Senin, 20 Mei 2013 - 07:26:10 WIB
Isu Dugaan Skandal Cinta Bupati TounaKategori: Sulawesi Tengah - Dibaca: 19 kali

Baca Juga:Dugaan Korupsi di Dinas Perhubungan Kab SimalungunJembatan Timbang Sebagai Ujung Tombak Meminimalisir Jalan RusakJalinsum Antara Sigambal dan Perbaungan Tidak AmanKandidat Balon Kades Cibuluh Dituding Gelapkan Dana Konvensasi Proyek

Touna-Sultgeng, Jaya Pos

Dewan Pimpinan Cabang Laskar Anti Korupsi (LAKI) Touna, lakukan jumpa pers terkait isu dugaan skandal cinta oknum Bupati Touna berinisial DL dengan seorang wanita  berinisial NL.

Menurut Abdul Fatah Maloto SH, Ketua LAKI Touna, saat membaca berita dugaan skandal cinta tersebut di beberapa media cetak yang terbit di Sullteng, pihaknya terus mela­kukan investigasi dan mendatangi DL di rumah dinasnya untuk meng­klarifikasi kebenaran dugaan isu skandal tersebut. Dalam audensi itu, DL menyampaikan kepada Ketua LAKI bahwa isu yang digembor-gemborkan tersebut tidak benar, dan hanya menyesatkan masyarakat.

Saat itu, menurut Abdul Fatah, dijelaskanya, DL menceritakan awal mulanya kronolo­gis kejadian pada tahun 2009, dimana NL ketika menemui DL hanya sebatas untuk bercurhat menyampaikan terkait persoalan rumah tangga yang dialami NL bersama suaminya, Kus Susilo, yang sudah tidak akur lagi.

Karena Bupati selaku orang tua di daerah ini, menanggapi dengan positif dan bahkan menasehati dengan memberikan saran dan pemikiran kepada NL, agar bisa akur kem­bali. Namun di hadapan bupati NL mengaku, tidak bisa akur lagi dengan Kus Susilo, dan harus dilakukan perceraian.  

Mendengar penyampaian NL itu, Bupati kembali memberikan nasehat dan pembinaan terhadap NL. “Seandainya rumah tanggamu masih bisa diselesaikan dengan baik-baik, tanpa ada intervensi dari orang lain, alangkah baiknya diselesaikan, karena perceraian ini tidak semuda yang kita harapkan,” kutip Fatah.

Pun begitu, setelah NL me­nyampaikan segala keluhan, me­mohon kepada DL untuk dibantu biaya pengurusan perceraiannya dengan Kus Susilo. Saat itu, bupati masih saja menanyakan pemberian bantuan tersebut pada almarhum istrinya, dan di iyakan, sehingga bupati menyerahkan bantuan tersebut seadanya tanpa ada maksud tertentu. Dengan kejadian ini, LAKI menilai hal tersebut merupakan sikap yang sah-sah saja dan bisa dilakukan oleh siapapun.
 

Setelah isu kasus tersebut berkembang, LAKI kembali menghubungi Sekretaris Kabupaten (Sekab) Touna, sebagai kakak kandung NL soal kebenaran skandal itu, dan Sekkab mengatakan, pihaknya telah menemui bupati hanya untuk mengklarifikasi isu yang berkembang saat ini. “Iya, saya menanyakan kebenaran skandal itu di depan bupati, namun menurut bupati isu tersebut tidak benar dan hanya fitnah. “Karena NL adalah adik saya yang juga keluarga saya sendiri,” katanya.

Selanjutnya, Sekkab menghubungi adiknya melalui handphonnya, namun tidak aktif sehingga Sekkab merasa kece­wa dengan tingkah laku adik kan­dungnya sendiri, yang su­dah menjadi konsumsi publik serta telah mencemari nama baik keluarga dan bupati,” kata Falah.

Namun, Fatah menyimpulkan, isu itu sengaja dikembangkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.”Ini adalah isu murahan yang sengaja dihembuskan guna menciptakan konflik di daerah ini,” katanya.

Dia juga menduga isu ini dibangun oleh Barisan Sakit Hati (BSH) yang selama ini tidak puas dengan kebijakan pimpinan, dan kelompok yang membesarkan isu yang sesat ini adalah kelompok opurtunisme, orang-orang yang mencari keuntungan disaat ada kesempatan dan orang-orang yang men­cari kebahagian di atas penderitaan orang lain.

Lebih jauh pihaknya menilai, berdasarkan perspektif hukum, seseorang yang melaporkan tentang perzinahan, tentu harus memiliki ikatan pernikahan yang sah, dimana suami istri itu masih menyatu, dan istri melakukan perzinahan itu sifatnya adalah delik aduan atau sebaliknya setelah mendapat laporan dari seseorang, dimana kasus ini harus ada dua bukti permulaan yang cukup.

Dijelaskanya, kasus perzinahan hanya dapat dilaporkan apabila keduanya masih dalam ikatan perkawinan yang sah. Akan tetapi kalau perkawinan sudah putus alias sudah ada putusan pengadilan yang ingkrah, Kus Susilo tidak lagi berhak untuk melaporkan hal tersebut. “Informasi yang berkembang, Kus masih tetap suami yang sah, makanya dia berhak melaporkan kepada pihak penegak hukum, akan tetapi yang dilaporkan bukan DL, melainkan suami  NL berinisial SM.

Sebab, konon katanya keduanya telah melakukan perkawinan di Jakarta pada tahun 2012, dimana perkawinan tersebut juga disaksikan oleh keluarga NL. Jadi yang harus dilaporkan sebenarnya adalah SM, bukan DL,” ujarnya.

Ketua LAKI Touna menilai, dengan adanya laporan Kus Susilo ke Polda Sulteng, belum lama ini terkait dugaan skandal itu, adalah salah alamat, karena NL telah membuat surat pernyataan diatas meterai 6000, yang mana pihaknya tidak pernah melakukan hubungan dengan orang yang bernama DL pada tanggal 23 Januari 2013. “Ini merupakan legitimasi yang dianggap NL telah memberikan keterangan bahwa itu tidak benar,” tegasnya.  

Sementara Dzulkifli SSos, Ketua Generasi Muda KIARA Sulteng menyebutkan bahwa  menjadi seorang pejabat negara sangat rentan dengan isu-isu masalah korupsi serta skandal percintaan. Dikatakannya lagi, menyangkut masalah isu skandal percintaan yang menimpa Bupati Touna sifatnya privasi itu.

“Masyarakat Touna lah yang paham karakter ataupun moral bupatinya, apalagi konon telah ada surat pernyataan diatas meterai yang dibuat dan ditandatangani NL, kemudian yang bersangkutan telah menikah lagi, karena istrinya meninggal dunia. Sebaiknya, masyarakat konsen menghadapi agenda Sail Tomini 2014,” ujarnya, menyarankan.Budi/ST


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerDinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (4662)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (2990)Komentari Kasus e-KTP, Andar: Abraham Samad Itu 'Omdo' (1659)Pandangan Umum Fraksi PDIP, PAN, dan RNB Terhadap Nota Keuangan dan Raperda APBD Kota Depok TA 2018 (1085)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (605)Sutadi SH dan Oknum Polres Ketapang Diduga Bobol Rumah Walet Milik Akim (515)PT Jembatan Nusantara Melakukan Pembohongan Terhadap Pelamar Pekerjaan (464)Proyek Jalan Siduk-Ketapang Rp 27 M Diduga Bermasalah (336)Diabetes, Ancaman Yang Harus Diwaspadai (295)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (288)
Bedah JayaposAPBDes Katimoho Terindikasi DikorupsiGresik, Jaya Pos APBDes Desa Katimoho Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik Jawa Timur jadi sorotan. Pasalnya ...


Bendungan Karalloe Senilai 518 M Tidak Selesai PPK dan Kontraktor Enggan KomentarTangani Sengketa Tanah Damang Tewah Turun LapanganPT EBB Supply Puluhan Ribu Ton Solar Perhari ke Penambang di Sei KahayanRehab Sekolah Di Pandeglang Diduga Rawan PenyimpanganBPN Maros Akan Panggil Pemilik Sertifikat Ganda Pada Lahan Proyek Mamminasata Pekerjaan Jalan Pasirkadu-Perdana Dikeluhkan WargaPT. MAJI Diduga Serobot Lahan Kelompok Tani Karya Mandiri
Laporan KhususDinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Depok Gelar Workshop B2SADepok, Jaya Pos Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Depok mengelar acara Workshop penyusunan ...


Memperkenalkan Lebih Dini Budaya Batak Pada Anak-Anak Melalui Natal STM SarohaWaiting List Keberangkatan Jamaah Haji Kabupaten Ciamis Sudah Mencapai 2030Menggali Monumen Quo Lijn, Tim Pusat Sejarah Kepolisian Melakukan PenelitianSiapkan Aparatur Transportasi Handal, Padang Panjang Teken MoU dengan STTDPemkab Mukomuko Memperingati Maulid Nabi Mudammad SAW 1439 H/2017 MImbau Pemkab/Pemkot Ingatkan Masyarakat Lakukan Pencegahan KebakaranPengembangan Pemasaran Melalui Online