Selasa, 19 Maret 2013 - 06:30:34 WIB
Arogansi Muh Nasrul Arsyad, Dibalik Kepintaran Sang Staff Khusus Bupati AnambasKategori: Kepri - Dibaca: 420 kali

Baca Juga:Dua Desa di Kecamatan Serasan Diresmikan Bupati NatunaBansos Rehabilitasi Ruang Kelas di SMAN Dolok Batunanggar MenyimpangTarget Tambang Diduga Uranium , Aktivitas Eksplorasi PT Tanah Raja Indonesia di Ketapang Diduga IlePosbakumadin Teken MoU Dengan BNN Banten

Anambas, Jaya Pos

Sejak kasus penggelapan dana akomodasi dan transportasi para peserta acara Technopreneur Camp (TC) tahun lalu sebesar Rp 120 juta yang melibatkan Damiri sebagai tersangka di Polsek Siantan (namun tersangka tidak ditahan), nama Muh Nasrul Arsya, atau lebih akrab disapa Nasrul ini juga ikut dikaitkan.

Pasalnya, Nasrul yang kesehariannya bertugas di kantor Bupati Anambas menduduki jabatan sebagai Staf Khusus Bupati Anambas juga tercatat sebagai Ketua Forum Organisasi Kepemudaan (FOK) KKA yang pada saat acara TC menjadi panitia acara.

Nama Nasrul, yang katanya juga menjadi anak emas Bupati Anambas ini mulai terseret sejak dia memberikan uang sebagian dana FOK untuk acara TC sebesar Rp 120 juta kepada Darmili dari dana Rp 300 juta yang katanya dianggarakan untuk acara TC tersebut.  

Ironisnya, dana yang seharusnya dibagikan kepada para peserta TC yang hadir, oleh Darmili tidak dibagikan kepada orang-orang yang berhak menerima (peserta TC-Red), hingga muncul 12 nama yang terlibat menerima uang yang kini diperkarakan oleh salah seorang peserta TC, Sri Wahyuni di Polsek Siantan, Tarempa Anambas.

Perkara ini pun masih dalam tahap pengusutan di Polsek Siantan, bahkan katanya sudah ke tingkat Polres. Namun sampai saat ini, tidak tampak keseriusan para penyidik Polsek Siantan dalam melakukan pendalaman kasus tersebut. Padahal, dari pengakuan tersangka Darmili saat diperbal di Polsek Siantan, pria berperawakan gaek ini telah menyebutkan 12 nama yang ikut memakan uang tersebut.

Bukan hanya itu, Darmili juga sempat menyebut nama Nasrul yang katanya sebagai penyebab dia ditumbalkan dalam perkara ini.
Sayangnya, “teriakan” Darmili seakan tidak diindahkan oleh pihak penyidik. Akhirnya, dengan bergulirnya waktu, kasus ini bak debu yang tersapu angin, terkadang hadir mengotori dan terkadang hilang seketika, itulah yang terjadi sampai saat ini. Dan desas-desus yang beredar di kedai kopi, “Karam” nya kasus ini di Polsek Siantan, kabarnya juga diatur oleh Nasrul.

Kalau memang demikian, begitu hebatnya sosok pria berdarah Bugis ini dalam mengatur strategi “penghapusan dosa” di kepolisian.
Jaya Pos pun semakin penasaran untuk mengenal sosok Nasrul. Pembisik sekaligus penyelamat Bupati dari pemberitaan di berbagai media ini tentunya sangat piawai dalam berbicara. Tak heran kalau pria yang sudah malang melintang di dunia jurnalistik sekaligus pemegang gelar Master Administrasi Publik ini dipercaya sebagai Staff Khusus Bupati di bidang Komunikasi dan Informasi di Kantor Bupati Anambas.

Sebagai Staff Khusus Bupati, kinerja Nasrul bisa dibilang lumayan. Namun sayangnya, konon kabarnya jabatan yang diembannya itu kerap dijadikan senjata dalam memuluskan niatnya demi mencapai keinginannya. Salah satunya saat mengajukan proposal dana FOK untuk acara TC sebesar Rp 300 juta di Bakesbang KKA. Kabarnya, mantan aktivis mahasiswa di Makassar dan di Batam ini sempat memaksa pihak Bakesbang KKA untuk merekomendasikan dana yang mereka ajukan, namun itu tidak diindahkan oleh pihak Bakesbang. Bahkan bukan hanya itu, FOK yang diwakili Nasrul ini juga kabarnya sempat memaksa Bakesbang agar secepatnya mengeluarkan SKT.

“Sampai saat ini, Bakesbang tidak pernah mengeluarkan rekomendasi atas proposal yang meminta anggaran sebesar Rp 300 juta,” ujar Kepala Bakesbang KKA, Baharuddin Thalib kepada Jaya Pos.

Sikap arogansi Nasrul bukan hanya terlihat disaat seperti itu. Kedudukannya bak “pembisik” Bupati, menjadikan mantan wartawan ini konon tidak sungkan-sungkan melakukan intimidasi terhadap sesama rekan seprofesi. Itu dilakukannya demi “menyelimuti” Bupati dari pemberitaan “miring” yang dituliskan oleh wartawan, sementara sadar atau tidak, secara tidak langsung sikapnya sudah mengekang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Dan untuk perkara penggelapan dana Rp 120 juta yang berawal dari pembagian dana FOK sebesar Rp 300 juta ini, kembali Nasruldi diduga ikut andil dalam menutupi carut marut perkara ini. Dan alhasil, kasusnya sampai kini masih belum terungkap.
Kalau memang demikian, begitu kecilnya hukum di mata Nasrul hingga bisa “memandulkan” pihak kepolisian Siantan, Tarempa Anambas. Sangat ironis memang.@devi-leep


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (115034)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (86824)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (17943)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (15787)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (12096)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (10799)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (10763)Demo di Jakarta dan Tapteng Desak Tangkap Bonaran Situmeang (10442)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (10340)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (10229)
Bedah JayaposPantau Proyek PK PAMSS 2015 Rp 227 M, Koalisi GERAM Bentuk Tim InvestigasiMakassar, Jaya Pos Pengalokasian dana APBN yang jumlahnya ratusan miliar rupiah setiap tahun, untuk kegiatan ...


16 Paket Proyek Dana Aspirasi DPRD Jeneponto Jadi Ajang Bagi-bagi Kue Untuk KontraktorMafia Lahan Kebun Sawit di Kecamatan Pulau Laut Barat TerungkapProyek Pengembangan Irigasi Sadang Hilir Loan Jica Sarat PenyimpanganProyek P4-ISDA-IK di Lingkungan BBWSPJ 2013 Banyak PenyimpanganGapoktan Gema Desa Diduga Lakukan Pungli Berkedok TabunganPenegak Hukum Didesak Telusuri Kekayaan Kepsek SMAN 41 JakutDirjen KP3K Akui Belum Diberitahu SPDN Habis Kuota BBM
Laporan KhususBupati Resmikan Gedung Serbaguna Senilai Rp.6,044 MilyarRanai, Jaya Pos Bupati Natuna, Drs.H.Ilyas Sabli, MS.i meresmikan Gedung Serbaguna Sri Serindit, Senin ...


Menteri Kelautan dan Perikanan RI Kunjungi Pulau NatunaGedung Serbaguna Sri Srindit Kabupaten Natuna Resmi DigunakanBupati Serahkan Bantuan Rp 160 Juta Untuk Pembangunan Katolik Center RantauprapatSebanyak 2.000 Nelayan Dapat KNPemerintah dan Masyarakat Kabupaten Simalungun Laksanakan Natal Bersama TK Pembina Banten Menjadi Tempat Inovasi Proses PembelajaranTanah Bumbu Raih DESTIKA Award 2014