangat ironis memang.@devi-leep


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (112015)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (80404)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (10818)Masyarakat Tapanuli Tengah Demo Didepan Kantor KPK Minta Ketua KPK Tangkap Bonaran Situmeang (7199)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (6444)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (5897)Harian JAYA POS (5710)Demo di Kantor Bupati Tapteng, Minta Bonaran Situmeang Segera Ditangkap (5394)Demo di Jakarta dan Tapteng Desak Tangkap Bonaran Situmeang (5389)Merasa Ditelantarkan Mawar Ungkap Kedekatannya Dengan Bupati Mappi (4665)
Bedah JayaposPencurian TBS di Afdeling VII Marak, PTPN V Diminta Tingkatkan PengamananKampar, Jaya Pos PTPN-V Persero merupakan salah satu badan usaha yang berada di bawah naungan Badan Usah ...


Judi Togel Marak Di Tapanuli Tengah, Agar Aman Diduga Oknum Polisi Terima UpetiPersediaan Obat Kemoteraphy di RS Persahabatan 2 Minggu KosongTerlantarkan Hingga Meninggal Dunia dan Gelapkan Hak Karyawannya, PT LIH Tidak BerperikemanusiaanHampir Dua Tahun Sebagai Tersangka Asun Belum DiadiliKasubdit III Direskrim Umum Poldasu Diduga Bekingi Bandar Togel Kota SiantarDugaan Penyelewengan Dana Hibah Rp 6 M Untuk Nelayan Tahap Pengumpulan DataPengawasan PU Binamarga Sulsel Disorot Pekerjaan Jalan Pekkae Barru Soppeng Acak-Acakan?
Laporan KhususMengenali Gejala Awal Penyakit JantungSehat, Jaya PosJantung adalah sebuah otot yang memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam suatu serangan jantung ...


HUT HARIAN JAYA POS KE VI DI GHITTARI COTTAGE PUNCAK BOGORHUT HARIAN JAYA POS KE VI DI GHITTARI COTTAGE PUNCAK BOGORHUT Harian Jaya Pos KE-VIHUT Harian Jaya Pos KE-VI" Kabarkan Kebaikan dan Kesalehan Indonesia, Kritis Terhadap Kekeliruan dan Kesalahan Bangsa "Pemahaman Hukum Kontrak Bagi Aparatur Pemerintahan Sangat PentingOKI Akan Jadi Penopang Lumbung Pangan Nasional