Rabu, 08 Mei 2013 - 07:13:49 WIB
SPSI Kabupaten Sukabumi Jilat Keringat Karyawan GarmenKategori: Jawa Barat - Dibaca: 594 kali

Baca Juga:Pengolahan Kayu di Pulau Una-Una DihentikanRibuan Buruh Kepung Kantor Bupati PelalawanDana Bantuan Rp 15 Juta Untuk Desa Cijulang RaibBeralasan Sibuk, RY Mangkir dari Panggilan KPK

Sukabumi, Jaya Pos

Dewan Pimpinan Cabang SPSI (DPC-SPSI) Kabupaten Sukabumiminta dijatah seribu rupiah per karyawan dengan jumlah keseluruhan karyawan di bawah naungan SPSI sebanyak 60 ribu karyawan.

Menurut perhitungan global pendapatan SPSI dari kar­yawan total Rp 60 juta per bulan. Nominal yang cukup fantastis dari berbagai karyawan di­antaranya (Federasi Serikat Pe­kerja Pokok, Tembakau, Maka­nan dan Minuman (FSP-RT­MM SPSI) – (Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit (SP-TSK SPSI)-(Federasi Seri­kat Pekerja Pertaniandan Perkebunan (FSP-PP SPSI)-(Federasi Serikat Logam, Elektronik Logam/FSP-LEM SPSI)-(Fede­rasi Serikat Perkayuan dan Per­hotelan (FSP-KAHUT SPSI)-­(Fe­derasi Serikat Pekerja Pariwisata dan Perhotelan (FSP-PAR SPSI) yang diketahui Ma’mun sebagai Ketua SPSI KabupatenSukabumi.

Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) minta dijatah oleh para karyawan garmen sebesar seribu rupiah per karyawan setiap bulannya. Hal ini membuat para karyawan kerutkan kening, pasalnya jatah yang dipungut oleh SPSI diluar kesepakatan.

Hal ini dikatakan oleh salah satu karyawan garmen PT Royal Puspita. “Sebenarya kami tidak tahu apa maksud SPSI yang telah memotong secara sepihak tanpa kesepakatan dengan karyawan. Bukan hanya itu, nyatanya jika dikalikan secara keseluruhan cukup lumayan jumlahnya,” ujarnya.
Di PT Royal Puspita saja, jumlah karyawan kurang lebih sekitar 1500 orang. “Kami tidak tahu apa itu SPSI, maksud dan tujuanannyapun kami tidakpahamdandimana keberadaan SPSI itu,” sebutnya.

Sedangkan menurut Ma’mun, Ketua SPSI DPC Kabupaten Sukabumi mengaku adanya pemotongan itu dari gaji karyawan setiap bulannya, namun itupun berdasarkan kesepakatan antara karyawan pabrik dan pengurus SPSI yang ada di lokasi pabrik. “Itukan bukan untuk saya, tapi untuk kegiatan, seperti kalau ada karyawan yang hak-haknya tidak diberikan oleh perusahaan kami akan menegur baik secara lisan maupun ke jalur hokum siap membantu, tapi hanya yang ikut anggota SPSI sana saja,” ucapnya.

Lanjut Ma’mun, terkait potongan seribu dari gaji karya­wan mungkin saja kurangnya sosialisasi pengurus yang ada di pabrik mengenai itu,” tegasnya.Aswin Sopyan


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (113027)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (81950)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (14400)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (10231)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (8203)Masyarakat Tapanuli Tengah Demo Didepan Kantor KPK Minta Ketua KPK Tangkap Bonaran Situmeang (8037)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (7447)Harian JAYA POS (6580)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (6412)Demo di Kantor Bupati Tapteng, Minta Bonaran Situmeang Segera Ditangkap (6401)
Bedah JayaposDiduga Proyek Bermasalah 3 LSM Laporkan ke KPKBantaeng, Jaya Pos Kegiatan reklamasi proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga ...


Kejaksaan Akan Usut Dugaan Korupsi PDAM TirtaweningProyek peningkatan Sistem Lalu Lintas Kapal di Dumai, Publik Pertanyakan Bentuk Proyek dan KeberadaaAhli Waris Keluarga Tiga Menteng, Menuntut Pembayaran Ganti Rugi Lahan SDN No 14 dan 41Putihkan 5.000 Ha Sawit Ilegal Milik PT. BGA Group, Pejabat Ketapang Diisukan Terima Fee Rp 40 M52 unit Perumahan Dibangun PT Erminta Diduga Tanpa IMBButuh Perhatian Kapoldasu, Pemerasan dan Perampokan Marak di JalinsumDiduga Manager PT. PAL Main dengan Mafia Tanah
Laporan KhususJokowi - JK deklarasikan kemenangannya di Sunda KelapaJakarta, Jaya Pos Setelah Komisi Pemilihan Umum Pusat Jakarta, Selasa Malam, menetapkan Joko Widodo dan ...


"Ida Hinadenggan ni Angka na Sarohai"Tradisi Budaya Mudik Tradisi Mudik Bagi Kaum PerantauQuck Count dari Berbagai Lembaga Survei, Pasangan Jokowi-JK Unggul SementaraKelompok Tani Pribumi Kalbar Dukung Jokowi-JK Jadi Presiden RIGerakan Batak Bersatu Dukung Jokowi-JKBudaya Adat Totokng Simpang Pasir Dukung Jokowi-JKPuisi Gejolak Asmara & Kaca Oleh: Sarah Engeline Joseph.