Sabtu, 27 April 2013 - 06:49:01 WIB
Bermuatan Korupsi, Mabes Polri Usut Pengadaan Rompi dan Topi BPSKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 723 kali

Baca Juga:Orang Miskin Tidak Boleh Sakit?Program Integrasi Sapi Sawit PTPN IV Gagal, Diduga DikorupsiTruk Hino Muatan CPO Terperangkap di Jalan BerkubangUstaz Jeffry Al. Buchory Meninggal Dunia

Jakarta, Jaya Pos

Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipikor) Bareskrim Mabes Polri kini sedang melakukan pengusutan atas dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan Rompi, Topi Petugas dan Instruktur Daerah untuk Sensus Tahun 2013 pada Badan Pusat Statistik (BPS). Proyek yang dimenangkan PT Pyramida Karya Mandiri dengan kontrak Rp 20,8 miliar tersebut diduga kuat sarat muatan korupsi. Selain itu, proses tender sejak awal ditengarai sudah bermasalah, karena dilakukan dengan praktik persekongkolan.

Salah satu penyimpangan yang akan mengakibatkan kerugian negara dalam pengadaan rompi dan topi tersebut adalah manipulasi jenis dan mutu bahan yang digunakan. Dalam pelaksanaannya, PT Pyramida Karya Mandiri diduga kuat menggunakan bahan kain ‘abal-abal’ dengan harga miring.

Harga ideal bahan kain untuk rompi dan topi sensus tersebut adalah Rp 34.000 per meter. Harga itu memenuhi kulitas barang yang sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan pihak BPS. Dalam tender, PT Pyramida Karya Mandiri mendapatkan dukungan pabrikan dari PT Daya Mekar Tekstindo. Namun dalam pelaksanaan perusahaan pemenang tersebut tidak menggunakan barang PT PT Daya Mekar Tekstindo.

Dari penelusuran koran ini, bahan kain yang digunakan PT Pyramida Karya Mandiri untuk proyek rompi dan topi adalah bahan kain oplosan yang jauh menyimpang dari spesifikasi barang BPS. Harga bahan yang digunakan PT Pyramida jauh lebih murah yang diperkirakan Rp 16.000 per meter.
Kekuatan tarik kain, nomor benang dan jumlah benang diduga dikurangi hingga 50 persen.

Persekongkolan tender

Tiga bulan, Jaya Pos sudah memuat dugaan persekong­kolan tender pengadaan rompi dan topi tersebut. Dari investigasi serta penelusuran dokumen dan informasi yang dikumpulkan, terdapat indikasi kuat bahwa PT Pyramida Karya Mandiri melakukan praktik kejahatan mafia proyek, manipulasi, persekongkolan dalam memenangkan tender pengadaan rompi dan topi pada BPS.

Indikasi itu antara lain, saat aanwijzing (penjelasan), PT Pyramida Karya Mandiri ternyata sudah mengetahui persis spesifikasi bahan rompi dan topi termasuk jenisnya. Hal itu dibuktikan dengan pertanyaan-pertanyaan dari pihak perusahaan tersebut yang mengajukan permintaan kepada panitia.

Bahkan pada tanggal 27 November 2012 atau sehari sebelum addendum lelang diapload dan dapat diunduh oleh para calon penyedia barang, PT Pyramida Karya Mandiri telah mengajukan uji lab atas bahan rompi dan topi pada Laboratorium Tekstil dan Aneka Industri.

Masalah tender pengadaan rompi dan topi yang dimenangkan PT Pyramida Karya Mandiri tidak hanya berhenti disitu. PT Daya Mekar Tekstindo, pabrik tekstil yang memberikan dukungan kepada perusahaan itu, juga resmi mencabut dukungannya.

Pihak PT Daya Mekar Tekstindo menganggap bahwa Birman selaku Direktur PT Pyramida Karya Mandiri tidak memiliki itikad baik dan gerak-geriknya menimbulkan kecurigaan sehingga management perusahaan memutuskan untuk tidak bekerjasama dengannya. Pihak pabrik juga sudah mengingatkan pihak BPS, apabila menunjuk PT Pyramida Karya Mandiri sebagai pelaksana pengadaan rompi dan topi, maka spesifikasi bahan yang digunakan itu di luar tanggung jawab PT Daya Mekar Tekstindo. L30 P1000


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (114799)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (84033)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (17390)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (14861)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (10339)Demo di Jakarta dan Tapteng Desak Tangkap Bonaran Situmeang (10120)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (9997)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (9840)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (9487)Masyarakat Tapanuli Tengah Demo Didepan Kantor KPK Minta Ketua KPK Tangkap Bonaran Situmeang (9026)
Bedah JayaposProyek Pengembangan Irigasi Sadang Hilir Loan Jica Sarat PenyimpanganMakassar, Jaya Pos Perbaikan infrastruktur pertanian di Provinsi Sulawesi Selatan terus mendapat perhatian ...


Proyek P4-ISDA-IK di Lingkungan BBWSPJ 2013 Banyak PenyimpanganGapoktan Gema Desa Diduga Lakukan Pungli Berkedok TabunganPenegak Hukum Didesak Telusuri Kekayaan Kepsek SMAN 41 JakutDirjen KP3K Akui Belum Diberitahu SPDN Habis Kuota BBMAhli Waris Minta Kepastian Hukum, 33 Tahun Tanah Warisan Nenek Renta Belum Ganti RugiSawit PT. ALM Ketapang Disegel WargaMenpan Perintahkan Penarikan PNS dari BUMD, Ridwan Kamil Harus Tarik Lima PNS di PDAM Tirtawening
Laporan KhususPelaku Usaha Diharapkan Miliki Sertifikasi HalalBatu Licin, Jaya Pos Para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) diharapkan memiliki sertifikasi halal ...


Buka Akses Air Sugihan, Iskandar Resmikan Pembangunan Jembatan RasauBupati Sampaikan Nota Keuangan RAPBD Tahun 2015Pemkab Pelalawan Gelar Upacara Memperingati Hari Pahlawan NasionalPeringatan Hari Pahlawan di Kabupaten BintanDr Tigor: Renovasi Gereja HKBP Supaya Diperluas Untuk Dimanfaatkan Bagi Sekolah MingguPenertiban PKL Dilakukan Secara MarathonDPRD Provinsi Sumsel Gelar Rapat Paripurna I