Sabtu, 27 April 2013 - 06:49:01 WIB
Bermuatan Korupsi, Mabes Polri Usut Pengadaan Rompi dan Topi BPSKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 585 kali

Baca Juga:Orang Miskin Tidak Boleh Sakit?Program Integrasi Sapi Sawit PTPN IV Gagal, Diduga DikorupsiTruk Hino Muatan CPO Terperangkap di Jalan BerkubangUstaz Jeffry Al. Buchory Meninggal Dunia

Jakarta, Jaya Pos

Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipikor) Bareskrim Mabes Polri kini sedang melakukan pengusutan atas dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan Rompi, Topi Petugas dan Instruktur Daerah untuk Sensus Tahun 2013 pada Badan Pusat Statistik (BPS). Proyek yang dimenangkan PT Pyramida Karya Mandiri dengan kontrak Rp 20,8 miliar tersebut diduga kuat sarat muatan korupsi. Selain itu, proses tender sejak awal ditengarai sudah bermasalah, karena dilakukan dengan praktik persekongkolan.

Salah satu penyimpangan yang akan mengakibatkan kerugian negara dalam pengadaan rompi dan topi tersebut adalah manipulasi jenis dan mutu bahan yang digunakan. Dalam pelaksanaannya, PT Pyramida Karya Mandiri diduga kuat menggunakan bahan kain ‘abal-abal’ dengan harga miring.

Harga ideal bahan kain untuk rompi dan topi sensus tersebut adalah Rp 34.000 per meter. Harga itu memenuhi kulitas barang yang sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan pihak BPS. Dalam tender, PT Pyramida Karya Mandiri mendapatkan dukungan pabrikan dari PT Daya Mekar Tekstindo. Namun dalam pelaksanaan perusahaan pemenang tersebut tidak menggunakan barang PT PT Daya Mekar Tekstindo.

Dari penelusuran koran ini, bahan kain yang digunakan PT Pyramida Karya Mandiri untuk proyek rompi dan topi adalah bahan kain oplosan yang jauh menyimpang dari spesifikasi barang BPS. Harga bahan yang digunakan PT Pyramida jauh lebih murah yang diperkirakan Rp 16.000 per meter.
Kekuatan tarik kain, nomor benang dan jumlah benang diduga dikurangi hingga 50 persen.

Persekongkolan tender

Tiga bulan, Jaya Pos sudah memuat dugaan persekong­kolan tender pengadaan rompi dan topi tersebut. Dari investigasi serta penelusuran dokumen dan informasi yang dikumpulkan, terdapat indikasi kuat bahwa PT Pyramida Karya Mandiri melakukan praktik kejahatan mafia proyek, manipulasi, persekongkolan dalam memenangkan tender pengadaan rompi dan topi pada BPS.

Indikasi itu antara lain, saat aanwijzing (penjelasan), PT Pyramida Karya Mandiri ternyata sudah mengetahui persis spesifikasi bahan rompi dan topi termasuk jenisnya. Hal itu dibuktikan dengan pertanyaan-pertanyaan dari pihak perusahaan tersebut yang mengajukan permintaan kepada panitia.

Bahkan pada tanggal 27 November 2012 atau sehari sebelum addendum lelang diapload dan dapat diunduh oleh para calon penyedia barang, PT Pyramida Karya Mandiri telah mengajukan uji lab atas bahan rompi dan topi pada Laboratorium Tekstil dan Aneka Industri.

Masalah tender pengadaan rompi dan topi yang dimenangkan PT Pyramida Karya Mandiri tidak hanya berhenti disitu. PT Daya Mekar Tekstindo, pabrik tekstil yang memberikan dukungan kepada perusahaan itu, juga resmi mencabut dukungannya.

Pihak PT Daya Mekar Tekstindo menganggap bahwa Birman selaku Direktur PT Pyramida Karya Mandiri tidak memiliki itikad baik dan gerak-geriknya menimbulkan kecurigaan sehingga management perusahaan memutuskan untuk tidak bekerjasama dengannya. Pihak pabrik juga sudah mengingatkan pihak BPS, apabila menunjuk PT Pyramida Karya Mandiri sebagai pelaksana pengadaan rompi dan topi, maka spesifikasi bahan yang digunakan itu di luar tanggung jawab PT Daya Mekar Tekstindo. L30 P1000


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (113021)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (81947)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (14343)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (10097)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (8192)Masyarakat Tapanuli Tengah Demo Didepan Kantor KPK Minta Ketua KPK Tangkap Bonaran Situmeang (8026)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (7406)Harian JAYA POS (6571)Demo di Kantor Bupati Tapteng, Minta Bonaran Situmeang Segera Ditangkap (6390)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (6330)
Bedah JayaposDiduga Proyek Bermasalah 3 LSM Laporkan ke KPKBantaeng, Jaya Pos Kegiatan reklamasi proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga ...


Kejaksaan Akan Usut Dugaan Korupsi PDAM TirtaweningProyek peningkatan Sistem Lalu Lintas Kapal di Dumai, Publik Pertanyakan Bentuk Proyek dan KeberadaaAhli Waris Keluarga Tiga Menteng, Menuntut Pembayaran Ganti Rugi Lahan SDN No 14 dan 41Putihkan 5.000 Ha Sawit Ilegal Milik PT. BGA Group, Pejabat Ketapang Diisukan Terima Fee Rp 40 M52 unit Perumahan Dibangun PT Erminta Diduga Tanpa IMBButuh Perhatian Kapoldasu, Pemerasan dan Perampokan Marak di JalinsumDiduga Manager PT. PAL Main dengan Mafia Tanah
Laporan KhususJokowi - JK deklarasikan kemenangannya di Sunda KelapaJakarta, Jaya Pos Setelah Komisi Pemilihan Umum Pusat Jakarta, Selasa Malam, menetapkan Joko Widodo dan ...


"Ida Hinadenggan ni Angka na Sarohai"Tradisi Budaya Mudik Tradisi Mudik Bagi Kaum PerantauQuck Count dari Berbagai Lembaga Survei, Pasangan Jokowi-JK Unggul SementaraKelompok Tani Pribumi Kalbar Dukung Jokowi-JK Jadi Presiden RIGerakan Batak Bersatu Dukung Jokowi-JKBudaya Adat Totokng Simpang Pasir Dukung Jokowi-JKPuisi Gejolak Asmara & Kaca Oleh: Sarah Engeline Joseph.