Rabu, 24 April 2013 - 07:31:00 WIB
Pungli Merajalela di SMPN 1 Pandaan PasuruanKategori: Pendidikan - Dibaca: 27 kali

Baca Juga:Jadi Tersangka, Demokrat Siapkan Pengganti Ketua DPRD Kab BogorIndramayu Dirikan Bank SampahSatres Narkoba Polres Majalengka Ringkus Sindikat Pengedar GanjaPLN Kalideres Atasi Api Ledakan Gardu

Pasuruan, Jaya Pos

Sekolah yang dulunya berstatus SBI masih susah untuk tidak melakukan pungutan- pungutan yang sangat besar terhadap para siswanya. Terbukti, dari banyaknya pungutan liar alias pungli seperti yang terjadi di SMPN 1 Pandaan. Pada dasarnya, pendidikan 9 tahun merupakan hak dan wajib untuk seluruh anak Indonesia. Berstatus SBI atau tidak, itu bukan suatu alasan untuk menghambat anak Indonesia untuk bisa belajar dan bisa melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi.

Apa gunanya diadakan dana BOS kalau mereka yang ekonomi menengah ke bawah harus terancam putus sekolah gara-gara SPP yang mahal dan banyaknya pungutan-pungutan liar dengan berbagai alasan yang sama sekali tidak masuk di akal. Intinya sangat memberatkan orangtua siswa itu sendiri. Hal -hal seperti ini jelas bertentangan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mewajibkan pendidikan dasar selama 9 tahun, atau wajib belajar 9 tahun. Ataukah itu hanya dianggap retorika oleh oknum kepala sekolah SMPN 1 Pandaan ini.

Menurut beberapa siswa yang didampingi orang tuanya, kepada wartawan Jaya Pos menceritakan bahwa mereka yang harus bayar SPP tiap bulan Rp 130 ribu, ini saja telat 8 bulan. “Kami harus bayar Rp 1,040 juta, belum lagi LKS harus bayar Rp 167 ribu untuk 11 LKS, dan masih banyak pungutan-pungutan lain, seperti harus bayar uang air minum gallon walau murid merasa tidak pernah minum air itu, akan tetapi kami harus tetap membayarnya. Belum lagi soal guru yang menjual soal ujian Rp 100 ribu per mata pelajaran. Itu dilakukan tiap bulan oleh oknum guru fisika berinisial ‘sr’, dan masih banyak lagi mas pungutan-pungutan lainya,” terang para orang tua murid yang tidak mau menyebut namanya itu.

Sementara oknum guru tersebut membantah tudingan orangtua para siswanya itu. “Oh itu tidak benar mas, tidak benar itu, dan kalau untuk LKS Rp 7000 per LKS. Kalau untuk SPP sendiri bervariasi, ada yang  Rp 50 ribu – 170 ribu. Mengenai air minum, itu sudah digabung dengan SPP,” terangnya berapi –api, dan merasa kebijakan sekolah sama sekali tidak bermasalah dan sesuai prosedur.

Kepsek SMPN 1 Pandaan, Tri Setyo Astutik,Spd.Mpd, mengatakan masih belum bisa mengubah peraturan dan kebijakan-kebijakan di sekolah itu karena takutnya nanti banyak yang complain. “Banyak anak orang kaya dan anak anggota DPRD yang bersekolah di sini, jadi untuk perubahan kebijakan itu masih belum bisa dilakukan.

Sekolah ini sedang mengikuti lomba Adiwiyata tingkat nasional mas, penilaian dilakukan pada tanggal 15 - 21 April ini, itupun kami harus mandiri untuk pendanaan. Untuk dana kami bekerja sama dengan perusahaan air kemasan,” paparnya.

Atas temuan Jaya Pos yang rekaman percakapan dengan nara sumber telah didokumentasikan berupa rekaman audio visual ini, kalangan LSM Jatim mengatakan bahwa apa yang dilakukan di SMP 1 Pandaan ini jelas melanggar UU. Sup.


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerDinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (4677)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (2991)Komentari Kasus e-KTP, Andar: Abraham Samad Itu 'Omdo' (1659)Pandangan Umum Fraksi PDIP, PAN, dan RNB Terhadap Nota Keuangan dan Raperda APBD Kota Depok TA 2018 (1085)Sutadi SH dan Oknum Polres Ketapang Diduga Bobol Rumah Walet Milik Akim (660)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (605)PT Jembatan Nusantara Melakukan Pembohongan Terhadap Pelamar Pekerjaan (468)Proyek Jalan Siduk-Ketapang Rp 27 M Diduga Bermasalah (337)Diabetes, Ancaman Yang Harus Diwaspadai (297)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (289)
Bedah JayaposAPBDes Katimoho Terindikasi DikorupsiGresik, Jaya Pos APBDes Desa Katimoho Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik Jawa Timur jadi sorotan. Pasalnya ...


Bendungan Karalloe Senilai 518 M Tidak Selesai PPK dan Kontraktor Enggan KomentarTangani Sengketa Tanah Damang Tewah Turun LapanganPT EBB Supply Puluhan Ribu Ton Solar Perhari ke Penambang di Sei KahayanRehab Sekolah Di Pandeglang Diduga Rawan PenyimpanganBPN Maros Akan Panggil Pemilik Sertifikat Ganda Pada Lahan Proyek Mamminasata Pekerjaan Jalan Pasirkadu-Perdana Dikeluhkan WargaPT. MAJI Diduga Serobot Lahan Kelompok Tani Karya Mandiri
Laporan KhususDinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Depok Gelar Workshop B2SADepok, Jaya Pos Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Depok mengelar acara Workshop penyusunan ...


Memperkenalkan Lebih Dini Budaya Batak Pada Anak-Anak Melalui Natal STM SarohaWaiting List Keberangkatan Jamaah Haji Kabupaten Ciamis Sudah Mencapai 2030Menggali Monumen Quo Lijn, Tim Pusat Sejarah Kepolisian Melakukan PenelitianSiapkan Aparatur Transportasi Handal, Padang Panjang Teken MoU dengan STTDPemkab Mukomuko Memperingati Maulid Nabi Mudammad SAW 1439 H/2017 MImbau Pemkab/Pemkot Ingatkan Masyarakat Lakukan Pencegahan KebakaranPengembangan Pemasaran Melalui Online