Kamis, 28 Maret 2013 - 08:11:55 WIB
Guru Agama Pertanyakan Potongan Tunjangan FungsionalKategori: Depok - Dibaca: 1319 kali

Baca Juga:Para Guru di DKI Jakarta Keluhkan Tunjangan Sertifikasi Belum CairLSM P3M Laporkan Kepsek Nakal ke KajariBupati Siak Memberikan Kuliah Umum di Kampus IPDN JatinangorKantor Desa Kampung Padang Terbersih di Labuhanbatu

Depok, Jaya Pos

Guru honorer Pendidikan Agama Islam (PAI) Kota Depok mempertanyakan potongan tunjangan fungsional di tahun 2012 yang dilakukan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Depok. Padahal, tahun-tahun sebelumnya tidak pernah dilakukan pemotongan. “Tunjangan tersebut sangat penting bagi kesejahteraan para guru. Kita dapat tunjangan seharusnya kan setahun hitungannya 12 bulan. Tapi, kita terimanya cuma 10 bulan. Kalau itu dipotong pajak, apa tidak terlalu besar?. Sementara, kalau kita ngomong langsung ke kemenag nanti malah rame mas,” ungkap guru mata pelajaran Fiqih berinisial F, kemarin.

Menurut F, setiap bulan ia menerima dana Rp250 ribu. Pencairannya dilakukan via rekening setiap empat bulan sekali. Pada pencairan pertama, berjalan lancar. Dia menerima Rp 1 juta. Namun, pada pencairan kedua Rp 750 ribu  dan ketiga Rp 750 ribu. “Kita merasa janggal disini, sebab tidak ada pemberitahuan. Kalaupun potongan pajak, apa sampai sebesar itu. Sebenarnya banyak juga guru madrasah yang mengalami pemotongan tunjangan dua bulan. Hanya saja, mereka tidak berani dan  lebih memilih diam. Kita hanya ingin tahu saja,  benar ada potongan atau nanti akan ada pembayaran berikutnya,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Koordinator Pendidik  dan Tenaga Kependidikan Madrasah Kemenag Kota Depok Iswahyudi menuturkan, pihaknya hanya mengajukan penerima tunjangan. Setelah itu, Kantor Pusat Perbendaharaan Negara (KPPN) langsung mentransfer langsung ke rekening guru. “Kalau untuk tunjangan tidak ada yang namanya potongan, dan itu diterimanya utuh,” kilahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok Nur Muhammad menegaskan, tidak ada sama sekali potongan tunjangan fungsional.”Saya tegaskan, tidak ada yang namanya potongan tunjangan guru agama sepeser pun. Ya kalau ada yang sengaja terbukti melakukan potongan, baik epala madrasah atau orang  Kemenag  silahkan laporkan ke kita,” katanya.

Nur menjelaskan, pembayaran tunjangan fungsional bagi guru tidak penuh terjadi secara massal. Bukan hanya di Kota Depok. Bahkan, terjadi pula di dinas lain. Ia mencontohkan, istrinya yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar (SD) juga mengalami hal sama. “Ini terjadi secara massal dan di dinas lain (Dinas Pendidikan) juga mengalami hal yang serupa. Ada beberapa kemungkinan kenapa  tidak penuh pembayarannya,” terangnya.

Menurutnya, kemungkinan saat ini terjadinya  minus anggaran. Dengan kata lain, lanjutnya, anggaran yang ada tidak mencukupi. Sementara jumlah penerimanya banyak. Selain itu, bisa jadi kesalahan saat  pengajuan data. Dengan kata lain, terdapat persyaratan yang belum dipenuhi. “Permasalahan ini kan bersifat massal dan seleksi juga super ketat. Sebenarnya, sosialisasi sudah dilakukan dan kita sampaikan ke pengawas PAI ataupun  Pengawas Madrasah,” ucapnya.

Sementara itu, Kapala Seksi Mapenda Kemenag Depok Ujang Supriyatna meminta agar para guru yang belum terbayarkan dua bulan agar memfotocopy rekening tabungan. Pasalnya, pihaknya hanya mengajukan penerima tunjangan fungsional. Sedangkan, KPN yang langsung mentransfer ke rekening guru masing-masing.

“Ternyata di lapangan kan ada juga yang sudah menerima transfer kekurangannya atau Rp 500 ribu. Cuma, kalau belum berarti ada masalah di rekeningnya atau lainnya. Meski begitu, kita ajukan untuk dibayarkan tahun berikutnya. Tapi memang, untuk tahun 2013 masih dibintangi, belum ada kepastian turunnya kapan,” terangnya.Joko W


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (120175)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (90110)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (45151)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (44038)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (41572)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (37719)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (35610)Perusahaan Martua Sitorus Ngemplang Pajak Rp 7,2 Triliun? (31601)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (30312)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (22302)
Bedah JayaposProyek 7 Miliar Diduga Tidak Sesuai SpeckSamosir, Jaya Pos Proyek peningkatan jalan Onan Runggu-Lagundi yang dikerjakan PT Adikarya Teknik Perkasa ...


Diduga Kesra OKI Cari Keuntungan, Insentif Pengurus Jenazah dan Imam Masjid Tahun 2016 Tidak TersaluBangunan Embung Aek Natonang Akan Hancur Tidak Pada WaktunyaJumlah TKA PT WHW Ketapang Tak Jelas, Diduga Ada Pembohongan PublikKajari Sidoarjo Pelihara 'Markus' ?Dinas Bina Marga Disinyalir Dikendalikan Pemborong BermasalahJudi Samkwan Dan Jagung Marak di Binjai, Penegak Hukum 'Tertidur'Proyek Irigasi Nipah Kuning KKU Timbulkan Gejolak Sosial
Laporan KhususMasyarakat Di Jalan Natai Keladan Butuh Air BersihMelawi, Jaya Pos Masyarakat di Jalan Gang Natai Keladan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten ...


Plt Bupati Sukiman Letakan Batu Pertama Perumahan Rosewood ResidencePemkab PALI Gelar Syukuran 1 Tahun Kepemimpinan H Heri Amalindo dan Ferdian Andreas LaonyPemkab-DPRD Inhil Teken Nota Kesepakatan KUA-PPAS 2017Dirut PDAM Lematang Enim Resmi Dijabat Oleh Sortono SHUMK Kab Melawai Sebesar Rp.1.948,500,-Gubernur Jateng Pantau Pilkada BrebesPlt Bupati Rohul Lantik 62 Kades Terpilih di MAIC Pasir Pengaraian