Minggu, 24 Maret 2013 - 10:30:39 WIB
DBMTR Banten Serius Tangani Jalan RusakKategori: Laporan Khusus - Dibaca: 909 kali

Baca Juga:Perusahaan Pembajakan VCD/DVD MarakAnggota Brimob Berhasil Tangkap Pencuri Getah KaretDana Perpustakaan SDN Gagang Panjang Disunat KepsekMafia Tanah Mulai Gentayangan, Pemkab Humbahas Dinilai Beli Tanah Dari Calo, Ahli Waris Tak Terima

Banten, Jaya Pos

Sesuai misi kebinamarga­an, yakni meningkatkan pem­bangunan di bidang ja­lan dan jembatan dalam me­ningkatkan aksebilitas untuk mendukung pengembangan wilayah dan kelancaran distribusi barang dan jasa, serta penanggulangan bencana alam, dukungan prasaranan jalan memiliki peran penting bagi pelayanan jasa angkutan manusia, barang dan jasa yang dipastikan dapat menunjang perekonomian.

Aksebilitas adalah kemu­dahan untuk mencapai tujuan, menyangkut kenyama­nan, keamanan dan memperpendek waktu tempuh (travel time). Sedangkan pengembangan wilayah, mengandung makna upaya mem­ba­ng­kitkan potensi pada wila­yah tertetu yang menjadi kawasan tumbuh, baik untuk pemukiman, perkebunan/pertanian, industri yang menjadi rencana kawasan peng­em­bangan lainnya.

Amanat Undang-Undang No 38 Tahun 2013 tentang jalan, penanganan bi­dang jalan dan jembatan, di­bagi berdasar tanggung ja­wab. Kewenangan penanganan, jalan nasional/negara ditangani oleh Kementerian PU di bawah Direktorat Jende­ral Bina Marga melalui Ba­lai Jalan Nasional. Jalan Pro­vinsi pada pemerintah pro­vinsi dan jalan kabupaten/kota ditangani oleh pemerintah kabupaten/kota.

Untuk kondisi tertentu, dapat saja dilakukan penanganan bersama, demi kepentingan pelayanan terhadap masyara­kat. Dimana pengaturan dan MoU-nya disesuaikan dengan aturan yang berlaku.

Di Provinsi Banten, sekitar 195 kilometer atau 23 persen dari 852,89 kilometer jalan dalam kondisi rusak itu, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Di­nas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) hanya mam­pu memperbaiki kerusakan jalan sepanjang 107 kilometer pada tahun ini melalui kegiatan peningkatan/pem­bangunan jalan dan jembatan.

Kepala DBMTR Provinsi Banten, Sutadi mengatakan, tahun 2013 ini, kerusakan jalan semakin meluas akibat banjir yang terjadi pada Desember 2012 hingga Februari 2013.Ia menuturkan akibat curah hujan di atas nor­mal ada 37 titik jalan rusak yang tersebar di wilayah pandeglang, Lebak, dan Ta­ng­e­rang. “Dana yang di bu­tu­hkan untuk memeperbaiki jalan pascabencana yakni sebesar Rp.30 miliar.Kami akan mengajukan ke pemerintah pusat,” ujar Sutadi.

Sutadi memperinci,, 37 titik jalan yang rusak akibat banjir dan longsor tersebut berada di ruas jalan Cipanas-Citorek, Bayah-Cikotok, Ci­ko­tok-Perbatasan Jawa Barat, Mengger Caringin, Saketi-Simpang Malingping, Picung-Munjul, Citorek-Warng Banten, Citereup-Tanjung Lesung-sumur, dan Parigi Sukamanah, serta Tangerang Serpong.

Menurut Sutadi, perbaikan jalan rusak karena banjir dan longsor tidak mendapatkan alokasi anggaran dari APBD Banten 2013 ini. Untuk itu, pihaknya berharappemerintah pusat melalui BNPB diharapkan bias membantu untuk menangani kerusakan jalan yang ada di daerah itu.

“Penanganan yang sifatnya sementara agar jalan tetap dapat berfungsi sudah dilakukan oleh DBMTR. Namum untuk penanganan permanen harus menunggu alokasi anggaran dari pusat terlebih dahulu”, katanya.

Sementara itu ditambahkan Sutadi, anggaran yang dikelola DBMTR Banten pada 2013 ini sebesar Rp 1,018 triliun.
Dana tersebut digunakan untuk pembangunan jalan pada Perda Multiyears sebanyak 4 ruas, penanganan jalan di luar perda sebanyak 25 ruas, pemeliharaan berkala/pelapisan ulang sebanyak 22 ruas, penggantian jembatan sebanyak 8 jembatan sepanjang 253 meter, pengadaan lahan untuk pelebaran jalan dan kegiatan penunjang lainnya.

Untuk alokasi anggaran jalan beton di daerah Banten utara sebesar Rp 150 miliar, dan di Banten selatan Rp 198,23 miliar,” katanya.Adv/Bangun


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (119808)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (89867)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (44964)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (41709)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (40242)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (36029)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (34414)Perusahaan Martua Sitorus Ngemplang Pajak Rp 7,2 Triliun? (30832)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (29773)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (22120)
Bedah JayaposMahasiswa Kresai dan Aliansi Pemuda Bantaeng Pertanyakan Kasus Korupsi di Butta ToaBantaeng, Jaya Pos Kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Bantaeng melibatkan nama-nama yang diduga ...


Oknum PNS Diduga Jadi Mafia ProyekPKL Bringinbendo Enggan Bongkar Lapak, Tuding Perintah Bongkar Bertendensi Bisnis (Bag 2)Sekdakab Bogor: Laporkan Proyek JanggalPekerjaan Jalan Beton PISEW Hancur Sebelum Kontrak BerakhirPembangunan Gedung Perindag Kab Sidoarjo Menyimpang, Dinas Tutup Mata (Bag 2)Pekerjaan Peningkatan Jalan Curug-Rawakalong Disorot WargaProyek IPLT Milliaran Rupiah Disinyalir Kurang Berkualitas
Laporan KhususPemkab Bogor Terapkan Sistem Online Dalam Pelaksanaan Tatakelola PemerintahanCibinong, Jaya Pos Memperoleh amanah menjadi Bupati Bogor, dengan luas wilayah 298.838,3 hektar dan ...


Kegiatan Pengelolaan dan Konservasi Waduk, Embung, Situ Serta Bangunan Penampung Air Lainnya TA 2016Pembangunan Jembatan Bolang Terus DikebutMenanti Perubahan Melalui Musorkab III KONI NatunaHUT PGRI, Guru Minta Pemerataan Tunjangan di Daerah 3T Natuna Dilirik Investor SingapuraWabup Natuna: Koperasi Perbatasan Harus DitingkatkanAkhir Pekan, Wabup Natuna Tinjau Proyek