Minggu, 24 Maret 2013 - 10:30:39 WIB
DBMTR Banten Serius Tangani Jalan RusakKategori: Laporan Khusus - Dibaca: 280 kali

Baca Juga:Perusahaan Pembajakan VCD/DVD MarakAnggota Brimob Berhasil Tangkap Pencuri Getah KaretDana Perpustakaan SDN Gagang Panjang Disunat KepsekMafia Tanah Mulai Gentayangan, Pemkab Humbahas Dinilai Beli Tanah Dari Calo, Ahli Waris Tak Terima

Banten, Jaya Pos

Sesuai misi kebinamarga­an, yakni meningkatkan pem­bangunan di bidang ja­lan dan jembatan dalam me­ningkatkan aksebilitas untuk mendukung pengembangan wilayah dan kelancaran distribusi barang dan jasa, serta penanggulangan bencana alam, dukungan prasaranan jalan memiliki peran penting bagi pelayanan jasa angkutan manusia, barang dan jasa yang dipastikan dapat menunjang perekonomian.

Aksebilitas adalah kemu­dahan untuk mencapai tujuan, menyangkut kenyama­nan, keamanan dan memperpendek waktu tempuh (travel time). Sedangkan pengembangan wilayah, mengandung makna upaya mem­ba­ng­kitkan potensi pada wila­yah tertetu yang menjadi kawasan tumbuh, baik untuk pemukiman, perkebunan/pertanian, industri yang menjadi rencana kawasan peng­em­bangan lainnya.

Amanat Undang-Undang No 38 Tahun 2013 tentang jalan, penanganan bi­dang jalan dan jembatan, di­bagi berdasar tanggung ja­wab. Kewenangan penanganan, jalan nasional/negara ditangani oleh Kementerian PU di bawah Direktorat Jende­ral Bina Marga melalui Ba­lai Jalan Nasional. Jalan Pro­vinsi pada pemerintah pro­vinsi dan jalan kabupaten/kota ditangani oleh pemerintah kabupaten/kota.

Untuk kondisi tertentu, dapat saja dilakukan penanganan bersama, demi kepentingan pelayanan terhadap masyara­kat. Dimana pengaturan dan MoU-nya disesuaikan dengan aturan yang berlaku.

Di Provinsi Banten, sekitar 195 kilometer atau 23 persen dari 852,89 kilometer jalan dalam kondisi rusak itu, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Di­nas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) hanya mam­pu memperbaiki kerusakan jalan sepanjang 107 kilometer pada tahun ini melalui kegiatan peningkatan/pem­bangunan jalan dan jembatan.

Kepala DBMTR Provinsi Banten, Sutadi mengatakan, tahun 2013 ini, kerusakan jalan semakin meluas akibat banjir yang terjadi pada Desember 2012 hingga Februari 2013.Ia menuturkan akibat curah hujan di atas nor­mal ada 37 titik jalan rusak yang tersebar di wilayah pandeglang, Lebak, dan Ta­ng­e­rang. “Dana yang di bu­tu­hkan untuk memeperbaiki jalan pascabencana yakni sebesar Rp.30 miliar.Kami akan mengajukan ke pemerintah pusat,” ujar Sutadi.

Sutadi memperinci,, 37 titik jalan yang rusak akibat banjir dan longsor tersebut berada di ruas jalan Cipanas-Citorek, Bayah-Cikotok, Ci­ko­tok-Perbatasan Jawa Barat, Mengger Caringin, Saketi-Simpang Malingping, Picung-Munjul, Citorek-Warng Banten, Citereup-Tanjung Lesung-sumur, dan Parigi Sukamanah, serta Tangerang Serpong.

Menurut Sutadi, perbaikan jalan rusak karena banjir dan longsor tidak mendapatkan alokasi anggaran dari APBD Banten 2013 ini. Untuk itu, pihaknya berharappemerintah pusat melalui BNPB diharapkan bias membantu untuk menangani kerusakan jalan yang ada di daerah itu.

“Penanganan yang sifatnya sementara agar jalan tetap dapat berfungsi sudah dilakukan oleh DBMTR. Namum untuk penanganan permanen harus menunggu alokasi anggaran dari pusat terlebih dahulu”, katanya.

Sementara itu ditambahkan Sutadi, anggaran yang dikelola DBMTR Banten pada 2013 ini sebesar Rp 1,018 triliun.
Dana tersebut digunakan untuk pembangunan jalan pada Perda Multiyears sebanyak 4 ruas, penanganan jalan di luar perda sebanyak 25 ruas, pemeliharaan berkala/pelapisan ulang sebanyak 22 ruas, penggantian jembatan sebanyak 8 jembatan sepanjang 253 meter, pengadaan lahan untuk pelebaran jalan dan kegiatan penunjang lainnya.

Untuk alokasi anggaran jalan beton di daerah Banten utara sebesar Rp 150 miliar, dan di Banten selatan Rp 198,23 miliar,” katanya.Adv/Bangun


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (111980)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (80392)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (10732)Masyarakat Tapanuli Tengah Demo Didepan Kantor KPK Minta Ketua KPK Tangkap Bonaran Situmeang (7172)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (6390)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (5869)Harian JAYA POS (5684)Demo di Kantor Bupati Tapteng, Minta Bonaran Situmeang Segera Ditangkap (5375)Demo di Jakarta dan Tapteng Desak Tangkap Bonaran Situmeang (5368)Merasa Ditelantarkan Mawar Ungkap Kedekatannya Dengan Bupati Mappi (4646)
Bedah JayaposPencurian TBS di Afdeling VII Marak, PTPN V Diminta Tingkatkan PengamananKampar, Jaya Pos PTPN-V Persero merupakan salah satu badan usaha yang berada di bawah naungan Badan Usah ...


Judi Togel Marak Di Tapanuli Tengah, Agar Aman Diduga Oknum Polisi Terima UpetiPersediaan Obat Kemoteraphy di RS Persahabatan 2 Minggu KosongTerlantarkan Hingga Meninggal Dunia dan Gelapkan Hak Karyawannya, PT LIH Tidak BerperikemanusiaanHampir Dua Tahun Sebagai Tersangka Asun Belum DiadiliKasubdit III Direskrim Umum Poldasu Diduga Bekingi Bandar Togel Kota SiantarDugaan Penyelewengan Dana Hibah Rp 6 M Untuk Nelayan Tahap Pengumpulan DataPengawasan PU Binamarga Sulsel Disorot Pekerjaan Jalan Pekkae Barru Soppeng Acak-Acakan?
Laporan KhususMengenali Gejala Awal Penyakit JantungSehat, Jaya PosJantung adalah sebuah otot yang memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam suatu serangan jantung ...


HUT HARIAN JAYA POS KE VI DI GHITTARI COTTAGE PUNCAK BOGORHUT HARIAN JAYA POS KE VI DI GHITTARI COTTAGE PUNCAK BOGORHUT Harian Jaya Pos KE-VIHUT Harian Jaya Pos KE-VI" Kabarkan Kebaikan dan Kesalehan Indonesia, Kritis Terhadap Kekeliruan dan Kesalahan Bangsa "Pemahaman Hukum Kontrak Bagi Aparatur Pemerintahan Sangat PentingOKI Akan Jadi Penopang Lumbung Pangan Nasional