Jumat, 12 April 2013 - 05:41:25 WIB
Walikota Bukittinggi Sulap Jl Soekarno Hatta Jadi PasarKategori: Sumatera Barat - Dibaca: 399 kali

Baca Juga:Polda Sulteng Bangun Kemitraan Dengan Elemen Masyarakat dan Pemkab TounaDiduga Pelaku Penganiayaan Masih BerkeliaranPJU Padam Anggaran Pemeliharaan Diduga DitilepGondang Ogung SDN 002 Tambak Meriahkan Pembukaan O2SN Kab Pelalawan

Bukittinggi, Jaya Pos

DPRD Bukittimggi menyesalkan tindakan Walikota Ismet Amzis yang memberikan izin Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan di badan jalan Sukarno-Hatta. Diduga perilaku ini ingin mengambil hati pedagang untuk tujuan politik dalam Pilkada 2015. Namun janganlah melakukan melanggar peraturan.

Seperti dikatakan H Darwin A.PtS.Si MM, Wakil Ketua DPRD Bukittinggi kepada Jaya Pos di ruangannya, baru-baru ini, menurutnya yang namanya jalan raya dibangun untuk kelancaran lalu lintas. Apalagi Jl Sukarno-Hatta yang telah dibuat dua jalur tujuannya supaya arus kendaraan dari kedua belah arah menjadi lancar (tidak macet). Sekarang dengan kebijakan Isme Amzis sebagai Walikota, satu arah ditutup. Ironisnya, malah membebaskan PKL berjualan di bandang jalan, ini tindakan yang sangat konyol.

Perilaku Walikota ini, kata Darwin, diduga bisikan Tim Sukses untuk mengambil hati pedagang agar mendapat dukungan menjadi calon walikota tahun 2015 mendatang. Tapi harusnya, dia juga mikir akibatnya terhadap pengendara. “Kalau ada keinginan untuk jadi walikota periode mendatang sah-sah saja, itu hak pribadi yang bersangkutan, tapi jangan sampai melanggar aturan begini, masak jalan raya diresmikan tempat berjualan PKL,” katanya.

Di kota-kota lain, memang ada yang namanya pasar tumpah, artinya pasar tersebut penuh sesak sehingga meluber ke jalan. Tapi di Bukittinggi lain, di dalam pasar bawah kosong, malah orang diizinkan berdagang di jalan raya dan membuat pengendara yang membayar pajak kendaraan dan punya hak memakai jalan harus rela memutar arah karena jalan mereka dirampas PKL dengan izin walikota.

Masih menurut Darwin, ada masyarakat yang mengadu kepadanya. Satu setengah tahun kepemimpinan Ismet Amzis setelah dilantik, walikota ini selalu sakit gigi. Sekarang kebalikannya masyarakat yang merasa sakit gigi melihat ulahnya yang membuat kebijakan yang merugikan pengendara.

Perbuatan walikota ini sangat berbahaya, harusnya berpedoman kepada peristiwa Jalan Lereng. Dulunya, jalan Lereng ini dapat dilewati kendaraan truk sampah roda enam. Kemudian ada kebijakan walikota saat itu, membolehkan PKL berjualan dengan pakai paying.

“Sekarang coba lihat apa yang terjadi, jalan Lereng telah berubah menjadi Pasar Lereng, bahkan sudah ada pula yang namanya Persatuan Pedagang Pasar Lereng. Sekarang pasar ini menjadi permanen oleh PKL dan tidak dapat diteribkan lagi, jangankan truk sampah, mobil roda empat pun tidak bisa lewat,” sebutnya.

Bukan hanya pandai mengkritik saja, menurutnya, kalau memang mau menyelamatkan hati PKL dari kebencian kepada walikota, ada yang lebih baik. “Kita telah membangun terminal Angkot/Andes di bekas Wowo dengan biaya puluhan milyar rupiah, kenapa Angdes masih parkir di depan kantor Koramil?” katanya.

Sebaiknya, menurutnya, Angdes di depan kantor Koramil disatukan di Terminal Angdes di eks Wowo, dan PKL dapat memakai tempat mangkal Angdes sehingga jalan raya tidak terganggu, hak pengguna jalan dan trotoar hak pejalan kaki tidak dirampas PKL seperti sekarang. “Silahkan saja mencari populeritas namun jangan menabrak aturan kayak gini dong,” tandasnya.Zakirman


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (113027)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (81950)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (14402)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (10238)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (8203)Masyarakat Tapanuli Tengah Demo Didepan Kantor KPK Minta Ketua KPK Tangkap Bonaran Situmeang (8037)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (7454)Harian JAYA POS (6583)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (6415)Demo di Kantor Bupati Tapteng, Minta Bonaran Situmeang Segera Ditangkap (6401)
Bedah JayaposDiduga Proyek Bermasalah 3 LSM Laporkan ke KPKBantaeng, Jaya Pos Kegiatan reklamasi proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga ...


Kejaksaan Akan Usut Dugaan Korupsi PDAM TirtaweningProyek peningkatan Sistem Lalu Lintas Kapal di Dumai, Publik Pertanyakan Bentuk Proyek dan KeberadaaAhli Waris Keluarga Tiga Menteng, Menuntut Pembayaran Ganti Rugi Lahan SDN No 14 dan 41Putihkan 5.000 Ha Sawit Ilegal Milik PT. BGA Group, Pejabat Ketapang Diisukan Terima Fee Rp 40 M52 unit Perumahan Dibangun PT Erminta Diduga Tanpa IMBButuh Perhatian Kapoldasu, Pemerasan dan Perampokan Marak di JalinsumDiduga Manager PT. PAL Main dengan Mafia Tanah
Laporan KhususJokowi - JK deklarasikan kemenangannya di Sunda KelapaJakarta, Jaya Pos Setelah Komisi Pemilihan Umum Pusat Jakarta, Selasa Malam, menetapkan Joko Widodo dan ...


"Ida Hinadenggan ni Angka na Sarohai"Tradisi Budaya Mudik Tradisi Mudik Bagi Kaum PerantauQuck Count dari Berbagai Lembaga Survei, Pasangan Jokowi-JK Unggul SementaraKelompok Tani Pribumi Kalbar Dukung Jokowi-JK Jadi Presiden RIGerakan Batak Bersatu Dukung Jokowi-JKBudaya Adat Totokng Simpang Pasir Dukung Jokowi-JKPuisi Gejolak Asmara & Kaca Oleh: Sarah Engeline Joseph.