Kamis, 28 Maret 2013 - 08:11:55 WIB
Guru Agama Pertanyakan Potongan Tunjangan FungsionalKategori: Depok - Dibaca: 1158 kali

Baca Juga:Para Guru di DKI Jakarta Keluhkan Tunjangan Sertifikasi Belum CairLSM P3M Laporkan Kepsek Nakal ke KajariBupati Siak Memberikan Kuliah Umum di Kampus IPDN JatinangorKantor Desa Kampung Padang Terbersih di Labuhanbatu

Depok, Jaya Pos

Guru honorer Pendidikan Agama Islam (PAI) Kota Depok mempertanyakan potongan tunjangan fungsional di tahun 2012 yang dilakukan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Depok. Padahal, tahun-tahun sebelumnya tidak pernah dilakukan pemotongan. “Tunjangan tersebut sangat penting bagi kesejahteraan para guru. Kita dapat tunjangan seharusnya kan setahun hitungannya 12 bulan. Tapi, kita terimanya cuma 10 bulan. Kalau itu dipotong pajak, apa tidak terlalu besar?. Sementara, kalau kita ngomong langsung ke kemenag nanti malah rame mas,” ungkap guru mata pelajaran Fiqih berinisial F, kemarin.

Menurut F, setiap bulan ia menerima dana Rp250 ribu. Pencairannya dilakukan via rekening setiap empat bulan sekali. Pada pencairan pertama, berjalan lancar. Dia menerima Rp 1 juta. Namun, pada pencairan kedua Rp 750 ribu  dan ketiga Rp 750 ribu. “Kita merasa janggal disini, sebab tidak ada pemberitahuan. Kalaupun potongan pajak, apa sampai sebesar itu. Sebenarnya banyak juga guru madrasah yang mengalami pemotongan tunjangan dua bulan. Hanya saja, mereka tidak berani dan  lebih memilih diam. Kita hanya ingin tahu saja,  benar ada potongan atau nanti akan ada pembayaran berikutnya,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Koordinator Pendidik  dan Tenaga Kependidikan Madrasah Kemenag Kota Depok Iswahyudi menuturkan, pihaknya hanya mengajukan penerima tunjangan. Setelah itu, Kantor Pusat Perbendaharaan Negara (KPPN) langsung mentransfer langsung ke rekening guru. “Kalau untuk tunjangan tidak ada yang namanya potongan, dan itu diterimanya utuh,” kilahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok Nur Muhammad menegaskan, tidak ada sama sekali potongan tunjangan fungsional.”Saya tegaskan, tidak ada yang namanya potongan tunjangan guru agama sepeser pun. Ya kalau ada yang sengaja terbukti melakukan potongan, baik epala madrasah atau orang  Kemenag  silahkan laporkan ke kita,” katanya.

Nur menjelaskan, pembayaran tunjangan fungsional bagi guru tidak penuh terjadi secara massal. Bukan hanya di Kota Depok. Bahkan, terjadi pula di dinas lain. Ia mencontohkan, istrinya yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar (SD) juga mengalami hal sama. “Ini terjadi secara massal dan di dinas lain (Dinas Pendidikan) juga mengalami hal yang serupa. Ada beberapa kemungkinan kenapa  tidak penuh pembayarannya,” terangnya.

Menurutnya, kemungkinan saat ini terjadinya  minus anggaran. Dengan kata lain, lanjutnya, anggaran yang ada tidak mencukupi. Sementara jumlah penerimanya banyak. Selain itu, bisa jadi kesalahan saat  pengajuan data. Dengan kata lain, terdapat persyaratan yang belum dipenuhi. “Permasalahan ini kan bersifat massal dan seleksi juga super ketat. Sebenarnya, sosialisasi sudah dilakukan dan kita sampaikan ke pengawas PAI ataupun  Pengawas Madrasah,” ucapnya.

Sementara itu, Kapala Seksi Mapenda Kemenag Depok Ujang Supriyatna meminta agar para guru yang belum terbayarkan dua bulan agar memfotocopy rekening tabungan. Pasalnya, pihaknya hanya mengajukan penerima tunjangan fungsional. Sedangkan, KPN yang langsung mentransfer ke rekening guru masing-masing.

“Ternyata di lapangan kan ada juga yang sudah menerima transfer kekurangannya atau Rp 500 ribu. Cuma, kalau belum berarti ada masalah di rekeningnya atau lainnya. Meski begitu, kita ajukan untuk dibayarkan tahun berikutnya. Tapi memang, untuk tahun 2013 masih dibintangi, belum ada kepastian turunnya kapan,” terangnya.Joko W


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (118330)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (89097)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (44172)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (36886)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (36402)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (32953)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (32415)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (28025)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (21209)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (19098)
Bedah JayaposLayanan Di Adira Finance Dikeluhkan NasabahPontianak, Jaya Pos Setelah ditemui Tedy Irawan Customer Service Pik Asuransi di Kantor Adira Finance Cabang ...


Proyek Rehabilitasi Irigasi Lekopancing Senilai 16,7 MPembangunan Rumah Khusus di Jeneponto Sarat PenyimpanganBPK RI: Walikota Agar Perintahkan Kepala Disbimarta dan Sekda Memberi Sanksi (4)Perusahaan Tidak Lulus karena Tidak Lampirkan Jaminan Penawaran (3)RSUD Kabupaten Melawi Tunggu Hitungan BPKProses Hukum LHP-BPK RI Atas Disbimarta Kota Bekasi Mandak (2)Sosialisasi Sadar Usaha Dengan Tema "Ayo Kerja" Di Minut Berlangsung Tegang
Laporan KhususParipurna HUT Kabupaten Lahat Meria dan KhidmatLahat, Jaya Pos DPRD Kabupaten Lahat bersama Pemerintahan Kabupaten Lahat menggelar Rapat Paripurna Istmewa ...


Ketua DPRD Berharap Kunjungan Siswa Seskoad Bermanfaat Bagi DaerahGubernur Sumsel Apresiasi Prestasi Aswari RivaiDanau Toba Desember 2016 Bersih Dari KerambaK2AM Kembali Gelar Baksos di Medan Beri Bantuan Terhadap Anak Jalanan Masyarakat Selektif Dengan OrmasDinas Kehutanan dan Perkebunan Lab. Batu Adakan Pelatihan Pusat Seminary Bukit Gibeon Ajibata Diresmikan