Minggu, 31 Maret 2013 - 09:47:59 WIB
Pekerjaan Konsultansi Tidak Sesuai Kontrak, Persekongkolan Proyek Bandara Nanga Pinoh Senilai 48 MKategori: Kalimantan Barat - Dibaca: 1728 kali

Baca Juga:Wabup Natuna Buka Pawai Ta'aruf STQ Ke VIII Tingkat KabupatenDugaan Korupsi di Dinas Pertanian dan Peternakan SimalungunPembangunan Fly Over Bukittinggi Dimulai April IniKondisi Gedung SDN 112170 N-2 Aek Nabara Memprihatinkan, Satu Ruangan Terdapat Dua Kelas

Kalbar, Jaya Pos

Pekerjaan jasa konsultansi/supervisi pada Proyek Bandara Kelas III Nanga Pinoh, di Kabupaten Melawi Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2012 pelaksanaannya tidak sesuai kontrak dan terdapat unsur kerugian negara.

Hal tersebut tertuang di dalam Laporan Hasil Audit (LHA) tentang kinerja pada Kantor Bandara Nanga Pinoh, Nomor: PS.005/25/20/ITJEN-2012, tanggal 30 November 2012 oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan.

Di dalam pelaksanaan proyek  Bandara Kelas III Nanga Pinoh TA 2012 terdapat beberapa pekerjaan jasa konsultansi/supervisi diantaranya supervisi pelebaran landas pacu (2x3,5 m x 40 m) yang dilaksanakan oleh CV Jaya Konsultan sesuai kontrak No: KU.003/246-KONT.BM/5/OG.2012, tanggal 1 Mei 2012 dengan nilai kontrak  Rp 124 juta masa kontrak 210 hari kalender, kemudian supervisi perpanjangan landas pacu (300 m x 30 m)  yang dilaksanakan oleh PT Delta Buana sesuai kontrak No KU.003/261-KONT.BM/5/OG.2012, tanggal 4 Mei 2012 masa kontrak 210 hari kalender dengan nilai kontrak Rp 384 juta serta supervisi levelling landas pacu termasuk marking 6.900 m2 yang dilaksanakan oleh PT Mono Heksa sesuai kontrak No KU.003/262.KONT.BM/5/0G.2012, tanggal 4 Mei 2012 masa kontrak 210 hari kalender.

Ketiga paket pekerjaan tersebut dalam waktu bersamaan yakni pada tanggal 30 Mei 2012 telah dicairkan uang muka masing–masing sebesar 20% dari pagu dana. Dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) kontrak terdapat biaya langsung personil dan biaya langsung non personil yang fiktif, di dalam pembiayaan tersebut terdapat beberapa kerancuan yang berpotensi penyimpangan dan dapat merugikan keuangan negara yang tidak sedikit.

Dari hasil audit Inspektorat Jenderal Kemenhub diketahui beberapa hal sebagai berikut, diantaranya pada pekerjaan supervisi pelebaran landas pacu ditemukan kelebihan perhituangan biaya langsung personil sebesar Rp 45.650.000, kemudian pada pekerjaan supervisi perpanjangan landas pacu ditemukan kelebihan perhituangan biaya langasung personil sebesar Rp 180.200.000 serta pada pekerjaan supervisi levelling landas pacu sebesar Rp 265.470.000 tidak dilaksanakan.

Menurut hasil audit tersebut, kondisi ini disebabkan karena beberapa faktor, diantaranya kurang profesaionalnya konsultan supervisi dalam pelaksanaan pekerjaan, kemudian lemahnya pengawasan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pelaksanaan pengendalian pekerjaan, serta kurangnya pemahaman dan kelalaian Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam tertib administrasi keuangan. Hardi


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (117706)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (88801)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (43788)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (33902)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (31708)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (31441)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (29853)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (27168)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (20636)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (17568)
Bedah JayaposMafia Proyek di Disbimarta Kota Bekasi GentayanganKota Bekasi, Jaya Pos Pembangunan di Kota Bekasi nyaris dilaksanakan setengah hati, tidak memperhatikan ...


WALHI Minta Pemda dan Aparat Penegak Hukum Tindak Tegas PT Agro MukoKasus Dugaan Korupsi DAK Disdik Ketapang Rp17 M "Lenyap"Pembangunan Pasar Sukodono Rp 6,5 M Jadi Ajang BancakanProyek PU Bina Marga di Kesemen Nyaris Hancur TotalPemerintah Masih Tutup Mata, 6 Tahun Jembatan Cibarani Ambruk Sampai Saat Ini Belum Ada PerbaikanAktivitas Empat Perusahan PT Semen Tonasa Mendapat Kecaman dan Sorotan TajamDiduga Menggunakan Alamat Palsu PT Shavana Tiaramas Menang Tender Alkes 19,8 M
Laporan KhususKomisi II Sambut Baik Bantuan dari Kementerian Koperasi dan UMKMBanten, Jaya Pos Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Banten melakukan kunjungan kerja ke ...


Puskesmas Melawi Dapat Mobil AmbulanceGedung UGD Puskesmas Pemuar Rusak ParahPeran dan Fungsi DPRD DimaksimalkanKomisi II Kunjungi Kantor PD Pasar JayaRapat Paripurna DPRD Kabupaten Musi Rawas Berlangsung SuksesGernas Kakao dan Sambung Pucuk Program Unggulan Dinas Perkebunan SulselPj Bupati OI Resmikan Jembatan Gantung di Desa Embacang